By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 9 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Data, Daya Beli Tergerus
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Data, Daya Beli Tergerus

Diajeng Maharani
Last updated: January 6, 2026 1:06 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id — Data ekonomi Indonesia kembali menunjukkan angka pertumbuhan yang stabil dan kerap dipresentasikan sebagai bukti ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global. Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh, inflasi dinyatakan terkendali, dan indikator makro terlihat positif. Namun di balik statistik tersebut, realitas yang dirasakan masyarakat justru berlawanan: daya beli terus tergerus, biaya hidup meningkat, dan pendapatan banyak rumah tangga tidak mengalami perbaikan berarti.

Dalam beberapa waktu terakhir, publik dihadapkan pada berita pelemahan konsumsi rumah tangga, maraknya pemutusan hubungan kerja di sektor padat karya, serta meningkatnya jumlah pekerja informal. Meski ekonomi tumbuh di atas kertas, pertumbuhan itu tidak sepenuhnya mengalir ke kantong rakyat.

Pertumbuhan Tanpa Kesejahteraan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini lebih banyak ditopang oleh sektor tertentu seperti komoditas, perbankan, dan aktivitas padat modal. Sektor-sektor tersebut memang berkontribusi besar pada angka PDB, tetapi relatif minim dalam menciptakan lapangan kerja luas dan berkualitas. Akibatnya, pertumbuhan tidak berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, sektor industri padat karya justru mengalami tekanan berat akibat biaya produksi tinggi, persaingan impor, dan lemahnya perlindungan industri domestik. Dampaknya, buruh kehilangan pekerjaan, upah stagnan, dan konsumsi rumah tangga melemah.

Biaya Hidup Naik, Pendapatan Tertinggal

Di sisi lain, biaya hidup masyarakat terus meningkat. Harga pangan bergejolak, biaya pendidikan dan kesehatan naik, serta kebutuhan perumahan dan transportasi makin mahal. Dalam kondisi pendapatan yang tidak tumbuh seiring kenaikan biaya, daya beli masyarakat pun tergerus secara perlahan namun pasti.

Fenomena ini menjelaskan mengapa pertumbuhan ekonomi yang tercatat positif tidak dirasakan sebagai perbaikan kesejahteraan oleh banyak keluarga. Ekonomi tumbuh, tetapi rakyat tetap harus berhemat.

You Might Also Like

BPOM Tindak MBG, Partai X: Lindungi Rakyat Sebelum Mereka Diracun, Bukan Setelahnya!
Presiden PKS Ingatkan Pejabat, Partai X: Kader Harus Jaga Rakyat, Bukan Citra!
Struktur Tata Negara Cacat, Pemuka Agama Rela Menyesatkan Umat Demi Uang
Sertifikasi Guru Mandek, Partai X: Dana Sudah Turun, Mana Janji Pemerintah?

Jurang Statistik dan Realitas Sosial

Ketimpangan antara data ekonomi dan realitas sosial ini menunjukkan masalah struktural yang serius. Kebijakan ekonomi terlalu fokus pada capaian makro, sementara kualitas pertumbuhan dan distribusinya kurang mendapat perhatian. Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko memperlebar kesenjangan sosial dan melemahkan fondasi ekonomi jangka panjang.

Pertumbuhan yang tidak ditopang daya beli rakyat pada akhirnya akan rapuh, karena konsumsi rumah tangga adalah penopang utama ekonomi nasional.

Solusi: Menguatkan Daya Beli sebagai Inti Pertumbuhan

Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan rakyat, diperlukan perubahan arah kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan, antara lain:

  1. Menjadikan daya beli sebagai indikator utama keberhasilan ekonomi, bukan sekadar angka pertumbuhan PDB.
  2. Mendorong penciptaan kerja layak dan formal, khususnya di sektor industri padat karya dan UMKM produktif.
  3. Menahan kebijakan yang menekan konsumsi masyarakat, seperti kenaikan pajak konsumsi di tengah pelemahan daya beli.
  4. Mengendalikan biaya hidup esensial, melalui stabilisasi harga pangan, layanan pendidikan, dan kesehatan.
  5. Memastikan pertumbuhan lebih merata dan inklusif, agar manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada segelintir sektor dan kelompok.

Ekonomi Indonesia boleh tumbuh di data, tetapi ukuran keberhasilan sejati adalah kesejahteraan rakyat. Tanpa penguatan daya beli dan kualitas hidup masyarakat, pertumbuhan hanya akan menjadi angka bukan harapan yang dirasakan bersama.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Negara Salah Denah: Mengapa Indonesia Gagal Melindungi Rakyatnya
Next Article Potret Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Klaim Pulih vs Realita

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Sindiran Soal Donasi Banjir Sumatra Rp10 M Mencuat yang Dibutuhkan Rakyat Itu Kepedulian

December 10, 2025
Konvensi Apostille demi kemudahan pengesahan
Internasional

Menkum Ajak Mesir Gabung Apostille, Partai X: Diplomasi Dokumen Lancar, Hukum Rakyat Tetap Tersendat!

June 2, 2025
Kisah Kholila, seorang pengamen perempuan asal Kelurahan Lumpur, Gresik, Jawa Timur, menjadi viral. Ia meminta bantuan publik
Sosial

Pengamen Gresik Tak Pernah Dapat Bansos, Partai X: Kamera Datang, Bansos Tiba Kalau Tidak Viral Rakyat Terlupa!

July 7, 2025
Pemerintah

Keadilan Sosial Harus Menjadi Ukuran Utama Kinerja Negara

November 18, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.