By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Saturday, 31 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kontrol Narasi Menguat, Ruang Publik Semakin Mengecil
Pemerintah

Kontrol Narasi Menguat, Ruang Publik Semakin Mengecil

Diajeng Maharani
Last updated: December 16, 2025 1:38 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Ruang publik di Indonesia kian terasa menyempit. Bukan karena masyarakat kehabisan pendapat, melainkan karena kontrol atas narasi semakin menguat. Kritik kebijakan kerap dipandang sebagai gangguan stabilitas, sementara suara warga dipersempit dengan berbagai dalih dari etika, ketertiban, hingga ancaman hukum.

Dalam beberapa waktu terakhir, publik menyaksikan pembubaran diskusi, pelaporan warga atas ekspresi pendapat di media sosial, hingga pemanggilan aktivis dan akademisi karena kritik kebijakan. Pasal-pasal karet dalam regulasi digital dan hukum pidana kembali digunakan, bukan untuk melindungi warga, tetapi untuk membungkam suara yang tidak sejalan.

Alih-alih membuka dialog, respons yang muncul justru mempersempit ruang partisipasi.

Narasi Resmi vs Realitas Warga

Pemerintah kerap menyampaikan narasi keberhasilan pembangunan dan stabilitas. Namun ketika warga menyampaikan pengalaman berbeda soal ekonomi, lingkungan, atau layanan publik narasi tandingan itu sering dianggap mengganggu.

Ketika negara hanya nyaman dengan cerita versinya sendiri, ruang publik berubah dari tempat dialog menjadi arena satu arah.

Dampak Sosial: Takut Bicara, Apatis Menguat

Kontrol narasi yang berlebihan melahirkan ketakutan. Warga memilih diam, bukan karena setuju, tetapi karena takut. Dalam jangka panjang, ini memicu apatisme pemerintah dan melemahkan pengawasan publik dua hal yang justru berbahaya bagi demokrasi.

You Might Also Like

Wartawan Suara Rakyat, Partai X: Pers Merdeka Tanda Negara Sehat!
Pemerintah Bayaran dalam Negara Rapuh Struktural
Negara Bukan Rezim dan Pemerintah Bukan Penguasa
Penyampaian Surat Penetapan Masih Bermasalah, Pemerintah Diminta Perjelas Aturan untuk Kepastian Hukum Wajib Pajak

Negara mungkin terlihat tenang, tetapi ketenangan itu rapuh karena dibangun di atas pembungkaman.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Jangan Takut pada Suara Rakyat

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa penyempitan ruang publik adalah alarm serius bagi demokrasi.

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Melindungi berarti melindungi hak bersuara, melayani berarti mau mendengar kritik, dan mengatur bukan berarti membungkam,” ujar Rinto.

Ia mengingatkan bahwa kritik adalah bentuk partisipasi, bukan ancaman.

Risiko Jangka Panjang: Demokrasi Prosedural Tanpa Substansi

Jika kontrol narasi terus dibiarkan, demokrasi akan menyusut menjadi sekadar prosedur—pemilu tetap ada, tetapi suara rakyat tak lagi bermakna. Ketika ruang publik mengecil, kebijakan kehilangan koreksi, dan kesalahan berulang tanpa evaluasi.

Negara yang alergi kritik sedang berjalan menuju krisis kepercayaan.

Solusi: Perluasan Ruang, Bukan Pembatasan Suara

Untuk memulihkan kepercayaan dan memperkuat demokrasi, langkah-langkah berikut perlu ditempuh:

  • Hentikan penggunaan pasal karet untuk membungkam kritik
    Hukum harus melindungi warga, bukan menakuti.
  • Buka ruang dialog publik yang setara dan aman
    Kritik harus dijawab dengan argumen, bukan represi.
  • Perbaiki komunikasi kebijakan yang transparan dan partisipatif
    Agar narasi negara diuji oleh realitas warga.
  • Lindungi kebebasan akademik, pers, dan berekspresi
    Sebagai pilar demokrasi yang tak boleh dikompromikan.
  • Libatkan masyarakat sipil dalam perumusan kebijakan
    Supaya kebijakan lahir dari pengalaman nyata, bukan sekadar citra.

Penutup: Negara Kuat Tidak Takut Kritik

Kontrol narasi mungkin menciptakan ketertiban semu, tetapi ruang publik yang hidup adalah fondasi negara yang sehat. Kritik bukan musuh pemerintah, melainkan cermin untuk memperbaiki diri.

Jika negara ingin benar-benar kuat, maka yang perlu diperluas bukan kontrol melainkan keberanian untuk mendengar suara rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Revisi UU PA untuk Kekuasaan, Bukan untuk Keadilan
Next Article Pemerintah Marah Dikritik, Warga Marah Hidupnya Sulit

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Insentif Pajak Global dan Ketimpangan Ekonomi yang Kian Melebar

January 30, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Purbaya Janji Defisit APBN Nol, Stabilitas Ekonomi Harus Dijaga!
Ekonomi

Purbaya Janji Defisit APBN Nol, Stabilitas Ekonomi Harus Dijaga!

January 12, 2026
Pemerintah

Larangan Kepala Daerah Keluar Wilayah hingga 2026, Publik Harap Pelayanan Tidak Ditelantarkan

December 10, 2025
Pemerintah

Obat Mahal, BPOM Gandeng TNI, Partai: Negara Sakit Apa Solusinya Selalu Militer?

May 22, 2025
Ekonomi

Buruh Tolak Rumus UMP Baru, Partai X: Upah Harus Layak untuk Hidup Manusiawi!

November 12, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.