By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 15 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kekosongan Akuntabilitas dan Erosi Pilar Keempat
Pemerintah

Kekosongan Akuntabilitas dan Erosi Pilar Keempat

Diajeng Maharani
Last updated: January 13, 2026 1:22 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id — Fenomena erosi pilar keempat demokrasi Indonesia kian terlihat bersamaan dengan menguatnya kekosongan akuntabilitas publik. Media yang seharusnya menjadi pengawas kekuasaan justru semakin sulit menjalankan fungsi kritisnya, sementara mekanisme pengawasan formal negara sering berjalan lamban atau tidak transparan. Di tengah maraknya belanja publikasi pemerintah, industri buzzer, serta tekanan ekonomi terhadap perusahaan pers, ruang koreksi terhadap kebijakan negara semakin menyempit.

Contents
Media Melemah, Pengawasan Publik TertundaKetergantungan Media dan Konflik KepentinganDampak Nyata bagi DemokrasiContoh Aktual: Viral Dulu, Bertindak KemudianSolusi: Mengisi Kekosongan Akuntabilitas

Akibatnya, kesalahan kebijakan, dugaan korupsi, hingga kegagalan layanan publik kerap tidak mendapatkan pengawasan memadai sebelum menjadi skandal besar atau viral di media sosial.

Media Melemah, Pengawasan Publik Tertunda

Dalam dua tahun terakhir, berbagai kasus menunjukkan lemahnya peran media arus utama dalam mengawal akuntabilitas. Mulai dari polemik bansos yang tidak tepat sasaran, proyek infrastruktur daerah yang mangkrak, hingga kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada layanan kesehatan dan pendidikan, banyak di antaranya baru mendapat perhatian luas setelah ramai di platform digital.

Kondisi ini memunculkan pola baru: pengawasan tidak lagi digerakkan oleh jurnalisme investigatif, tetapi oleh kemarahan publik di media sosial.

Ketergantungan Media dan Konflik Kepentingan

Tekanan ekonomi membuat banyak media lokal dan nasional menggantungkan pendapatan pada iklan serta kerja sama publikasi pemerintah. Ketergantungan ini menciptakan konflik kepentingan yang serius: media enggan terlalu kritis terhadap lembaga yang menjadi sumber pemasukan mereka.

Dalam praktiknya, isu sensitif seperti dugaan korupsi daerah, proyek strategis nasional bermasalah, atau kebijakan fiskal yang menekan rakyat sering diberitakan secara normatif, tanpa pendalaman atau investigasi lanjutan. Kekosongan inilah yang memperlemah akuntabilitas pejabat publik.

You Might Also Like

Negara Salah Kelola, Utang Membengkak: Saatnya Reformasi Tata Negara
Menurunnya Penerimaan Pajak, Tetapi Defisit Anggaran Tetap Stabil
Dana Dipotong Rp 15 T, Partai X: APBD DKI Tak Cukup Atasi Krisis!
Program MBG Dibanggakan, Partai X: Rakyat Butuh Bukti Bukan Angka

Di sisi lain, ruang digital dipenuhi buzzer dan influencer yang bekerja membentuk persepsi publik. Ketika kritik muncul, narasi sering dialihkan dari substansi kebijakan ke serangan personal, polarisasi, atau isu sampingan.

Alih-alih pejabat diminta menjelaskan kebijakan secara terbuka, perhatian publik dialihkan pada konflik daring. Akuntabilitas berubah menjadi pertarungan opini, bukan pertanggungjawaban berbasis data dan hukum.

Dampak Nyata bagi Demokrasi

Kekosongan akuntabilitas yang terjadi bersamaan dengan erosi pilar keempat membawa dampak serius:

  • Pejabat publik semakin jarang memberi penjelasan substantif.
  • Kesalahan kebijakan jarang dievaluasi secara terbuka.
  • Korupsi dan penyalahgunaan wewenang lebih sulit terdeteksi dini.
  • Kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara dan media menurun.

Demokrasi tetap berjalan secara prosedural, tetapi kehilangan mekanisme koreksi yang sehat.

Contoh Aktual: Viral Dulu, Bertindak Kemudian

Sejumlah peristiwa pada 2024–2025 memperlihatkan pola ini:

  • Kasus layanan publik bermasalah di berbagai daerah yang baru ditangani setelah video warga viral.
  • Dugaan penyimpangan anggaran daerah yang baru diselidiki setelah ramai dibicarakan warganet.
  • Konflik agraria dan lingkungan yang lama tidak diberitakan secara kritis hingga mendapat tekanan digital besar.

Fenomena “No Viral, No Justice” menjadi cermin runtuhnya peran pers sebagai pengawas awal.

Solusi: Mengisi Kekosongan Akuntabilitas

Untuk menghentikan spiral erosi pilar keempat dan memulihkan akuntabilitas publik, diperlukan langkah nyata:

1. Memperkuat independensi media. Reformasi belanja iklan pemerintah agar tidak menjadi alat tekanan kekuasaan terhadap redaksi.

2. Transparansi total kebijakan dan anggaran. Setiap kebijakan strategis dan penggunaan APBN/APBD harus mudah diakses dan diawasi publik.

3. Perlindungan jurnalisme investigatif. Negara harus menjamin keamanan hukum dan fisik jurnalis yang mengungkap penyimpangan.

4. Regulasi konten berbayar. Influencer dan buzzer wajib membuka sumber pendanaan konten pemerintah.

5. Penguatan lembaga pengawas. KPK, BPK, dan ombudsman perlu diberi kewenangan dan sumber daya lebih besar untuk bertindak cepat.

6. Literasi publik. Masyarakat perlu dibekali kemampuan membedakan kritik berbasis data dan propaganda digital.

Ketika media melemah dan opini diperdagangkan, akuntabilitas menguap. Tanpa pilar keempat yang kuat, demokrasi kehilangan remnya. Selama erosi pilar keempat dibiarkan berlangsung, kekosongan akuntabilitas akan terus melebar dan biaya terbesarnya selalu dibayar oleh rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Opini Publik Disetir Konten Kreator Bayaran
Next Article Ketika Pengaruh Dibeli: Konten Kreator Bayaran

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

Indonesia dalam Bayang-Bayang Gejolak Ekonomi

September 1, 2025
Pemerintah

Sumpah Advokat Dibekukan, Partai X: Hukum Jangan Jadi Mainan Pejabat!

November 13, 2025
Dalam salah satu refleksinya, Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) pernah menegaskan bahwa rakyat Indonesia sudah tidak punya jalan keluar
Pemerintah

Cak Nun: Negara “Nggateli”, Hukum Pun Jadi “Nggateli Pol”! Saatnya Reformasi Tata Negara Total

July 3, 2025
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku tidak mengetahui soal dugaan korupsi pengadaan makanan tambahan bagi bayi dan ibu hamil.
Ekonomi

Korupsi Makanan Bayi dan Ibu Hamil, Partai X: Kalau Anak dalam Kandungan Saja Dijarah, Di Mana Hati Nurani Penguasa

July 25, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.