beritax.id — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kebijakan penyerapan gabah semua kualitas memberi keuntungan besar bagi petani nasional. Kebijakan tersebut diatur melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025 terkait harga pembelian gabah.
Menteri Pertanian menjelaskan kebijakan any quality membuat petani memperoleh keuntungan hingga Rp132 triliun secara nasional. Negara disebut mengalami potensi kehilangan Rp77 miliar, namun manfaat bagi petani dinilai jauh lebih besar.
Amran menegaskan kebijakan ini menaikkan harga gabah sekaligus menjaga semangat produksi petani di berbagai daerah. Menurutnya, tanpa kebijakan tersebut, petani berisiko merugi karena gabah rusak tidak terserap pasar.
Kebijakan Any Quality dan Keberpihakan Negara
Kebijakan penyerapan gabah semua kualitas menunjukkan keberpihakan negara terhadap petani sebagai produsen pangan utama. Negara hadir memastikan hasil panen terserap, tanpa diskriminasi mutu yang merugikan petani.
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menilai kebijakan ini sejalan tugas negara. Prayogi mengingatkan tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat secara adil.
Menurut Prayogi, petani harus dilindungi dari fluktuasi pasar yang kerap merugikan mereka saat panen raya. Negara tidak boleh membiarkan petani menanggung risiko sendiri akibat kebijakan yang tidak berpihak.
Perspektif Prinsip Partai X
Partai X memandang negara terdiri dari wilayah, rakyat, dan pemerintah yang menjalankan kewenangan secara transparan.
Pemerintah bukan pemilik negara, melainkan pelayan rakyat yang diberi mandat menjalankan kebijakan.
Dalam konteks pangan, rakyat khususnya petani adalah pemilik kedaulatan produksi nasional. Kebijakan pangan harus memastikan kesejahteraan petani, bukan hanya stabilitas angka makro.
Partai X menegaskan kesejahteraan berarti terpenuhinya kebutuhan dasar, termasuk pangan dan penghasilan layak. Jika petani sejahtera, ketahanan pangan nasional akan semakin kuat dan berkelanjutan.
Catatan Kritis terhadap Implementasi
Partai X menilai kebijakan any quality harus disertai pengawasan distribusi dan transparansi pelaksanaan. Tanpa pengawasan, kebijakan berpotensi disalahgunakan oleh tengkulak atau oknum tertentu.
Prayogi menegaskan negara wajib mengatur mekanisme serapan agar tepat sasaran dan berkeadilan. Pengaturan tersebut penting agar manfaat kebijakan benar-benar diterima petani, bukan perantara.
Solusi Partai X untuk Ketahanan Pangan
Partai X mendorong reformasi tata kelola pangan berbasis transparansi dan akuntabilitas publik. Negara perlu membangun sistem digital serapan gabah untuk memutus rantai manipulasi data.
Partai X juga mendorong penguatan peran negara sebagai penjamin harga wajar bagi petani. Kebijakan pangan harus dirancang oleh negarawan, bukan sekadar pejabat berorientasi angka.
Melalui prinsip melindungi, melayani, dan mengatur rakyat, negara wajib memastikan petani tidak dikorbankan. Kebijakan any quality harus menjadi langkah awal menuju sistem pangan adil dan berkelanjutan.



