beritax.id– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa hingga 14 Januari 2026, terdapat 432.637 pengaduan masyarakat terkait scam yang diterima melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC). Dari jumlah tersebut, OJK berhasil memblokir lebih dari 397.000 rekening yang terkait dengan laporan tersebut.
Friderica Widyasari Dewi, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, mengungkapkan bahwa scam ini telah menyebabkan kerugian sebesar Rp 9,1 triliun, sementara OJK berhasil menyelamatkan dana sebesar Rp 432 miliar.
Tantangan dalam Penanganan Scam
Friderica menjelaskan bahwa sebaran laporan scam terbanyak berasal dari Pulau Jawa, dengan lebih dari 303.000 laporan. Modus-modus penipuan yang dilaporkan antara lain penipuan transaksi belanja, panggilan palsu, penipuan investasi, penipuan kerja, dan penipuan dengan iming-iming hadiah.
Namun, OJK juga menghadapi tantangan besar dalam menangani lonjakan jumlah pengaduan yang mencapai sekitar 1.000 laporan per hari. Angka ini tiga hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Kondisi ini menunjukkan tingginya eskalasi kejahatan penipuan di Indonesia.
Pentingnya Keamanan Ekonomi untuk Masyarakat
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam konteks ini, pemerintah harus memperkuat sistem keamanan ekonomi untuk melindungi masyarakat dari ancaman scam yang semakin berkembang pesat.
Prayogi menegaskan bahwa sistem keuangan dan transaksi digital harus memiliki perlindungan yang lebih ketat. Penipuan dan kejahatan digital yang terjadi dengan cepat menunjukkan betapa pentingnya peningkatan kecepatan dan efektivitas dalam menanggapi pelaporan dan mengamankan dana masyarakat yang terancam. Negara harus memastikan bahwa seluruh sektor yang terlibat dalam transaksi digital dapat berkolaborasi untuk menangani masalah ini secara efektif.
Prinsip Partai X dalam Keamanan Ekonomi dan Perlindungan Konsumen
Prinsip Partai X menekankan pentingnya perlindungan terhadap rakyat, terutama dalam menghadapi ancaman kejahatan ekonomi seperti scam dan penipuan. Negara harus berperan aktif dalam memperkuat regulasi dan sistem pengawasan untuk memastikan keamanan transaksi keuangan, baik dalam dunia nyata maupun digital.
Partai X juga mendorong pemerintah untuk memperkuat literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai jenis penipuan. Edukasi yang baik akan membantu masyarakat untuk lebih waspada dan menghindari terjebak dalam kejahatan yang dapat merugikan ekonomi pribadi mereka.
Solusi dari Partai X untuk Keamanan Ekonomi yang Lebih Baik
Partai X mengusulkan agar pemerintah memperkenalkan sistem peringatan dini untuk mendeteksi aktivitas scam dan penipuan yang berkembang pesat. Selain itu, Partai X mendukung peningkatan kerja sama antar lembaga dan sektor untuk memperkuat pengawasan terhadap transaksi digital dan memastikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.
Selain itu, Partai X juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan pelatihan dan pengetahuan kepada aparat penegak hukum mengenai penanganan kejahatan digital. Ini akan mempercepat proses penanggulangan dan penyelesaian kasus scam, serta meminimalkan kerugian yang dialami oleh masyarakat.
Laporan OJK mengenai tingginya angka pengaduan scam dan kerugian yang dialami masyarakat menunjukkan bahwa perlindungan ekonomi bagi rakyat harus diperkuat. Negara harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengamankan transaksi digital dan mempercepat penanganan laporan penipuan. Partai X mendukung penuh upaya untuk meningkatkan keamanan ekonomi dengan memperkuat regulasi, edukasi, dan kerjasama antar sektor, demi melindungi rakyat dan menjaga kestabilan ekonomi.



