By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 27 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Memahami Hubungan Negara, Pemerintah, dan Politik menurut Sekolah Negarawan
Pemerintah

Memahami Hubungan Negara, Pemerintah, dan Politik menurut Sekolah Negarawan

Diajeng Maharani
Last updated: January 27, 2026 4:57 pm
By Diajeng Maharani
Share
6 Min Read
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan

beritax.id – Salah satu masalah terbesar dalam kehidupan politik kita bukan terletak pada kurangnya aturan, tetapi pada kekeliruan memahami hubungan paling dasar antara negara, pemerintah, dan politik. Kekeliruan ini begitu mengakar hingga diajarkan secara tidak langsung, bahkan dilembagakan dalam praktik pendidikan, birokrasi, dan demokrasi prosedural hari ini.

Contents
Negara: Entitas Tujuan, Bukan Sekadar KekuasaanPolitik: Alat untuk Mengelola PemerintahanKetika Politik Berubah Menjadi Kejahatan PolitikAparatur dan Lembaga: Pelayan, Bukan Pemilik

Sekolah Negarawan memulai dari satu kritik mendasar: selama ini kita belajar politik tanpa terlebih dahulu memahami negara. Akibatnya, politik tumbuh liar, pemerintah merasa sebagai pemilik negara, dan rakyat direduksi menjadi sekadar legitimasi lima tahunan.

Negara: Entitas Tujuan, Bukan Sekadar Kekuasaan

Menurut Sekolah Negarawan, negara adalah entitas kedaulatan, bukan organisasi kekuasaan. Negara terdiri dari wilayah, rakyat, dan mekanisme kewenangan yang mampu bekerja secara efektif, efisien, dan transparan. Tujuan negara bersifat tetap dan tidak bergantung pada siapa yang berkuasa: menjaga kedaulatan, menegakkan keadilan, dan mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat.

Dalam logika ini, negara bukan alat siapa pun. Negara tidak lahir dari pemilu, tidak berpihak pada partai, dan tidak tunduk pada kepentingan jangka pendek. Negara adalah tujuan bersama, bukan arena rebutan.
Inilah titik yang sering diabaikan oleh pendidikan politik formal: negara tidak identik dengan pemerintah.

Pemerintah: Pengelola Mandat, Bukan Wajah Negara

Berbeda dengan negara, pemerintah hanyalah sebagian kecil rakyat yang diberi kewenangan oleh seluruh rakyat untuk mengelola urusan negara. Pemerintah bekerja atas mandat, bukan atas hak milik. Mandat ini bersifat sementara, terbatas, dan harus dipertanggungjawabkan. Sekolah Negarawan menempatkan pemerintah sebagai operator negara, bukan penentu tujuan negara. Pemerintah boleh berganti, kebijakan boleh berubah, tetapi arah negara tidak boleh diputar sesuka kepentingan elite partai politik.

You Might Also Like

Partai Buruh Tolak Koalisi Permanen, Ungkap Ideologi Rahasia! Partai X: Dampaknya ke Masa Depan?
Rusaknya Rakyat: Ketika Kaum Intelektual Tak Peduli, Bak Katak dalam Tempurung
Urgensi Partisipasi Publik dalam Rancangan Peraturan Menteri Keuangan (RPMK) Kuasa Hukum Pengadilan Pajak Menjelang Transisi ke Mahkamah Agung
Sopir Mundur Sebelum Bus Nyungsep, Partai X: Hasan Nasbi Tahu Diri atau Kabur dari Tanggung Jawab?

Ketika pemerintah menyatu dengan negara, dalam bahasa lain, ketika kritik terhadap kebijakan dianggap ancaman terhadap negara, di situlah demokrasi mulai menyimpang.

Politik: Alat untuk Mengelola Pemerintahan

Dalam pemahaman Sekolah Negarawan, politik adalah alat, bukan tujuan. Politik adalah upaya dan bentuk perjuangan untuk memperoleh kewenangan dan menggunakannya secara efektif, efisien, dan transparan demi keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Artinya, politik tidak boleh berdiri sendiri. Ia selalu harus tunduk pada tujuan negara. Politik yang tidak menghasilkan keadilan dan kesejahteraan bukanlah politik dalam makna kenegaraan, melainkan penyimpangan dari politik itu sendiri.

Inilah perbedaan mendasar antara politik versi Sekolah Negarawan dan politik yang diajarkan secara praktis hari ini. Pendidikan politik kita banyak mengajarkan cara menang, tetapi tidak mengajarkan untuk apa menang.

Ketika Politik Berubah Menjadi Kejahatan Politik

Sekolah Negarawan memperkenalkan istilah kejahatan politik untuk menjelaskan kondisi ketika politik kehilangan orientasi negara. Kejahatan politik terjadi ketika kewenangan diperoleh atau dijalankan secara manipulatif, koruptif, tertutup, dan digunakan untuk kepentingan sempit. Dalam kondisi ini, demokrasi masih berjalan secara prosedural, tetapi substansinya rusak. Pemilu tetap ada, parlemen tetap bersidang, namun kebijakan tidak lagi berpihak pada kesejahteraan rakyat. Yang terjadi bukan kegagalan individu, melainkan kegagalan desain hubungan negara, pemerintah, dan politik.

Negarawan: Penjaga Hubungan yang Sehat

Di sinilah peran negarawan menjadi krusial. Negarawan adalah mereka yang memahami filosofi negara, struktur ketatanegaraan, dan arah kebijakan jangka panjang. Negarawan tidak selalu harus menjadi pejabat. Ia bisa berada di dalam maupun di luar kekuasaan.
Tugas utama negarawan adalah menjaga agar politik tetap menjadi alat negara, dan pemerintah tetap menjadi pengelola mandat, bukan penguasa negara.
Tanpa negarawan, politik mudah dikuasai oleh logika jangka pendek, sementara pemerintah terjebak dalam kepentingan elektoral dan transaksi kekuasaan.

Aparatur dan Lembaga: Pelayan, Bukan Pemilik

Sekolah Negarawan juga menegaskan pembedaan yang jarang diajarkan secara jelas: lembaga negara berbeda dengan lembaga pemerintah, dan aparatur negara berbeda dengan aparatur pemerintah.
Lembaga negara dibentuk oleh konstitusi untuk menjaga fungsi-fungsi dasar negara. Lembaga pemerintah bekerja di lingkungan eksekutif untuk menjalankan kebijakan. Aparatur negara dan aparatur pemerintah adalah pelaksana profesional mandat rakyat, bukan representasi kekuasaan yang berdiri di atas rakyat.
Ketika pembedaan ini kabur, negara berubah menjadi milik elite birokrasi.

Kesejahteraan sebagai Ukuran Akhir

Seluruh hubungan antara negara, pemerintah, dan politik pada akhirnya harus diukur dengan satu hal: kesejahteraan rakyat. Sejahtera bukan slogan, tetapi kondisi nyata terpenuhinya kebutuhan dasar yaitu sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan.
Jika politik ramai tetapi rakyat tidak sejahtera, maka ada yang salah dalam hubungan ketiganya.

Mengisi Kekosongan Pendidikan Politik

Kerangka hubungan negara, pemerintah, dan politik versi Sekolah Negarawan ini belum pernah diajarkan secara sistematis dalam dunia pendidikan kita. Yang diajarkan adalah hukum positif tanpa filosofi negara, demokrasi prosedural tanpa tujuan, dan politik tanpa etika kenegaraan.
Akibatnya, banyak orang merasa paham politik, tetapi tidak paham negara. Sekolah Negarawan menawarkan satu koreksi nalar: sebelum belajar politik, pahami dulu negara; sebelum berebut jabatan, pahami dulu mandat; dan sebelum bicara demokrasi, pahami dulu tujuan bernegara.
Tanpa itu, politik akan terus kehilangan arah, dan negara akan terus berjalan, tetapi tidak tahu ke mana ia sedang dibawa.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Biaya Politik Tinggi: Demokrasi Dipaksa Bekerja Tanpa Arsitektur Negara
Next Article Penjajahan Modern Fiskal: Rakyat Membayar, Korporasi Berkendara

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

IWPI: Target Pajak 2025 Terancam Gagal, Sistem Tekan Rakyat Tak Pernah Bangun Kepatuhan

December 29, 2025
Pendidikan

Muhaimin Orkestrasi Ribuan Rektor, Partai X: Semoga Lagu yang Dimainkan Bukan Lagu Lama Janji Tanpa Bukti

August 18, 2025
Pemerintah

Operasi Persuasif yang Membuat Rakyat Papua Berjalan Kaki ke Hutan

December 18, 2025
Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyusun model percontohan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui forum
Pemerintah

LAN Susun Kopdes Merah Putih, Partai X: Pastikan Untungkan Desa, Bukan Oligarki!

September 24, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.