By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 14 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Erosi Pilar Keempat Saat Media Bergantung pada Pemerintah
Pemerintah

Erosi Pilar Keempat Saat Media Bergantung pada Pemerintah

Diajeng Maharani
Last updated: January 13, 2026 3:43 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id — Fenomena erosi pilar keempat demokrasi kian nyata ketika media massa, yang seharusnya menjadi pengawas kekuasaan, justru semakin bergantung secara finansial pada negara. Dalam periode 2024–2025, lanskap pers Indonesia ditandai oleh pergeseran peran media dari penjaga kepentingan publik menjadi mitra tidak resmi pemerintah melalui skema belanja iklan dan kontrak publikasi. Kondisi ini menciptakan konflik kepentingan struktural yang melemahkan fungsi kontrol sosial dan mengaburkan batas antara informasi publik dan propaganda.

Contents
Media Abal-abal dan Bancakan Anggaran PublikDampak pada Publik: Informasi Disanitasi dan Hilangnya AkuntabilitasRekomendasi dan Solusi Struktural

Berbagai dokumen kerja sama antara pemerintah daerah dan media menunjukkan munculnya klausul “menjunjung tinggi kehormatan pemerintah daerah” yang dalam praktiknya sering ditafsirkan sebagai larangan kritik. Kontrak semacam ini telah ditemukan di sejumlah daerah, termasuk Kapuas, Pariaman, dan Palu, dan berujung pada pemutusan kerja sama jika media menurunkan laporan tentang korupsi, infrastruktur rusak, atau kegagalan layanan publik.

Ketergantungan ekonomi ini dipertegas oleh realitas industri pers yang tertekan. Dewan Pers sendiri menyatakan bahwa banyak media berada dalam kondisi “tidak baik-baik saja” akibat disrupsi digital, sehingga belanja iklan pemerintah menjadi sumber pendapatan utama. Akibatnya, pengawasan berubah menjadi paradoks: media yang seharusnya mengawasi penggunaan APBD/APBN justru hidup dari anggaran yang sama.

Media Abal-abal dan Bancakan Anggaran Publik

Masalah semakin kompleks dengan menjamurnya “media abal-abal” yang tidak terverifikasi Dewan Pers namun memperoleh kontrak publikasi. Di Kabupaten Sidrap, misalnya, sejumlah media daring tidak terverifikasi tercatat menerima aliran dana APBD. Sementara kriteria pemilihannya tidak transparan dan diduga melibatkan kolusi dengan pejabat daerah. Praktik ini melanggar regulasi administrasi pers sekaligus membuka ruang “kickback” dan manipulasi narasi.

Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga mengungkap penyimpangan serius, seperti kasus kelebihan bayar belanja publikasi sebesar Rp 813 juta di Kabupaten Jepara pada 2024–2025. Serta aliran dana ratusan juta rupiah kepada media pro-pemerintah dalam kasus Dinas Kominfo Manggarai. Bahkan penangkapan KPK di Pekanbaru turut menyingkap bahwa pos anggaran publikasi kerap menjadi bagian dari skema korupsi daerah.

Dampak pada Publik: Informasi Disanitasi dan Hilangnya Akuntabilitas

Ketika media terkooptasi, publik menerima informasi yang telah “disanitasi”: seremonial, advertorial, dan minim kritik. Kekosongan fungsi pengawasan ini kemudian diisi oleh konten kreator dan buzzer. Sering kali memproduksi kegaduhan emosional tanpa solusi kebijakan konkret. Kombinasi antara media bayaran dan pasukan buzzer digital menciptakan ruang publik yang terpolarisasi, bising, namun miskin akuntabilitas.

You Might Also Like

Pemerintah Bayaran: Antara Jabatan, Upah, dan Kesadaran Moral
RI Punya Energi Pengganti LPG, Partai X: Hebat, Tapi Kenapa Rakyat Masih Ngeluh Gas Langka?
Singapura Ajak Jaga Laut Kita, Partai X: Jangan-jangan Mereka yang Lebih Serius dari Pemerintah Sendiri!
Fraksi Gerindra Aktifkan Sara, Partai X: Jangan Cuma Aktivasi Nama!

Studi kasus bencana di Sumatra pada akhir 2025 memperlihatkan dampak langsungnya: media arus utama lamban dan minim kritik pada fase awal krisis. Sementara pejabat tinggi justru meminta pemberitaan dibatasi demi menjaga citra pemerintah. Analisis big data menunjukkan jurang besar antara kemarahan publik di media sosial dan nada pemberitaan media massa.

Rekomendasi dan Solusi Struktural

Untuk menghentikan spiral erosi pilar keempat, sejumlah langkah struktural mendesak dilakukan:

  1. Reformasi total belanja iklan pemerintah
    Dana publikasi harus dikelola melalui mekanisme independen atau “blind trust”. Dengan kriteria berbasis verifikasi Dewan Pers dan jangkauan audiens, bukan kedekatan. Kontrak harus secara eksplisit melarang intervensi redaksional.
  2. Penindakan pidana terhadap korupsi media
    Kasus media abal-abal dan mark-up anggaran publikasi perlu diperlakukan sebagai korupsi strategis oleh KPK dan kejaksaan. Karena merugikan keuangan negara sekaligus merusak demokrasi.
  3. Penguatan media publik independen
    RRI dan TVRI perlu dijamin independensinya dari eksekutif. Serta didukung menjadi rujukan jurnalisme solusi yang tidak bergantung pada iklan pemerintah atau algoritma viralitas.
  4. Transparansi afiliasi konten kreator
    Setiap konten berbayar pemerintah wajib diberi label terbuka agar publik dapat membedakan opini organik dari propaganda.

Tanpa reformasi ini, Indonesia berisiko terjebak dalam apa yang oleh para peneliti disebut sebagai “demokrasi seolah-olah”: pers tetap ada, tetapi bisu. Suara rakyat ramai, namun tak pernah benar-benar didengar.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Fakta Ditekuk, Inilah Media Bayaran Indonesia
Next Article Media Bayaran Indonesia di Era Kekuasaan Transaksional

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan menyatakan Indonesia mendorong penyelesaian damai konflik AS-Iran.
Internasional

RI Dorong Perundingan AS-Iran, Partai X: Jangan Jadi Penengah Global, Kalau Masalah Dalam Negeri Masih Dibiarkan!

June 24, 2025
Pemerintah

Dulu Diperketat, Sekarang Dilenturkan? Partai X: Aturan Penerapan TKDN Jangan Jadi Yo-Yo Kebijakan!

April 10, 2025
Pemerintah

Menghidupkan Pancasila Sebagai Sistem Operasi Bangsa

October 24, 2025
Sosial

Aturan Tiket Pesawat Mau Diubah? Partai X: Harga Naik, Layanan Tetap Turbulensi!

May 23, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.