By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 21 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Pemerintah Bayaran
Pemerintah

Pemerintah Bayaran

Diajeng Maharani
Last updated: October 22, 2025 3:18 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia
Anggota Majelis Tinggi Partai X
Wakil Direktur Sekolah Negarawan X Institute

Ketika Benteng Menatap ke Arah yang Salah

Contents
Benteng yang Harus Dirobohkan: Psikologi Kekuasaan FeodalMeruntuhkan Benteng dalam Kepala

Di depan Benteng Vredeburg yang kokoh, Cak Nun pernah melontarkan pertanyaan sederhana namun mengguncang:

“Benteng itu dulu membentengi siapa dari ancaman siapa?”

Pertanyaan itu membuka tabir kesadaran yang lebih dalam: bahwa dalam sejarah kekuasaan, benteng sering kali bukan untuk melindungi rakyat, tetapi untuk melindungi penguasa dari rakyat.

Dan ironinya, dalam negara modern pun, pola pikir itu masih hidup, bahkan diperkuat oleh kekuasaan yang menganggap rakyat sebagai ancaman, bukan sebagai tuan.

Pemerintah Bayaran: Dari Pelayan Menjadi Pengawas

You Might Also Like

Komisi II Dukung Prabowo Soal Pejabat Langgar UU, Partai X: Mundur Bagus, Tapi Jangan Cuma Jadi Wacana Impunitas Baru!
20 Juta Penerima MBG, Partai X: Kalau Bantuan Jadi Andalan, Tanda Gagal Sejahterakan Warga!
DPR Dorong Perhatian ke Nelayan, Partai X: Nelayan Butuh Aksi, Bukan Janji!
MoU ANTARA-Kemenko Polkam, Partai X: Informasi untuk Rakyat, Jangan Cuma Pejabat!

Cak Nun menegaskan:

“Ada negara dengan rakyat menggaji pemerintah untuk membentengi keamanan hidup dan kerja mereka, tapi rakyat malah diancam.”

Inilah yang ia sebut sebagai “pemerintah bayaran.”
Pemerintah yang seharusnya bekerja karena mandat rakyat, malah mengawasi rakyat seolah mereka sumber masalah.
Fokus berpikirnya bukan lagi “awas kalau ada yang mengancam rakyat,” melainkan “rakyat adalah ancaman.”
Dan ketika rakyat bersuara, tongkat sakti Kiai Perppu siap diayunkan, hukum dijadikan alat represi, bukan perlindungan.

Fenomena ini adalah distorsi total terhadap kontrak sosial. Pemerintah yang digaji dari pajak rakyat semestinya menempatkan dirinya sebagai pelindung, bukan pengawas. Tetapi kini, paradigma itu terbalik: rakyat harus tunduk, sementara penguasa bebas mengatur tanpa rasa bersalah.

Benteng yang Harus Dirobohkan: Psikologi Kekuasaan Feodal

Sikap pemerintah bayaran lahir dari mentalitas feodal yang masih bercokol di sistem modern.
Benteng Vredeburg hanyalah simbol, karena yang lebih berbahaya adalah benteng dalam pikiran pejabat: benteng ketakutan terhadap rakyat.
Mereka takut kritik, takut kehilangan kuasa, takut terbuka, seolah rakyat yang berani bersuara adalah pemberontak.

Padahal, rakyatlah yang membayar gaji mereka.
Rakyatlah yang memberi mandat.
Rakyatlah yang seharusnya dilayani, bukan dicurigai.

Dalam logika yang sehat, pemerintah adalah karyawan publik, bukan penjaga gerbang kekuasaan. Negara yang menakuti rakyat adalah negara yang kehilangan legitimasi moral.

Negara Sebagai Sistem Pelayanan, Bukan Pengendalian

Rancangan sistem kenegaraan baru menempatkan rakyat sebagai pemilik kedaulatan, sementara pemerintah hanyalah operator profesional yang bekerja berdasarkan kontrak sosial.
Konsep ini sejalan dengan gagasan Cak Nun: negara harus diatur, bukan mengatur; pemerintah harus bekerja, bukan berkuasa.

Sebuah pemerintahan yang beradab tidak membangun benteng dari batu dan senjata, tapi dari kepercayaan dan transparansi.
Ia tidak menakuti rakyat dengan pasal karet, tapi melindungi mereka dengan keadilan.
Ia tidak menganggap kritik sebagai serangan, tapi sebagai koreksi.

Negara yang benar adalah negara yang berdiri di atas rasa aman rakyatnya, bukan rasa takut pemerintahnya.

Meruntuhkan Benteng dalam Kepala

“Pemerintah bayaran” bukan sekadar istilah sindiran. Ia adalah peringatan keras bahwa birokrasi yang lupa diri akan berubah menjadi alat pengendali rakyat, bukan alat pelindung rakyat.
Sudah saatnya benteng itu diruntuhkan, bukan dengan kekerasan, tapi dengan kesadaran baru bahwa kekuasaan hanyalah perpanjangan tangan dari kedaulatan rakyat.

Pemerintah boleh digaji tinggi, tapi yang membayar tetap rakyat. Dan karena itu, rakyat berhak menegur, memanggil, bahkan mengganti mereka kapan saja.

Sebab dalam republik yang sehat, pemerintah bukanlah penguasa, melainkan bayaran rakyat yang bekerja menjaga kehidupan mereka dengan setia.

📄 Catatan Penulis:
Tulisan ini merupakan refleksi atas kritik sosial dan spiritual Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) tentang relasi terbalik antara rakyat dan pemerintah,  bahwa negara yang beradab adalah negara di mana kekuasaan bekerja untuk rakyat, bukan melawan mereka.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Aturan Turunan UU Pariwisata, Partai X: Pastikan Lindungi Rakyat!
Next Article Uang Koruptor Rp13T untuk LPDP, Partai X: Dana Rakyat Harus Kembali ke Pendidikan!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

IWPI: Terkait Coretax, Luhut ‘Lawan’ perintah Presiden Prabowo?

June 13, 2025
Ekonomi

Impor Beras 364.300 Ton, Partai X Soroti Ketergantungan Ekspor-Impor

December 2, 2025
Stimulus uang muka atau downpayment (DP) nol persen untuk pembelian rumah subsidi lewat KPR FLPP akan berlanjut pada 2026
Ekonomi

DP Rumah Nol Persen Dilanjutkan 2026: Partai X Ingatkan, Jangan Jadikan Rakyat Kelinci Uji Coba Skema Gagal!

July 31, 2025
Pemerintah

MPR Tegaskan Komitmen Transisi Energi, Partai X: Harus Adil bagi Rakyat!

November 12, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.