By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 27 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Bukan Belanda, Ini Musuh Sebenarnya yang Mengancam Indonesia
Pemerintah

Bukan Belanda, Ini Musuh Sebenarnya yang Mengancam Indonesia

Diajeng Maharani
Last updated: January 27, 2026 8:18 am
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
Stop Salahin Belanda! Ini Musuh Indonesia yang Asli
SHARE

beritax.id – Sering kita dengar narasi kalau kita dijajah selama 350 tahun. Walaupun sekarang pemerintah dan sejarawan mulai merevisi angka itu, ya mungkin karena emang faktanya tidak seluruh nusantara dijajah selama itu. Tapi ada satu hal yang jauh lebih penting untuk kita bicarakan daripada sekadar durasi.

Contents
Paradoks PembangunanSiapa Penjajah Sebenarnya?

Tapi ada satu fakta menarik yang sempat dicatat di buku Max Havelaar. Di situ dibilang, sebenarnya Belanda itu kasih bayaran buat pribumi yang kerja paksa. Masalahnya, uang itu seringkali nggak sampai ke rakyat karena ‘disunat’ atau dikorupsi sama bupati-bupati kita sendiri saat itu.

Cuma, kita nggak akan bahas sejarah panjang lebar di sini. Poinnya adalah, pola ‘orang sendiri makan orang sendiri’ itu ternyata sudah ada dari dulu.

Nah, sekarang pertanyaannya… setelah 80 tahun merdeka, pola itu hilang atau malah makin parah?”

Kerusakan Alam yang Masif

“Coba kita lihat kondisi alam kita sekarang. Kalau dulu kita marah karena kekayaan alam diambil orang asing, sekarang kekayaan alam itu dirusak sama ‘tangan-tangan serakah’ bangsa sendiri.

You Might Also Like

BRI Targetkan 17.701 KPR Subsidi, Partai X: Target Naik, Tapi Rakyat Masih Gigit Jari Cari Rumah Murah!
Cak Nun: Hanya Revolusi Ketatanegaraan Luar Biasa yang Bisa Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Rekam Jejak Harus Diperbaiki!
Pemerintahan Bergaji Publik, Kebijakan Tak Publik

Lihat faktanya. Gunung bukan cuma digunduli, tapi dikupas habis. Di Kalimantan dan Sulawesi contohnya, banjir bandang makin sering terjadi karena hutan yang dulu jadi resapan air, sekarang berubah jadi lubang tambang dan perkebunan sawit. Data dari Global Forest Watch bahkan mencatat kita kehilangan jutaan hektar hutan primer dalam beberapa tahun terakhir.

Belum lagi soal laut. Ingat polemik ekspor pasir laut yang dibuka lagi lewat PP Nomor 26 Tahun 2023? Itu ironis banget. Di saat pulau-pulau kecil kita terancam tenggelam karena krisis iklim, pasirnya malah dikeruk buat memperluas daratan negara tetangga. Nelayan kita makin susah cari ikan, sementara ekosistem laut hancur.

Kerusakannya itu masif dan nyata. Rasanya, level keserakahan zaman sekarang ini udah jauh di atas zaman dulu.

Paradoks Pembangunan

Terus, hasilnya ke mana? Harusnya dengan alam sekaya ini, hidup kita enak. Tapi nyatanya, utang pemerintah sekarang sudah tembus di atas Rp 8.000 triliun. BUMN kebanyakan juga rugi. Bayangin, setiap tahun kita harus bayar bunga utangnya saja ratusan triliun rupiah. Uang yang harusnya bisa dipakai buat pendidikan atau kesehatan gratis, malah habis buat bayar bunga.

Infrastruktur dibangun, iya. Tapi kadang rasanya asal-asalan. Ingat kasus jalan rusak di Lampung yang viral sampai Presiden harus turun tangan? Atau kasus korupsi menara BTS 4G yang nilainya triliunan, tapi barangnya mangkrak di hutan?

Itu bukti nyata. Kenapa bisa gitu? Ya karena mentalitas ‘mencari untung’ tadi. Kualitas dikorbankan, spesifikasi diturunkan, asalkan ‘komisi’ pejabat aman.

Siapa Penjajah Sebenarnya?

Jadi, kalau boleh jujur, definisi ‘penjajah’ hari ini rasanya harus kita ubah. Penjajah itu bukan lagi orang asing yang bawa senjata. Penjajah hari ini adalah pengkhianat bangsa sendiri. Mereka yang sembunyi di balik jabatan, sembunyi di balik seragam dinas, tapi kerjanya mengeruk keuntungan pribadi dari negerinya sendiri.

ingat kasus mega-korupsi tata niaga timah? Kerugian negara, termasuk kerusakan lingkungan yang mereka buat, taksirannya tembus Rp 271 Triliun. Bayangkan, Rp 271 Triliun! Itu angka yang gila banget.

Uang sebanyak itu bisa dipakai membiayai jutaan anak sekolah atau BPJS gratis, tapi malah dimakan segelintir orang. Dan pelakunya siapa? Bukan VOC, tapi kolaborasi pejabat dan pengusaha kita sendiri.

Solusi

Terus solusinya apa? Ganti Presiden? Ganti pejabat? Udah berkali-kali kita ganti orang, tapi polanya sama aja. Kenapa? Karena sistemnya yang membiarkan mereka berkuasa secara ugal-ugalan.

Di negara ini, sistem operasi itu namanya UUD 1945. Dan hari ini, kita butuh update besar-besaran. Kita butuh Amandemen Kelima.

Kenapa Amandemen Kelima ini penting banget? Coba lihat sekarang. Kekuasaan Presiden itu kuat banget (executive heavy). Pengawasan dari DPR seringkali mandul karena mayoritas partai justru masuk koalisi pemerintah. Jadinya bukan check and balances, tapi ‘bagi-bagi kue’.

Akibatnya apa? Undang-undang yang ngerugiin rakyat bisa lolos semalam, pengawas negara jadi ompong, dan konflik kepentingan diwajarkan. Lewat Amandemen Kelima, kita harus pertegas lagi pembatasan kekuasaan. Jangan sampai Presiden punya celah buat jadi ‘Raja’ yang bisa ngatur hukum semaunya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Korupsi Anggaran Pendidikan: Dampak Buruk bagi Generasi Muda
Next Article Korupsi Anggaran Pendidikan: Pengkhianatan Terhadap Masa Depan Bangsa

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Pemerintah

15 Gugatan KUHP Baru ke MK, Hukum Harus Lebih Humanis!

January 27, 2026
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Purbaya Larang Danantara, Partai X: Negara Bukan Bank, Tapi Rakyat yang Terhimpit!

October 28, 2025
Pemerintah

Gaji Kepala Daerah Naik, Partai X: Integritas Tak Bisa Dibeli!

November 22, 2025
Pemerintah

Mengembalikan Fungsi Pemerintah sebagai Pelaksana Amanat Rakyat

November 18, 2025
Ekonomi

27.932 Pegawai BUMN Terima Bansos, Partai X Tanya, Data atau Skema Penyalahgunaan?

August 12, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.