By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 9 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Pertumbuhan Ekonomi Semu dan Ilusi Kesejahteraan
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Semu dan Ilusi Kesejahteraan

Diajeng Maharani
Last updated: January 8, 2026 12:19 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id — Pertumbuhan ekonomi semu kembali menjadi gambaran utama pembangunan ekonomi Indonesia hari ini. Angka pertumbuhan diumumkan positif, inflasi diklaim terkendali, dan stabilitas makro terus dipromosikan sebagai tanda kesejahteraan. Namun di balik deretan data tersebut, kehidupan rakyat justru menunjukkan cerita berbeda: daya beli melemah, biaya hidup meningkat, dan rasa aman ekonomi semakin menipis. Kesejahteraan yang dijanjikan berubah menjadi ilusi.

Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai pemberitaan memperkuat paradoks ini. Deflasi dan inflasi rendah terjadi bukan karena harga makin terjangkau, melainkan karena masyarakat menahan belanja. Di saat yang sama, pemutusan hubungan kerja di sektor padat karya, meluasnya kerja kontrak dan informal, serta stagnasi upah menjadi fenomena yang kian sering muncul. Ekonomi tumbuh di statistik, tetapi kesejahteraan tidak hadir di kehidupan nyata.

Tumbuh di Angka, Mandek di Kehidupan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini banyak ditopang oleh sektor padat modal seperti komoditas, keuangan, dan aktivitas berbasis pasar finansial. Sektor-sektor ini mampu menjaga angka pertumbuhan dan stabilitas pasar, tetapi dampaknya terhadap penciptaan kerja layak dan peningkatan pendapatan rakyat sangat terbatas.

Sebaliknya, sektor manufaktur, UMKM, dan jasa berbasis konsumsi yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat justru mengalami tekanan berat akibat biaya tinggi, lemahnya permintaan, dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak.

Ilusi Kesejahteraan di Tengah Biaya Hidup Naik

Narasi kesejahteraan semakin terasa ilusif ketika biaya hidup terus meningkat. Harga pangan bergejolak, biaya pendidikan dan kesehatan naik, perumahan semakin sulit dijangkau, dan kebutuhan transportasi kian mahal. Dalam kondisi pendapatan riil yang stagnan, rumah tangga terpaksa berhemat ekstrem, mengorbankan tabungan, bahkan menurunkan kualitas hidup.

Kondisi ini menunjukkan bahwa inflasi rendah dan pertumbuhan positif tidak otomatis berarti hidup menjadi lebih layak.

You Might Also Like

Kalau Negara Melayani Rakyat, Mengapa Banyak Rakyat Tak Terlayani?
Delapan Sifat Pemimpin Ala Prabowo, Partai X: Tambahkan Satu Lagi, Yakni Tunduk pada Konstitusi!
Buruh Aksi Tuntut RUU Ketenagakerjaan, Partai X: Rakyat Butuh Aksi Nyata!
BBM Langka, Warga Jember Antre, Partai X Soroti Pemerintah Gagal Pastikan Energi untuk Kehidupan Dasar!

Rakyat sebagai Penyangga Sistem

Dalam situasi fiskal yang menantang, rakyat kerap dijadikan penyangga utama stabilitas ekonomi. Ketergantungan pada pajak konsumsi, penyesuaian tarif layanan publik, dan minimnya perlindungan pendapatan membuat beban penyesuaian ekonomi dipikul oleh rumah tangga. Stabilitas makro dijaga, tetapi ketahanan sosial dikorbankan.

Model pembangunan semacam ini menciptakan pertumbuhan yang tampak kuat di atas kertas, namun rapuh di fondasi kehidupan masyarakat.

Solusi: Mengakhiri Pertumbuhan Semu

Untuk keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi semu dan ilusi kesejahteraan, diperlukan perubahan arah kebijakan yang lebih adil dan membumi, antara lain:

  1. Menjadikan kesejahteraan rakyat dan daya beli sebagai indikator utama keberhasilan ekonomi, bukan sekadar pertumbuhan dan inflasi.
  2. Mengalihkan fokus pertumbuhan ke sektor padat karya dan bernilai tambah, yang mampu menciptakan kerja layak dan pendapatan stabil.
  3. Mengendalikan biaya hidup esensial, terutama pangan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
  4. Mengurangi ketergantungan pada pajak konsumsi, serta memperkuat sistem perpajakan yang progresif dan berkeadilan.
  5. Memperkuat perlindungan sosial dan kepastian kerja, agar rakyat tidak terus menjadi korban penyesuaian ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi yang sejati bukan yang sekadar terlihat di statistik, melainkan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari rakyat. Selama kesejahteraan masih menjadi ilusi, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap semu tumbuh di angka, tetapi gagal menghadirkan keadilan dan kemakmuran yang nyata.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Potret Pertumbuhan Ekonomi: Biaya Naik, Pajak Naik
Next Article Kementerian Dalam Negeri Wajibkan BPBD, Keselamatan Rakyat Harus Prioritas!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Untuk Siapa Kemerdekaan Bila Rakyat Tak Berkuasa?

November 24, 2025
kekerasan di sekolah anak sd kelas 6 dianiaya
Kriminal

Siswa SD Diduga Dianiaya, Polisi Usut: Partai X Serukan, Kekerasan Sekolah Bukan Kasus Biasa, Tapi Darurat Sosial!

June 2, 2025
Pemerintah

Soal Komisaris BUMN, Partai X: Jangan Tunggu Ditangkap, Bongkar yang Kebal Hukum!

July 18, 2025
Pemerintah

Pemerintah Pusat Bukan Bank, Menolak Logika Hutang antar Sesama Pelayan Publik

October 30, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.