By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 8 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Potret Pertumbuhan Ekonomi: Runtuhnya Daya Beli Rakyat
Ekonomi

Potret Pertumbuhan Ekonomi: Runtuhnya Daya Beli Rakyat

Diajeng Maharani
Last updated: January 7, 2026 11:36 am
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id — Potret pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali dipoles dengan narasi optimistis. Angka Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh, inflasi disebut terkendali, dan stabilitas makro diklaim terjaga. Namun di balik data tersebut, realitas yang dirasakan masyarakat justru berbanding terbalik: daya beli rakyat kian runtuh, konsumsi melemah, dan tekanan hidup semakin berat. Pertumbuhan yang dipamerkan di atas kertas gagal menjelma menjadi kesejahteraan di kehidupan sehari-hari.

Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai laporan menunjukkan sinyal yang konsisten. Deflasi dan inflasi rendah muncul bukan karena harga makin terjangkau, melainkan karena masyarakat menahan belanja. Di saat yang sama, gelombang pemutusan hubungan kerja di sektor padat karya, stagnasi upah, serta meningkatnya pekerjaan informal mempersempit ruang ekonomi rumah tangga.

Pertumbuhan Tanpa Konsumsi yang Kuat

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini lebih banyak digerakkan oleh sektor-sektor padat modal seperti komoditas, perbankan, dan aktivitas keuangan. Sektor ini mampu mendongkrak angka PDB, tetapi tidak menyerap tenaga kerja secara luas. Sebaliknya, sektor yang menopang daya beli rakyat—industri manufaktur, UMKM, dan jasa berbasis konsumsi—justru mengalami tekanan.

Akibatnya, konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama ekonomi nasional melemah. Rakyat tetap bekerja, tetapi penghasilannya tidak cukup untuk menjaga standar hidup yang layak.

Biaya Hidup Naik, Pendapatan Tertinggal

Runtuhnya daya beli tidak terjadi dalam ruang hampa. Harga pangan bergejolak, biaya pendidikan dan kesehatan meningkat, serta beban perumahan dan transportasi terus naik. Dalam situasi pendapatan yang stagnan, rumah tangga terpaksa mengurangi kualitas konsumsi, menguras tabungan, bahkan menambah utang demi bertahan hidup.

Fenomena ini menjadi alarm bahwa pertumbuhan ekonomi tidak berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan mayoritas rakyat.

You Might Also Like

Pertamina Janji Kooperatif, Partai X: Baru Seret Satu Nama, Padahal Minyaknya Sudah Bocor Bertahun-tahun!
Sekolah Negarawan Paparkan Konsep Tata Kelola Negara di Konferensi Internasional Belanda
Sri Mulyani Bertemu Menkeu AS, Partai X Teriak Tarif Naik Rakyat Menjerit!
Pemimpin dan Negara: Menegakkan Batasan Kekuasaannya dalam Sistem Demokrasi

Ilusi Pemulihan Ekonomi

Mengandalkan pertumbuhan ekonomi berbasis angka tanpa memperhatikan daya beli masyarakat berisiko menciptakan ilusi pemulihan. Ekonomi terlihat pulih di data, tetapi rapuh di fondasi sosialnya. Ketika daya beli runtuh, stabilitas ekonomi jangka panjang pun terancam karena konsumsi domestik kehilangan tenaga penggeraknya.

Situasi ini menegaskan adanya jurang antara klaim kebijakan dan realitas sosial.

Solusi: Memulihkan Daya Beli sebagai Inti Pertumbuhan

Untuk keluar dari jebakan pertumbuhan semu, diperlukan perubahan arah kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat, antara lain:

  1. Menjadikan daya beli rakyat sebagai indikator utama keberhasilan ekonomi, bukan sekadar pertumbuhan PDB.
  2. Mendorong penciptaan kerja layak dan stabil, khususnya di sektor padat karya dan UMKM produktif.
  3. Mengendalikan biaya hidup esensial, terutama pangan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
  4. Menahan kebijakan fiskal yang menekan konsumsi, seperti kenaikan pajak konsumsi di tengah daya beli yang melemah.
  5. Memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

Potret pertumbuhan ekonomi seharusnya diukur dari isi dompet rakyat, bukan sekadar grafik dan persentase. Selama daya beli terus runtuh, klaim pemulihan ekonomi hanyalah cerita di atas kertas jauh dari realita kehidupan masyarakat Indonesia.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Stabilitas Makro di Atas, Kerentanan Sosial Indonesia di Bawah
Next Article Potret Pertumbuhan Ekonomi: Angka Makro Positif, Buruh Hidup dari Upah ke Upah

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

BUMN Adakan Mudik Gratis? Partai X Sebut Ada Agenda Terselubung!

March 6, 2025
Pemerintah

KPK Luruskan Narasi, Partai X: Kerugian Negara atau Kerugian Rakyat?

October 9, 2025
Ekonomi

Prabowo Ungkap Kerugian Judi Online, Partai X: Negara Harus Bertindak Tegas!

November 4, 2025
Pemerintah

UU TPKS Sulit Diterapkan, Partai X: Pemahaman Lemah Karena Komitmennya Setengah Hati!

June 12, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.