By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 16 September 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Internasional > Sekolah Negarawan Menjahit Benang Merah Kebangsaan di ‘Ibukota’ Eropa: Refleksi dari Masjid Indonesia Belgia
Internasional

Sekolah Negarawan Menjahit Benang Merah Kebangsaan di ‘Ibukota’ Eropa: Refleksi dari Masjid Indonesia Belgia

Diajeng Maharini
Last updated: September 16, 2026 8:25 am
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

Oleh: Tim Delegasi Sekolah Negarawan

beritax.id – SINT-PIETERS-LEEUW, BELGIA – Ketika mendengar nama Brussel, bayangan yang melintas di benak kebanyakan orang adalah kemegahan Parlemen Eropa atau ketatnya penjagaan markas NATO. Namun, pada September 2025 lalu, delegasi Sekolah Negarawan menemukan pusat gravitasi yang berbeda, sebuah oase spiritual dan intelektual di kawasan Sint-Pieters-Leeuw, Brussel Selatan. Di tempat itulah berdiri tegak Masjid Indonesia pertama di Belgia, sebuah bangunan yang menyimpan narasi panjang tentang keuletan diaspora dan teguhnya simpul kebangsaan di negeri orang.

Dipimpin oleh Direktur Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta didampingi CEO Enygma Solusi Negeri Erick Karya, kami melangkah memasuki pekarangan masjid yang sejuk. Lokasinya berdampingan secara harmonis dengan katedral di Domain Coloma, menyajikan visualisasi nyata dari toleransi tingkat tinggi. Pertemuan kami hari itu diisi dengan diskusi mendalam selama nyaris tiga jam bersama Ustadz Bakhtiar Hasan, Ph.D., biostatistikawan sekaligus Syuriah PCINU Belgia.

Dari perbincangan gayeng tersebut, terkuak sejarah berdirinya masjid ini. Bukan hasil donasi tunggal seorang konglomerat, melainkan jerih payah kolektif masyarakat Indonesia yang bermukim di Eropa, disokong oleh dukungan moral dan jaringan dari PBNU. Menyadari hal ini, kami merenungkan sebuah filosofi dasar: bahwa seorang pemimpin tidak boleh hanya melihat hasil akhir, melainkan harus memahami proses kolektif di baliknya. Masjid ini adalah monumen gotong-royong, karakter paling otentik dari bangsa kita.

Diskusi bersama Ustadz Bakhtiar melampaui sekat-sekat ritual keagamaan. Kami berdialektika tentang isu-isu kebangsaan terkini dan keberlanjutan lingkungan. Sebagai seorang ilmuwan, Ustadz Bakhtiar memberikan komparasi analitis antara tata kehidupan di Belgia dan Indonesia. Bagaimana Eropa menangani isu ruang publik, ekologi, dan jaminan sosial dibedah secara kritis, lalu dihadapkan pada realitas pembangunan di tanah air. Ini adalah asupan intelektual yang berharga bagi pembentukan mindset para calon negarawan.

Erick Karya turut memberikan sorotan dari sisi teknokratis. Penataan masjid yang selaras dengan kawasan asri Coloma memberikan pelajaran berharga tentang pembangunan fasilitas yang menghormati ekologi lokal. Sementara itu, bagi Rinto Setiyawan, keberadaan masjid di episentrum pengambilan keputusan Eropa ini membuktikan bahwa diplomasi soft power tidak melulu harus dijalankan oleh kedutaan besar. Komunitas diaspora, melalui aktivitas sosial-keagamaannya, telah menjadi duta bangsa yang sangat efektif.

Melalui lawatan ini, Sekolah Negarawan membawa pulang sebuah konklusi penting. Mencetak calon pemimpin yang tangguh mengharuskan mereka untuk terhubung dengan akar-akar ke-Indonesia-an di manapun akar itu tumbuh. Masjid Indonesia di Belgia bukan sekadar tempat sujud; ia adalah episentrum pertukaran gagasan, tempat di mana identitas kebangsaan terus dirawat dan diperkaya oleh wawasan global, tepat di jantung benua biru.

You Might Also Like

Benarkah Tuntutan 17+8 Tak Akan Pernah Dipenuhi?
Di Atas Tanah Kaya, Rakyat Menonton Kekayaan
Permusyawaratan Rakyat adalah Kebijakan “Keluarga”, Bukan Arena Menang dan Kalah
Pemerintah Pegang Pedang Menjaga Keamanan, Rakyat Berhak Merasakan Ketenteraman

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Negara sebagai Hardware: Membongkar Cara Pandang Keliru terhadap Negara dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1
Next Article Harmoni Nusantara di Jantung Eropa: Sekolah Negarawan Membedah Peran Masjid Indonesia di Brussel

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Internasional

Kerja Sama Tambang Indonesia-Australia: Partai X Bilang ‘Rakyat Pemilik Bus, Tapi Sopir Jual Kursi ke Negeri Kanguru!

May 5, 2025
Pemerintah

Saat Kekuasaan Melampaui Batas, Pembagian Ranah Kekuasaan Diuji

July 20, 2026
Ketua Banggar DPR Said Abdullah menyarankan pemerintah segera mencari pasar alternatif. Langkah ini diambil pasca Presiden AS Donald Trump
Internasional

Tarif Trump Bikin Panik, Partai X: Cari Pasar Baru Lagi, Tapi Produk Kita Masih Itu-Itu Saja!

July 11, 2025
Pemerintah

Korupsi, Bencana, dan Ketidakadilan Negara Indonesia: Semuanya Bagian dari Program Pembangunan

January 5, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.