By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 19 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Sekolah Negarawan Menyiapkan Kepala Negara, Partai Politik Menyiapkan Pelaksana Pemerintahan
Pemerintah

Sekolah Negarawan Menyiapkan Kepala Negara, Partai Politik Menyiapkan Pelaksana Pemerintahan

Diajeng Maharani
Last updated: January 19, 2026 8:00 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan

beritax.id – Salah satu kekeliruan paling mendasar dalam praktik politik Indonesia adalah menyamakan semua jenis kepemimpinan. Kepala negara, kepala pemerintahan, dan pejabat publik diperlakukan seolah lahir dari proses yang sama: mesin partai politik. Padahal, dalam negara yang sehat, tidak semua pemimpin memiliki fungsi, peran, dan mandat yang sama.

Contents
Di sinilah pentingnya membedakan peran Sekolah Negarawan dan partai politik.Negara Kehilangan Penjaga Nilai

Di sinilah pentingnya membedakan peran Sekolah Negarawan dan partai politik.

Sekolah Negarawan hadir untuk menyiapkan kepala negara, figur penjaga kedaulatan rakyat, arah bangsa, dan nilai konstitusional. Sementara partai politik secara kodrati memang bertugas menyiapkan pelaksana pemerintahan, mereka yang menjalankan roda kekuasaan sehari-hari atas mandat rakyat. Perbedaan ini bukan kosmetik, melainkan prinsipil.

Dalam analogi rumah tangga kenegaraan, rakyat adalah pemilik rumah. Negara adalah rumah bersama. Kepala negara berfungsi sebagai kepala keluarga, penjaga nilai, aturan hidup, dan keselamatan seluruh penghuni. Adapun kepala pemerintahan dan pejabat publik berperan sebagai asisten rumah tangga, yakni pelaksana teknis yang dipekerjakan untuk mengurus kebutuhan operasional rumah demi kepentingan pemiliknya.

Sekolah Negarawan tidak mendidik politisi untuk menang pemilu. Ia mendidik negarawan, mereka yang memahami bahwa kekuasaan bukan tujuan, melainkan amanah. Dalam kerangka Sekolah Negarawan, negarawan dibangun di atas empat pilar penjaga kedaulatan rakyat.

Pertama, kaum intelektual. Mereka berperan menjaga rasionalitas negara. Intelektual memastikan kebijakan negara berdiri di atas pengetahuan, nalar ilmiah, dan pertimbangan jangka panjang, bukan sekadar popularitas atau kepentingan sesaat.

Kedua, kaum rohaniawan. Pilar ini menjaga dimensi moral dan etika publik. Rohaniawan tidak dimaksudkan membawa negara ke arah sektarian, melainkan memastikan bahwa kekuasaan tidak tercerabut dari nilai keadilan, kemanusiaan, dan tanggung jawab spiritual.

You Might Also Like

Demokrasi Digital Dihantui Krisis Kebebasan Pers
Biaya Demokrasi Dianggap Mahal, Kekuasaan Dianggap Wajar
Komisi I Desak Coast Guard, Partai X Kritik Penegakan Hukum Laut
3 Bulan Setelah Dikunjungi Tim Sekolah Negarawan, NATO Terancam Pecah

Ketiga, kaum budayawan. Budayawan berfungsi sebagai penjaga jati diri bangsa. Mereka mengingatkan bahwa kemajuan tidak boleh memutus akar sejarah, kearifan lokal, dan kepribadian nasional. Negara tanpa budaya mudah terseret arus global tanpa arah.

Keempat, TNI dan Polri. Dalam kerangka negarawan, TNI/Polri diposisikan sebagai penjaga negara dan kedaulatan rakyat, bukan alat politik. Disiplin, loyalitas pada konstitusi, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa menjadi kontribusi utama pilar ini.

Keempat pilar tersebut membentuk negarawan yang berdiri di atas dan di luar kepentingan partai politik. Mereka tidak bekerja dalam logika elektoral, tetapi dalam logika keberlangsungan negara.

Negara Kehilangan Penjaga Nilai

Sebaliknya, partai politik tetap memiliki peran penting dan sah: menyiapkan kepala pemerintahan dan pejabat publik. Partai melatih kadernya mengelola kekuasaan, menyusun kebijakan, bernegosiasi, dan menjalankan pemerintahan. Namun peran ini bersifat operasional dan temporer, bukan penentu arah kedaulatan.
Masalah muncul ketika partai politik melampaui fungsi tersebut, ketika ia bukan hanya mencetak pelaksana, tetapi juga mengklaim posisi sebagai pemilik negara. Di titik inilah negara kehilangan penjaga nilai, dan rakyat kehilangan pelindung struktural.

Opini ini bukan seruan anti-partai. Ini adalah seruan penempatan peran yang tepat. Sekolah Negarawan dan partai politik harus berjalan berdampingan, bukan saling menggantikan. Yang satu menyiapkan penjaga kedaulatan dan arah negara, yang lain menyiapkan pelaksana pemerintahan yang bekerja untuk rakyat.

Jika Indonesia ingin menjadi negara yang matang dan berdaulat, maka pendidikan kepemimpinan harus dibedakan dengan jelas. Negarawan tidak cukup dilahirkan oleh mesin partai, dan pejabat tidak boleh disalahpahami sebagai pemilik negara.

Rakyat adalah pemilik rumah. Negara adalah rumah bersama. Kepala negara menjaga arah dan nilai rumah itu. Pemerintahan mengurus pekerjaan sehari-hari. Ketika setiap peran ditempatkan secara benar, barulah negara bekerja untuk rakyat, bukan sebaliknya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Demokrasi Melemah di Era Media Bayaran Pemerintah
Next Article Fenomena media bayaran pemerintah kian menonjol dalam lanskap pers Indonesia. Di tengah tekanan ekonomi industri media dan banjir Publikasi Berbayar, Kritik Menghilang: Media Bayaran Pemerintah

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Wamendagri Minta Daerah Terapkan HAM, Pengelolaan Pemerintahan Harus Lindungi Hak Rakyat

December 10, 2025
Pemerintah

Hakim Terima Suap Divonis 11 Tahun, Partai X Desak Reformasi Hukum

December 5, 2025
Pemerintah

Ketika Negara Ingat Tujuannya, Kesejahteraan Rakyat Pasti Utama

November 24, 2025
Pemerintah

Komisaris BUMN Mahal, Partai X: Rakyat Butuh Pekerjaan, Bukan Gaji Fantastis!

October 23, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.