By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 17 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ruang Publik Menyempit akibat Media Alat Kekuasaan Pemerintah
Pemerintah

Ruang Publik Menyempit akibat Media Alat Kekuasaan Pemerintah

Diajeng Maharani
Last updated: January 15, 2026 3:52 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
media alat kekuasaan pemerintah
SHARE

beritax.id – Dominasi media alat kekuasaan pemerintah dalam arus informasi nasional kian terasa, membentuk opini publik secara sepihak dan menggeser fungsi pers dari pengawas kebijakan menjadi penguat narasi resmi negara. Dalam kondisi ini, ruang publik yang seharusnya menjadi tempat pertukaran gagasan dan kritik justru menyempit, dipenuhi pesan seragam yang minim perdebatan dan miskin koreksi.

Media idealnya menjadi forum warga untuk menilai dan mengawasi jalannya pemerintahan. Namun ketika kepentingan politik masuk ke ruang redaksi, orientasi pemberitaan berubah:

  • Isu keberhasilan pejabat lebih dominan daripada evaluasi kebijakan
  • Kritik publik dipersempit atau diberi stigma negatif
  • Suara kelompok rentan jarang diangkat
  • Siaran pers resmi dipublikasikan tanpa verifikasi mendalam

Akibatnya, ruang publik tidak lagi mencerminkan keragaman pandangan masyarakat.

Diskusi Publik yang Kehilangan Nafas

Ketika satu narasi mendominasi, kualitas diskusi publik ikut menurun. Perbedaan pendapat dipandang sebagai ancaman stabilitas, bukan sebagai bagian wajar dari demokrasi.

Dampaknya terlihat nyata:

  • Warga enggan menyampaikan kritik
  • Kebijakan berjalan tanpa koreksi berarti
  • Kepercayaan pada media menurun
  • Polarisasi sosial meningkat akibat informasi yang timpang

Demokrasi tetap berjalan secara prosedural, namun kehilangan dinamika dan partisipasi bermakna.

You Might Also Like

Mahasiswa UI Bergerak ke DPR, Partai X: Tuntutan Rakyat Jangan Diabaikan!
Negara Akan Gagal Jika Rakyat Tidak Jadi Poros Utama Kekuasaan
Revisi UU Bencana Mendesak, Partai X Dukung Penguatan BNPB
Kekuasaan Tanpa Kendali Publik: Ancaman Nyata Bagi Masa Depan Bangsa

Tanggapan Prayogi R. Saputra: Negara Tidak Boleh Menyempitkan Suara Rakyat

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menilai praktik menjadikan media sebagai alat kekuasaan sebagai ancaman serius bagi demokrasi.

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika media dijadikan alat kekuasaan, maka negara gagal melindungi hak rakyat untuk mengetahui kebenaran dan gagal melayani kebutuhan mereka akan informasi yang jujur,” tegas Prayogi.

Ia menambahkan:

“Mengatur rakyat tidak boleh dilakukan dengan mengarahkan pikiran mereka lewat pemberitaan sepihak. Negara yang sehat justru membuka ruang kritik agar kebijakan bisa diperbaiki.”

Menurutnya, ruang publik yang sempit adalah tanda negara yang takut pada evaluasi.

Dampak Sistemik bagi Demokrasi

Penggunaan media sebagai alat kekuasaan pemerintah membawa konsekuensi luas:

  • Melemahnya fungsi kontrol sosial
  • Matinya jurnalisme investigatif
  • Normalisasi kebijakan bermasalah
  • Apatisme politik warga
  • Terkikisnya kepercayaan pada institusi negara

Jika dibiarkan, demokrasi berisiko berubah menjadi sekadar rutinitas elektoral tanpa pengawasan nyata.

Solusi: Memperluas Kembali Ruang Publik

Prayogi R. Saputra mendorong langkah-langkah konkret untuk memulihkan fungsi pers dan ruang publik:

1. Transparansi hubungan pemerintah–media

Seluruh kontrak dan kerja sama publikasi harus dibuka ke publik.

2. Pemisahan tegas iklan negara dan berita

Konten berbayar wajib diberi label jelas dan tidak boleh menyerupai produk jurnalistik.

3. Perlindungan hukum bagi jurnalis dan media independen

Negara wajib menjamin kebebasan liputan tanpa tekanan politik maupun ekonomi.

4. Penguatan peran Dewan Pers dan penegakan kode etik

Media yang menyamarkan propaganda sebagai berita harus diberi sanksi profesional.

5. Literasi media bagi masyarakat

Agar publik mampu mengenali manipulasi narasi dan menuntut pemberitaan yang berimbang.

Ruang publik adalah jantung demokrasi. Ketika media dijadikan alat kekuasaan pemerintah, ruang itu menyempit, suara warga melemah, dan kebenaran kehilangan tempatnya.

Seperti diingatkan Prayogi R. Saputra, negara seharusnya berdiri sebagai pelindung rakyat dan penjaga keterbukaan, bukan sebagai pengendali narasi. Demokrasi hanya akan hidup jika media kembali berpihak pada fakta, keberimbangan, dan kepentingan masyarakat luas.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Publik Bingung di Era Konten Kreator Bayaran
Next Article Prabowo Gelontorkan Rp805 T untuk Program Prioritas, Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

Tiket Pesawat Murah, Partai X: Rakyat Masih Mahal, Bukan Sekadar Tiket!

October 20, 2025
Isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo kembali mencuat ke permukaan, menyulut diskursus publik yang tajam.
Pemerintah

Bukan Rakyat, PDIP yang Harus Bertanggung Jawab Atas Ijazah Jokowi?

July 18, 2025
Pemerintah

KPK Umumkan Tersangka Korupsi, Partai X: Hukum Harus Tegak Tanpa Pilih Kasih!

October 22, 2025
Pemerintah

Menjaga Keutuhan Negara di Tengah Gelombang Digital

December 9, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.