beritax.id — Sistem pengadaan elektronik (e-procurement) yang diterapkan untuk transparansi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak sepenuhnya mencegah penyalahgunaan anggaran. Meskipun LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) dirancang untuk meningkatkan transparansi, persekongkolan kartel tetap terjadi di luar sistem. Para kontraktor sering kali mengatur siapa yang akan memenangkan tender.
Modus “arisan tender” ini melibatkan kelompok kontraktor yang menyepakati siapa yang akan menang, sementara yang lain sengaja membuat penawaran tinggi agar gugur. Hal ini menciptakan ilusi persaingan sehat, padahal proyek sudah dipilih sebelumnya. Meski sistem pengadaan elektronik seharusnya mengurangi potensi kecurangan, manipulasi administrasi di luar platform digital tetap marak.
Kasus Korupsi di Proyek Infrastruktur
Salah satu contoh nyata adalah proyek jalan yang mengalami penyalahgunaan anggaran besar. Di Bengkalis, proyek jalan terhenti di tengah jalan meskipun seluruh anggaran telah dicairkan. Laporan kemajuan yang diterima oleh pengawas menunjukkan kemajuan penuh, namun kenyataannya, proyek fisik tidak sesuai dengan yang dilaporkan. Penyalahgunaan ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan masih kurang efektif meski ada pengadaan elektronik.
Solusi untuk Menutup Celah Penyalahgunaan Anggaran
Untuk mengatasi penyalahgunaan anggaran, beberapa langkah perlu diterapkan:
- Penerapan Pengawasan Lebih Ketat pada Proyek
Pemerintah perlu melakukan audit yang lebih mendalam dengan pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan bahwa laporan pengadaan sesuai dengan hasil fisik. - Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan Transparansi
Sistem e-procurement dan e-budgeting perlu dikembangkan untuk memudahkan monitoring secara real-time dan mengurangi kemungkinan manipulasi. - Sanksi yang Lebih Tegas dan Jangka Panjang
Pemberian sanksi yang lebih tegas kepada pelaku korupsi, termasuk pengembalian dana yang disalahgunakan, serta hukuman yang lebih berat. - Pendidikan dan Pembenahan Sistem Birokrasi
Membekali pejabat negara dengan pengetahuan tentang integritas dan akuntabilitas serta mendorong perubahan mentalitas di birokrasi.
Sistem pengadaan elektronik dapat meningkatkan transparansi, namun celah-celah penyalahgunaan anggaran tetap ada. Dengan audit yang lebih ketat, transparansi digital, dan sanksi tegas, Indonesia dapat meminimalkan penyalahgunaan dan memastikan dana negara digunakan untuk kepentingan rakyat.



