By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 18 July 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Publik Sulit Percaya di Tengah Media Bayaran Pemerintah
Pemerintah

Publik Sulit Percaya di Tengah Media Bayaran Pemerintah

Diajeng Maharini
Last updated: January 15, 2026 12:47 pm
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Kepercayaan masyarakat terhadap informasi publik terus menurun seiring meluasnya praktik media bayaran pemerintah yang menempatkan kontrak komunikasi di atas independensi jurnalistik. Dalam situasi ini, publik semakin sulit membedakan mana berita yang lahir dari kerja verifikasi, dan mana yang merupakan hasil pesanan kekuasaan yang dikemas sebagai fakta.

Di ruang media arus utama dan digital, pola pemberitaan yang seragam dan cenderung memuji kebijakan negara menimbulkan kecurigaan luas. Banyak warga menilai informasi yang mereka terima:

  • Terlalu positif dan tidak proporsional
  • Minim kritik dan evaluasi kebijakan
  • Menghindari isu sensitif yang menyentuh pejabat
  • Lebih mirip promosi daripada laporan jurnalistik

Akibatnya, publik mulai menjaga jarak dari media, bahkan meragukan berita yang benar sekalipun.

Ketika Media Berubah Menjadi Perpanjangan Humas Kekuasaan

Ketergantungan media pada dana pemerintah melalui advertorial, kerja sama publikasi, dan kontrak komunikasi menciptakan konflik kepentingan serius. Dalam kondisi ini:

  • Redaksi enggan menerbitkan liputan kritis
  • Jurnalis menghadapi tekanan halus untuk “menyesuaikan nada”
  • Kepentingan publik dikalahkan oleh kepentingan relasi bisnis

Media tidak lagi sepenuhnya berfungsi sebagai pengawas kekuasaan, melainkan sebagai pengelola citra negara.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Tidak Boleh Merusak Kepercayaan Rakyat

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa krisis kepercayaan ini adalah peringatan serius bagi negara.

You Might Also Like

Ketika Regulasi Menekan, Aturan Tanpa Perlindungan Menjadi Normal
Kartel Penjaga Kekuasaan: Penjaga Stabilitas atau Penghambat Perubahan?
Perpanjangan Izin Tambang Otomatis, Oligarki Kian Mengukuhkan Cengkeramannya
Keterbatasan Demokrasi Elektoral: Hak Memilih Tanpa Hak Menentukan

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika negara justru membiarkan media dibeli dengan anggaran publik, maka negara sedang merusak kepercayaan yang menjadi fondasi hubungan dengan rakyat,” ujar Rinto.

Ia menambahkan:

“Melindungi rakyat berarti melindungi hak mereka atas informasi yang jujur. Melayani rakyat berarti menyampaikan kenyataan, bukan hanya keberhasilan. Mengatur rakyat tidak boleh dilakukan dengan membentuk persepsi secara terselubung.”

Menurutnya, negara yang sehat tidak takut pada kritik dan tidak membutuhkan pujian berbayar.

Dampak Sosial dan Pemerintahan yang Mengkhawatirkan

Menurunnya kepercayaan terhadap media membawa konsekuensi luas:

  • Meningkatnya apatisme kekuasaan
  • Mudahnya masyarakat terpengaruh disinformasi
  • Polarisasi berbasis kecurigaan
  • Melemahnya partisipasi publik dalam pengawasan kebijakan
  • Turunnya legitimasi institusi negara

Ketika rakyat tidak lagi percaya pada informasi resmi, jarak antara negara dan masyarakat semakin melebar.

Solusi: Memulihkan Kepercayaan dan Integritas Informasi

Rinto Setiyawan mendorong langkah konkret untuk menghentikan krisis kepercayaan ini:

1. Transparansi penuh kontrak media pemerintah

Semua kerja sama publikasi wajib diumumkan ke publik.

2. Pemisahan tegas antara iklan negara dan berita

Konten berbayar harus diberi label jelas dan tidak boleh menyerupai produk jurnalistik.

3. Perlindungan terhadap jurnalisme independen

Negara wajib menjamin kebebasan liputan tanpa tekanan ekonomi maupun pemerintahan.

4. Penguatan peran Dewan Pers

Untuk menindak media yang melanggar kode etik dan menyamarkan propaganda sebagai berita.

5. Literasi media nasional

Agar masyarakat mampu mengenali framing, konflik kepentingan, dan manipulasi informasi.

Kepercayaan publik adalah modal utama negara demokratis. Ketika media bayaran pemerintah tumbuh tanpa kendali, yang runtuh bukan hanya reputasi pers, tetapi juga keyakinan rakyat bahwa negara bekerja untuk mereka.

Seperti ditegaskan Rinto Setiyawan, negara yang kuat tidak dibangun dari pujian yang dibeli, melainkan dari kejujuran yang berani diuji oleh kritik rakyatnya sendiri.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Prabowo Gelontorkan Rp805 T untuk Program Prioritas, Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan
Next Article Viral Tanpa Solusi: Jejak Konten Kreator Bayaran

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Ia membeli beras premium demi memberi makanan terbaik bagi keluarganya, namun kenyataannya tidak demikian.
Ekonomi

Beras Premium Oplosan, Partai X: Rakyat Bayar Mahal, Malah Kasih Nasi 

July 14, 2025
Pemerintah

Edukasi Gizi Digalakkan, Partai X: Anak Harus Dapat Hak Layak

November 22, 2025
Anggota DPR Rahayu Saraswati menilai UU TPPO yang berlaku saat ini tidak cukup berpihak pada korban. Menurutnya, UU Nomor 21 Tahun 2007
Pemerintah

Revisi UU TPPO Dibahas DPR, Partai X Serukan Perlindungan Korban Jangan Cuma Ada di Draf, Tapi Nyata di Lapangan!

August 4, 2025
Ekonomi

27.932 Pegawai BUMN Terima Bansos, Partai X Tanya, Data atau Skema Penyalahgunaan?

August 12, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.