By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 30 November 2025

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Sistem Pemerintahan Rusak karena Pejabat Tak Mau Diatur
Pemerintah

Sistem Pemerintahan Rusak karena Pejabat Tak Mau Diatur

Diajeng Maharani
Last updated: November 28, 2025 11:09 am
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

beritax.id – Sistem pemerintahan hanya bisa berjalan dengan baik jika semua pihak tunduk pada aturan yang sama. Namun di banyak kasus, kerusakan sistem justru terjadi karena pejabat tidak mau diatur oleh regulasi yang mereka buat sendiri. Mereka menempatkan diri sebagai pengecualian, seolah-olah hukum dibuat untuk rakyat, bukan untuk penguasa.

Ketika pejabat merasa kebal aturan, sistem yang seharusnya menjaga negara dari penyimpangan menjadi hampa. Tidak ada struktur pemerintahan yang bisa bertahan jika para pemegang kuasanya menempatkan diri di atas hukum.

Kekuasaan Tanpa Pengawasan Adalah Sumber Kerusakan

Kekuasaan bukan masalah. Yang menjadi persoalan adalah kekuasaan tanpa mekanisme pengawasan. Ketika pejabat menolak diatur, menolak dievaluasi, dan menolak dikritik, mereka menciptakan ruang gelap yang menjadi tempat subur bagi penyalahgunaan. Dari ruang seperti itu lahir skandal, korupsi, manipulasi, dan keputusan yang merugikan rakyat.

Kekuasaan yang tidak mau dibatasi akan selalu mencari cara untuk melampaui batas. Inilah penyebab sistem pemerintahan memburuk: pejabat tidak ingin diatur, tetapi ingin mengatur semuanya.

Kesalahan Fundamental: Pemerintah Dipersonalisasi sebagai Negara

Kerusakan sistem kerap berakar dari kesalahpahaman mendalam: pemerintah dianggap sebagai negara itu sendiri. Padahal pemerintah hanyalah pelaksana sementara, bukan pemilik negara. Ketika pejabat menyamakan dirinya dengan negara, mereka menolak aturan karena merasa berhak melakukan apa saja.

Dalam struktur negara modern, negara harus lebih kuat daripada pemerintah. Jika pejabat menjadi lebih kuat dari institusi yang mengawasinya, maka sistem akan runtuh secara perlahan.

You Might Also Like

Mayjen Rizal Jadi Bos Bulog, Partai X: UU TNI Dilanggar Diam-diam, Negara Tak Mau Tunduk pada Aturan Sendiri!
Trump Batasi Visa Negara Muslim! Partai X: Jangan Biarkan Warga RI Jadi Korban Kebijakan Sepihak!
Kolegium Kemenkes Berbahaya, Partai X: Jangan Biarkan Pasien Jadi Korban!
Dividen Terselubung: Cara Nakal Biar Gak Bayar Pajak? Yuk Bedah Faktanya!

Kedaulatan Rakyat Digeser oleh Ego Kekuasaan

Kedaulatan seharusnya dipegang oleh rakyat. Pemerintah hanya menjadi alat untuk menjalankan kehendak rakyat. Namun ketika pejabat tidak mau diatur, berarti mereka tidak menghormati sumber kekuasaan itu sendiri. Mereka mengambil alih kedaulatan rakyat dan mengubahnya menjadi kekuasaan personal.

Kedaulatan yang berpindah dari rakyat ke pejabat adalah lampu merah bagi negara. Itulah titik ketika sistem mulai retak, dan retakan kecil itu bisa menghancurkan fondasi bangsa.

Pancasila Tidak Bisa Dijalankan Jika Pejabat Kebal Aturan

Pancasila mengajarkan bahwa kekuasaan harus dijalankan melalui prinsip kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan sosial. Namun nilai-nilai itu tidak bisa hidup jika pejabat tidak mau diatur. Sila ke-4 menekankan permusyawaratan, tetapi bagaimana musyawarah bisa berjalan jika pejabat tidak mau dikritik?

Ketika pejabat menjauhi nilai-nilai Pancasila, maka kebijakan yang lahir tidak akan membawa keadilan. Pancasila hanya akan menjadi simbol upacara, bukan pedoman hidup bernegara.

Sistem Rusak Menghasilkan Negara yang Tidak Efektif

Pemerintahan yang sehat membutuhkan proses yang terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun ketika pejabat menolak aturan, seluruh sistem menjadi tidak efektif. Birokrasi berjalan lambat, penegakan hukum melemah, dan pengambilan keputusan hanya mempertimbangkan kepentingan.

Akibatnya, rakyat tidak mendapatkan layanan publik yang layak, pembangunan berjalan tidak merata, dan ketidakpuasan sosial meningkat. Ini adalah harga mahal dari pejabat yang tidak mau diatur.

Solusi: Membangun Sistem yang Lebih Kuat dari Pejabatnya

Untuk mencegah kerusakan sistem pemerintahan, dibutuhkan langkah-langkah fundamental seperti yang tertuang dalam prinsip dan solusi dalam lampiran:

  1. Musyawarah Kenegarawanan Nasional. Empat pilar bangsa harus menyusun ulang desain kekuasaan agar pejabat tidak bisa lagi menghindari pengawasan.
  2. Amandemen UUD agar kedaulatan kembali sepenuhnya ke tangan rakyat. Pejabat hanya menjalankan mandat, bukan memonopoli negara.
  3. Pemisahan tegas antara negara dan pemerintah. Agar pejabat tidak bisa mengklaim negara sebagai miliknya.
  4. Reformasi hukum berbasis kepakaran. Hukum harus menegakkan aturan secara menyeluruh, termasuk terhadap pejabat.
  5. Digitalisasi birokrasi untuk menutup celah penyimpangan. Semakin sedikit ruang manual, semakin kecil peluang pejabat bermain kuasa.
  6. Pemurnian nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman operasional. Pancasila harus menjadi filter setiap kebijakan, bukan dekorasi.
  7. Pendidikan moral untuk generasi muda. Agar budaya kekuasaan yang menghindari aturan tidak diwariskan ke masa depan.

Pejabat Harus Diatur Agar Negara Selamat

Sistem pemerintahan bukan rusak karena rakyat, tetapi karena pejabat yang tidak mau diatur. Negara akan kuat jika pejabat tunduk pada aturan, bukan sebaliknya. Hanya ketika kekuasaan dibatasi, dipantau, dan diarahkan oleh kehendak rakyat, barulah negara bisa berjalan dengan benar.

Kerusakan sistem bisa dihentikan asal pejabat kembali pada fungsi mereka: pelayan rakyat, bukan pemilik kekuasaan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Hakim Pajak: Spesialis Tanpa “Dokter Umum”?
Next Article Restitusi Pajak Ditangguhkan, Partai X Tekankan Akuntabilitas Penggunaan Dana

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Kriminal

Satpol PP Cabuli Anak, Partai X: Siapa Lindungi Rakyat Kalau Penegak Malah Pelaku?

May 13, 2025
Pemerintah

Prabowo Naikkan Gaji ASN, Partai X: Gaji Rakyat Tetap Tak Naik!

September 19, 2025
Pemerintah

Rakyat Kehilangan Kerja, Negara Kehilangan Arah, Partai X Tagih Janji Pemulihan yang Tak Pernah Tiba!

May 7, 2025
Kolaborasi Arion Dan Enygma, Partai X Dukung Digitalisasi Untuk Pelayanan Publik Yang Efektif Dan Transparan
Teknologi

Kolaborasi Arion Dan Enygma, Partai X Dukung Digitalisasi Untuk Pelayanan Publik Yang Efektif Dan Transparan

July 24, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.