beritax.id – Agenda elit global telah menciptakan sistem ekonomi yang semakin memperkaya segelintir orang di dunia. Melalui kebijakan-kebijakan yang didorong oleh kekuatan besar, seperti lembaga keuangan internasional dan perusahaan multinasional. Kebijakan ekonomi global lebih menguntungkan kelompok kecil daripada masyarakat luas. Meskipun klaim kemajuan dan pembangunan berkelanjutan semakin sering terdengar, kenyataannya justru ketimpangan ekonomi semakin melebar. Dengan sebagian besar kekayaan dunia terkonsentrasi pada tangan beberapa pihak yang semakin kuat. Hal ini menciptakan jurang yang semakin dalam antara yang kaya dan yang miskin, baik di dalam negara maupun antarnegara.
Sistem Ekonomi yang Cenderung Meningkatkan Kesenjangan
Sistem ekonomi yang dibentuk oleh elit global cenderung menguntungkan kelompok-kelompok besar yang sudah memiliki kekuasaan dan finansial. Adapun sistem perdagangan internasional yang diterapkan sering kali memperburuk ketimpangan karena negara-negara berkembang. Adapun yang seharusnya dapat menikmati hasil dari sumber daya alam mereka. Malah terjebak dalam struktur ekonomi yang lebih menguntungkan perusahaan-perusahaan besar. Hal ini menciptakan ketidakadilan sosial dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat bawah yang kesulitan bersaing dengan kekuatan kapitalis global.
Tanggapan Rinto Setiyawan: Tugas Negara untuk Melindungi dan Mengatur Rakyat
Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, dengan tegas mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus hadir untuk melawan ketidakadilan ekonomi yang ditimbulkan oleh agenda elit global ini. Negara harus memastikan bahwa sistem ekonomi nasional berpihak pada kesejahteraan rakyat. Bukan sekadar menguntungkan segelintir orang atau perusahaan besar yang menguasai pasar global.
Solusi untuk Menghadapi Dampak Negatif Agenda Elit Global
- Penguatan Kebijakan Ekonomi Pro-Rakyat
Negara harus fokus pada kebijakan ekonomi yang mendorong pemerataan kekayaan. Hal ini bisa dilakukan dengan memperkuat sektor ekonomi domestik, seperti pertanian, industri lokal, dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Dengan mendukung sektor-sektor ini, negara dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas dan mengurangi ketergantungan pada investasi asing yang sering kali tidak berpihak pada rakyat. - Reformasi Sistem Pajak dan Pembagian Kekayaan
Reformasi sistem pajak yang lebih progresif dapat membantu mengurangi ketimpangan ekonomi. Perusahaan-perusahaan besar dan individu kaya yang memperoleh keuntungan luar biasa dari sistem ekonomi global harus dikenakan pajak yang lebih adil, dan hasil pajak tersebut digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. - Kebijakan Perlindungan Sumber Daya Alam
Negara harus memperjuangkan hak atas sumber daya alam untuk kepentingan rakyatnya, bukan untuk menguntungkan perusahaan multinasional. Ini dapat dilakukan dengan mengatur penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan, yang tidak hanya berfokus pada ekspor, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur domestik dan pemberdayaan masyarakat lokal. - Meningkatkan Keterlibatan dalam Diplomasi Ekonomi Global
Negara perlu lebih aktif dalam diplomasi ekonomi global untuk memperjuangkan kepentingan nasional. Hal ini termasuk negosiasi yang lebih adil dalam perdagangan internasional, pengaturan investasi asing yang lebih selektif, dan perlindungan terhadap pasar domestik dari praktik monopoli yang merugikan masyarakat.
Penutup: Negara Harus Menjadi Pelindung Kepentingan Rakyat
Agenda elit global yang semakin mendominasi sistem ekonomi dunia harus menjadi perhatian serius bagi negara-negara berkembang. Rinto Setiyawan menegaskan bahwa negara harus berfungsi sebagai pelindung rakyatnya, melayani kepentingan rakyat, dan mengatur sistem ekonomi yang lebih adil. Negara harus mampu mengatur kebijakan yang tidak hanya berpihak pada segelintir orang atau korporasi besar, tetapi lebih kepada menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat. Dengan kebijakan yang tepat, ketimpangan yang diciptakan oleh sistem ekonomi global ini bisa diatasi, dan kesejahteraan rakyat dapat menjadi prioritas utama.



