By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 31 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > 3 Bulan Setelah Dikunjungi Tim Sekolah Negarawan, NATO Terancam Pecah
Internasional

3 Bulan Setelah Dikunjungi Tim Sekolah Negarawan, NATO Terancam Pecah

Diajeng Maharini
Last updated: January 15, 2026 4:20 pm
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
Tiga bulan lalu, pada Oktober–Desember 2025, bertepatan dengan kunjungan Sekolah Negarawan saat di Eropa. Rupanya upaya Washington untuk
SHARE

beritax.id – Ketegangan muncul di dalam aliansi NATO setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah kedaulatan Denmark.

Contents
Pernyataan dalam Konferensi Pers Gedung PutihKunjungan Sekolah NegarawanPenegasa Pemerintah Greenland

Pada awal 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengangkat isu kontroversial yang sudah lama mencuat tentang keinginan AS untuk menguasai Greenland, wilayah otonom yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari sekutu NATO, terutama negara-negara Eropa yang menyoroti prinsip kedaulatan dan solidaritas aliansi.

Pernyataan dalam Konferensi Pers Gedung Putih

Trump pada 9 Januari 2026 menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mencari kesepakatan untuk mendapatkan Greenland dan tidak menutup kemungkinan menggunakan cara yang sulit jika upaya damai gagal. Ia menegaskan bahwa AS “akan melakukan sesuatu mengenai Greenland, tidak peduli mereka suka atau tidak”. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers Gedung Putih yang menekankan pentingnya pulau besar di Arktik itu bagi keamanan nasional AS.

Sebelum pernyataan tersebut, Trump juga menempatkan pejabat sebagai special envoy dengan mandat informal untuk “membuat Greenland menjadi bagian dari AS”, tindakan yang langsung memicu kemarahan pemerintah Denmark dan otoritas Greenland karena dianggap merendahkan kedaulatan mereka.

Rencana AS ini bukan hal baru. Trump sudah menyuarakan keinginannya menguasai Greenland sejak beberapa tahun terakhir, bahkan pada tahun 2025 ia menyebut akan menggunakan kekuatan militer jika diperlukan demi mengamankan wilayah strategis tersebut dari pengaruh Rusia dan China. Pernyataan serupa sudah muncul sejak masa jabatan sebelumnya.

Kunjungan Sekolah Negarawan

Tiga bulan lalu, pada Oktober–Desember 2025, bertepatan dengan kunjungan Sekolah Negarawan saat di Eropa. Rupanya upaya Washington untuk meningkatkan keterlibatan di Greenland sudah tampak melalui penunjukan utusan khusus dan diskusi internal tentang opsi-opsi kebijakan. Ini menandai eskalasi dari sekadar pernyataan publik menjadi tekanan diplomatik yang lebih signifikan.

You Might Also Like

Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat dengan Keadilan Substantif Negara
Demokrat Usung Budaya Jadi Ekonomi, Partai X: Jangan Cuma Festival, Tapi Rakyatnya Tetap Miskin!
Demokrasi Tanpa Fondasi: Ketika Rakyat Kehilangan Kendali atas Negara yang Mereka Bangun
KPK Sita Uang Tunai Usai Geledah Kantor Pajak, Tindak Korupsi Tanpa Kompromi

Reaksi tidak hanya datang dari Denmark dan Greenland. Sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Italia, Spanyol dan negara-negara NATO lainnya. Hal ini menegaskan bahwa Greenland adalah milik rakyatnya sendiri dan setiap perubahan status harus menghormati kedaulatan serta integritas teritorial Denmark. Mereka mendorong peningkatan kehadiran NATO di kawasan Arktik sebagai respons terhadap tekanan dari Washington.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat benar-benar melakukan tindakan paksa atau aneksasi terhadap Greenland. Maka hal itu bisa berarti berakhirnya aliansi NATO sebagaimana dikenal saat ini. Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya ketegangan tersebut di mata sekutu Eropa.

“Greenland bukan untuk dijual. Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark dan masa depannya ditentukan oleh rakyatnya sendiri,” ujar Frederiksen.

Penegasa Pemerintah Greenland

Pemerintah Greenland sendiri menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima pengambilalihan oleh AS dalam kondisi apapun dan menegaskan komitmennya terhadap hukum internasional dan kerangka pertahanan NATO. Pernyataan ini semakin memperkuat penolakan internal terhadap rencana Washington.

Isu ini bukan sekadar retorika pemerintahan; implikasinya melibatkan pertahanan kolektif, geopolitik Arktik, serta hubungan transatlantik AS-Eropa. Negara-negara Eropa sedang menyuarakan pentingnya menghormati Piagam PBB dan prinsip kedaulatan, sementara Washington berargumen bahwa kontrol atas Greenland relevan untuk menghadapi persaingan strategis di kawasan tersebut.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui penyelundupan pangan masih marak di berbagai daerah. Komoditas yang diselundupkan Kasus Penyelundupan Pangan Masih Marak, Penegakan Hukum Harus Kuat
Next Article Sekolah Negarawan Tekankan Pemahaman “Negara Salah Desain” dalam Diskusi FISIP UPNVJ–Aktual.com Sekolah Negarawan Tekankan Pemahaman “Negara Salah Desain” dalam Diskusi FISIP UPNVJ–Aktual.com

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Agama

Warga Diminta Waspadai Fanatisme, Partai X Ajak Jaga Persatuan

December 4, 2025
Seputar Pajak

Rakyat Diperas Pajak: Ketimpangan yang Semakin Membesar

February 18, 2026
Seputar Pajak

Pajak Menyengsarakan Rakyat: Sistem Pajak yang Tak Punya Rasa Keadilan Sosial!

February 23, 2026
Pemerintah

UMKM Bertahan Sendiri dalam Negara Rapuh Struktural

January 6, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.