By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 15 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Pers Diawasi Kekuasaan, Krisis Kebebasan Pers Nyata
Pemerintah

Pers Diawasi Kekuasaan, Krisis Kebebasan Pers Nyata

Diajeng Maharani
Last updated: January 14, 2026 1:40 pm
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
Pers Diawasi Kekuasaan, Krisis Kebebasan Pers Nyata
SHARE

beritax.id — Krisis kebebasan pers di Indonesia semakin nyata ketika ruang pemberitaan yang seharusnya bebas, independen, dan kritis justru berada di bawah pengawasan atau tekanan kekuasaan. Di tengah narasi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, sejumlah fenomena terbaru menunjukkan bahwa media massa sering kali mengalami pembungkaman melalui tekanan fiskal, kontrol anggaran publikasi, serta intimidasi politis yang berujung pada penyempitan ruang kritik.

Dalam dua tahun terakhir, berbagai kasus yang mencuat ke publik menunjukkan pers Indonesia sedang menghadapi tantangan serius: dari ketergantungan media pada anggaran pemerintah, klaim sensor melalui kontrak kerja sama, hingga tekanan terhadap jurnalis yang mengungkap isu sensitif. Dampaknya, peran pers sebagai pilar keempat demokrasi sebagai pengawas kekuasaan kian melemah.

Kontrol Anggaran dan Ketergantungan Media

Salah satu pola yang semakin terlihat adalah ketergantungan media pada anggaran pemerintah untuk publikasi dan iklan. Ketika sebagian besar pemasukan media berasal dari belanja iklan pemerintah, independensi redaksi sering harus tunduk pada kepentingan pihak yang memberikan anggaran. Hal ini terutama terlihat di media lokal yang menggantungkan hidupnya pada kontrak publikasi dari pemerintah daerah.

Kasus di sejumlah daerah menunjukkan bahwa media yang dikritik pejabat atau membongkar isu publik sensitif justru kehilangan kontrak iklan, sementara media yang netral atau pro-pemerintah justru terus diberi anggaran. Praktik ini menciptakan efek pembungkaman tidak langsung, di mana media cenderung menghindari pemberitaan yang kuat mengkritik pemerintah demi menjaga keberlangsungan finansial.

Sensor Kontraktual dan Klausul yang Melemahkan Kebebasan

Lebih jauh lagi, temuan beberapa kontrak kerja sama publikasi menunjukkan adanya klausul yang secara tidak langsung membatasi kebebasan redaksi—misalnya kewajiban menayangkan berita positif atau “menjaga kehormatan pemerintah daerah”. Klausul semacam ini menempatkan media di posisi sulit: harus memilih antara mempertahankan sumber pendapatan atau menjalankan fungsi jurnalistiknya secara kritis.

Penggunaan klausul semacam ini juga memperkuat kecemasan bahwa kebebasan pers digantikan oleh ketergantungan fiskal, sehingga fungsi kontrol sosial media semakin terkikis.

You Might Also Like

Rapat TNI Hadapi Era Teknologi, Partai X: Jangan Sampai Rakornis Jadi Rutinitas Kosong!
Setop Impor Solar, Partai X: Rakyat Butuh Energi, Bukan Klaim Kekuasaan!
Hak Pilih Rakyat Dianggap Masalah, Kekuasaan Pejabat Dianggap Solusi
Desa Wisata Diandalkan Ekonomi, Partai X: Jalan dan Akses Belum Selesai, Sudah Diharap Jadi Sumber Pemasukan!

Tekanan Hukum dan Intimidasi terhadap Jurnalis

Selain tekanan ekonomi, jurnalis di Indonesia juga menghadapi tekanan hukum dan sosial. Beberapa kasus pelaporan balik terhadap jurnalis yang melakukan investigasi terhadap pejabat publik memperlihatkan bagaimana alat hukum digunakan untuk mempersempit ruang kritik. Ketika penyelidikan atau pelaporan balik dialamatkan kepada jurnalis yang menjalankan tugas publik. Hal ini berpotensi memicu self-censorship karena ancaman hukum yang dipersepsikan.

Tekanan sosial dari kelompok atau aktor juga kerap mempersempit kebebasan berekspresi. Terutama di ranah digital, di mana serangan personal dan narasi terkoordinasi dapat menjadi senjata untuk membungkam kritik yang bermakna.

Erosi Kepercayaan Publik terhadap Media

Kekosongan kebebasan pers ini tidak hanya memengaruhi media itu sendiri, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi media. Ketika pemberitaan dipersepsikan sebagai corong kekuasaan atau ornamen semata, masyarakat akan semakin skeptis terhadap informasi yang disajikan.

Fenomena ini berpotensi menciptakan jurang baru dalam relasi antara negara dan warga. Dimana publik mencari informasi alternatif terkadang tidak akurat melalui media sosial, sementara media profesional kehilangan pengaruhnya.

Solusi: Mengembalikan Kebebasan dan Akuntabilitas

Untuk memperbaiki krisis kebebasan pers dan menguatkan peran media sebagai pilar demokrasi, diperlukan langkah nyata dan berkelanjutan, antara lain:

1. Reformasi Belanja Iklan Pemerintah

Belanja iklan pemerintah pusat dan daerah harus dikelola secara transparan dan independen dari intervensi kekuasaan. Skema pengalokasian dana publikasi wajib mempertimbangkan verifikasi independen (misalnya Dewan Pers) dan tidak boleh memengaruhi isi redaksi.

2. Proteksi Hukum bagi Jurnalis

Negara perlu memperkuat perlindungan hukum bagi jurnalis yang menjalankan tugas investigatif, termasuk melindungi mereka dari pelaporan balik yang bermotif membungkam kritik.

3. Aturan Kontrak yang Melindungi Independensi

Setiap kontrak kerja sama media–pemerintah harus secara eksplisit melarang intervensi editorial dan memastikan kebebasan redaksi tetap terjaga.

4. Penguatan Media Publik Independen

Media publik seperti RRI dan TVRI perlu diperkuat secara institusional agar dapat beroperasi bebas dari tekanan eksekutif, serta menjadi rujukan informasi yang akurat dan independen.

5. Literasi Media untuk Publik

Upaya peningkatan literasi media sangat penting agar masyarakat dapat membedakan antara konten jurnalistik profesional, konten berbayar, dan propaganda digital.

Kesimpulan

Kebebasan pers yang terkikis bukan hanya kehilangan satu pilar demokrasi, tetapi juga menandai runtuhnya mekanisme akuntabilitas yang krusial. Ketika media diawasi dan dikontrol oleh kekuasaan, suara masyarakat menjadi semakin sulit didengar. Untuk itu, memperkuat kebebasan pers bukan sekadar ideal demokrasi, tetapi kebutuhan mendesak untuk keadilan, transparansi, dan akuntabilitas publik di Indonesia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Media Bayaran Indonesia dan Demokrasi yang Dibentuk Narasi
Next Article Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui penyelundupan pangan masih marak di berbagai daerah. Komoditas yang diselundupkan Kasus Penyelundupan Pangan Masih Marak, Penegakan Hukum Harus Kuat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

DME Gantikan LPG, Partai X: Rakyat Masih Kelaparan, Teknologi Digeber!

November 10, 2025
Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar jajaran Kepolisian Republik Indonesia menjadi polisi yang dicintai rakyat.
Pemerintah

Prabowo Ajak Polisi Dicintai Rakyat, Partai X: Jangan Cuma Dicintai Saat HUT, Tapi Ditakuti Sepanjang Tahun!

July 2, 2025
Pemerintah

KUHP Baru, Demokrasi Lama

December 22, 2025
Berita TerkiniPemerintah

Poin-poin Kasus LPEI! Partai X: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

March 8, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.