By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 21 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Proyek Siluman Indonesia dan Patologi Birokrasi yang Mengakar
Pemerintah

Proyek Siluman Indonesia dan Patologi Birokrasi yang Mengakar

Diajeng Maharani
Last updated: January 20, 2026 4:19 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id — Proyek siluman Indonesia terus memperlihatkan sisi kelam pengelolaan anggaran negara yang merugikan rakyat. Secara administratif, proyek-proyek ini tampak sah dan telah mengikuti prosedur yang ada. Namun, kenyataan di lapangan sering kali menunjukkan bahwa hasilnya jauh dari yang diharapkan: kualitas buruk, anggaran yang terbuang, dan tidak sedikit yang hanya tercatat di atas kertas. Fenomena ini mencerminkan patologi birokrasi yang sudah mengakar dalam sistem pengelolaan keuangan negara.

Proyek Siluman: Definisi dan Karakteristik

Proyek siluman merujuk pada proyek yang secara administratif lengkap, tetapi tidak pernah terlaksana sebagaimana mestinya. Modus operandi ini sering kali melibatkan pengaturan anggaran dan dokumentasi yang rapi, namun hasilnya jauh dari kualitas yang dijanjikan. Seringkali proyek ini dilaksanakan dengan kualitas rendah atau bahkan terhenti sebelum selesai, sementara anggaran telah habis diserap.

Karakteristik Utama Proyek Siluman:

  • Administrasi Rapi, Hasil Nihil: Secara administratif, proyek ini tercatat sah, namun di lapangan, manfaatnya tidak ada atau sangat minim.
  • Kualitas yang Diberikan Tidak Sesuai: Proyek seringkali diselesaikan dengan material yang lebih murah atau tidak sesuai dengan perencanaan.
  • Keuangan Negara Terbuang: Anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini seringkali menghilang begitu saja tanpa memberikan hasil yang nyata.

Patologi Birokrasi: Akarnya Terletak pada Struktur yang Buruk

Sistem birokrasi yang ada cenderung tidak mampu mengawasi dengan efektif, menciptakan celah bagi praktik korupsi dan penyalahgunaan anggaran. Ketika para pejabat lebih mementingkan administrasi yang benar di atas kertas ketimbang kualitas proyek di lapangan, kerugian besar bagi rakyat pun tak terhindarkan.

Penyebab Utama Patologi Birokrasi:

  • Kurangnya Pengawasan: Pengawasan yang terlambat atau lemah memungkinkan proyek siluman terus berkembang tanpa terdeteksi.
  • Penyalahgunaan Prosedur: Banyak pejabat yang menyalahgunakan prosedur administratif untuk mengalokasikan anggaran ke proyek yang tidak memberikan hasil.

Dampak Langsung pada Rakyat

Proyek siluman berdampak langsung pada kualitas hidup rakyat. Infrastruktur yang tidak selesai, pendidikan yang terhambat, dan layanan publik yang tidak optimal merupakan beberapa contoh dampak negatif dari proyek-proyek ini. Akhirnya, anggaran yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat justru terkuras untuk keuntungan segelintir pihak.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Reforma Pengawasan Anggaran

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menyampaikan keprihatinannya mengenai praktik proyek siluman yang terus terjadi. Rinto mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dengan adanya proyek siluman, negara gagal memenuhi ketiga tugas tersebut.

You Might Also Like

Alih Lahan Sawit Ancam Pangan, Partai X Minta Negara Hadir
Prabowo Tegakkan Kedaulatan, Partai X: Pengusaha Serakah, Rakyat Tertindas!
Buruh Diajak Syukuri Kenaikan UMP, Upah Harus Layak Hidup!
UMKM Bertahan Sendiri dalam Negara Rapuh Struktural

“Keadaan ini mencerminkan patologi birokrasi yang sudah mengakar. Proyek-proyek yang terkesan sah pada dasarnya telah merugikan negara dan rakyat. Pemerintah harus segera mengambil langkah untuk menutup celah pengelolaan anggaran ini dan memastikan bahwa setiap dana publik digunakan sesuai tujuan,” kata Rinto Setiyawan.

Solusi untuk Menanggulangi Proyek Siluman

1. Digitalisasi Pengawasan Anggaran

Penerapan sistem e-budgeting dan e-procurement yang lebih ketat dapat membantu memperkecil celah bagi terjadinya penyalahgunaan anggaran. Melalui sistem digital yang transparan, setiap perubahan dalam anggaran akan tercatat dan dapat dengan mudah diawasi.

2. Peningkatan Kapasitas Pengawasan Internal

Peningkatan kapasitas Inspektorat dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap proyek-proyek yang dibiayai dengan anggaran negara. Selain itu, penting untuk memperkuat independensi pengawasan untuk mencegah intervensi dari pihak yang berkepentingan.

3. Sanksi Tegas bagi Pelaku Korupsi

Pemerintah perlu mengimplementasikan sanksi tegas bagi pejabat dan kontraktor yang terlibat dalam proyek siluman. Mekanisme pemulihan aset atau asset recovery bisa dijadikan langkah preventif untuk menutup celah terjadinya korupsi.

Krisis dalam pengelolaan anggaran dan maraknya proyek siluman menuntut reformasi serius di sektor birokrasi. Negara harus menjalankan tugasnya untuk melindungi dan melayani rakyat, bukan sekadar mengatur administrasi yang kosong. Jika negara gagal menutup celah penyalahgunaan anggaran ini, maka pembangunan dan kesejahteraan rakyat akan tetap terhambat. Pemerintah harus bertindak tegas untuk mengembalikan anggaran negara kepada rakyat yang seharusnya menerima manfaatnya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Tata Kelola Buruk dan Proyek Siluman Indonesia yang Menyengsarakan Rakyat
Next Article Agenda Isu Global dan Kepentingan Pejabat yang Menyembunyikan Kenyataan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Sosial

Iuran BPJS Dihapus, Partai X: Kesehatan Bukan Kemewahan, Tapi Hak Rakyat!

October 13, 2025
Sosial

Bunda Literasi Diharap Ubah Minat Baca, Partai X: Jangan Cuma Ganti Gelar, Tapi Kosong Isi!

May 8, 2025
Pemerintah

Legislator PDIP Gaji Rp100 Juta/Bulan, Partai X: Rakyat Bisa Makan Apa Dulu Kalo Mereka Dapat Segitu?

August 14, 2025
Pemerintah

Amien Rais Marah pada Bayangannya Sendiri: Jokowi–Luhut–Sri Mulyani Hanya Menyusuri Jalan yang Ia Buka

November 5, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.