By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 3 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Pemerintah Indonesia: Digaji Oleh Rakyat, Kenapa Justru Menindas Rakyat?
Pemerintah

Pemerintah Indonesia: Digaji Oleh Rakyat, Kenapa Justru Menindas Rakyat?

Diajeng Maharani
Last updated: February 3, 2026 8:37 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Kalian pernah nggak sih jalan-jalan ke Jogja, terus lewat atau mampir ke Benteng Vredeburg? Kalau dilihat-lihat, bangunan itu gagah banget. Tapi pernah nggak sih iseng kepikiran satu pertanyaan simpel: ‘Sebenernya benteng segede itu dibangun buat ngelindungin siapa… dari ancaman siapa?’

Karena sadar nggak sadar, benteng itu bukan cuma tumpukan batu sejarah. Tapi, itu adalah simbol cara berpikir kekuasaan.

Coba kita mirroring ke kondisi negara kita sekarang. Secara logika nih, negara itu dibentuk buat apa sih? Kita rakyat yang bayar pajak , kita yang kasih mandat , dan kitalah pemilik kedaulatan yang sah. Harusnya, pemerintah itu tugasnya ngelindungin hidup kita dan jamin rasa aman.

Pajak itu bayaran buat kontrak kerja pemerintah. Layaknya kontrak kerja profesional, di situ ada poin-poin jelas:

  • Ada Kewajiban yang harus mereka kerjain.
  • Ada Target kesejahteraan yang harus dicapai.
  • Ada Evaluasi kinerja.
  • Dan harusnya, ada Sanksi kalau kerjaan nggak becus.

Tapi masalahnya di Indonesia, pajak sering diperlakukan seolah-olah kayak upeti atau donasi. Rakyat wajib setor, tapi nggak punya hak ngomel. Giliran kita nagih hasil kerja atau protes soal layanan, malah dibilang nggak bersyukur. Padahal, duit itu bensinnya negara.

Tapi, kok rasanya sekarang logikanya jadi kebalik? Kita yang gaji mereka buat ngamanin hidup kita, eh kita juga yang malah sering dianggap ancaman. Kritik dibilang gangguan, aspirasi dianggap bahaya, protes malah dikriminalisasi.

You Might Also Like

Jaksa Ungkap Siasat Nadiem Makarim Mundur, Pengelolaan Perusahaan Harus Transparan!
Kedaulatan Rakyat Bisa Hilang Pelan-Pelan Tanpa Kita Sadar
Pancasila Bukan Deklarasi Masa Lalu Tapi Peta Jalan Masa Depan
Hikmat Kebijaksanaan sebagai Napas Keadilan

Inilah yang disebut fenomena ‘Pemerintah Bayaran’. Maksudnya bukan cuma soal mereka digaji duit rakyat, tapi soal mereka yang ‘lupa majikan’. Mereka dibayar rakyat, tapi kerjanya malah melayani kepentingan kekuasaan. Posisinya berubah total: dari yang harusnya Pelayan, malah jadi Pengawas.

Akibatnya apa? Pemerintah jadi paranoid. Fokus mikirnya bukan lagi ‘awas ada yang nyakitin rakyat’, tapi malah ‘awas rakyat macem-macem’. Jadinya, kita dipelototi, dicurigai, dan dibungkam. Inilah namanya Mental Benteng, yaitu merasa pejabat lebih tinggi dan rakyat dipaksa patuh.

Masih inget kan pas kita semua turun ke jalan gara-gara DPR mau ngakalin putusan MK soal Pilkada? Itu contoh paling telanjang dari ‘Pemerintah Bayaran’ . Harusnya wakil rakyat itu dengerin aspirasi kita, eh ini malah sibuk nyari celah hukum buat ngemulusin jalan kekuasaan kerabat dan golongannya. Pas rakyat protes? Digebuk. Gas air mata di mana-mana. Di sini jelas, kritik dianggap gangguan, aspirasi dianggap ancaman .

Padahal kalau negaranya sehat, pemerintah itu nggak boleh jadi penguasa yang nakutin. Sekali lagi, mereka harusnya sadar kalau posisi mereka itu cuma ‘karyawan publik’.

Jadi, yuk kita benerin lagi mindset-nya. Hubungan kita itu jelas:

  • Rakyat = Pemilik Negara & Bos.
  • Pemerintah = Pelaksana & Penerima Gaji.

Karena mereka digaji dan diangkat oleh rakyat, maka rakyat berhak menegur, memanggil, bahkan mengganti kalau kerjanya nggak bener.

Intinya satu: Negara nggak boleh takut sama pemerintahnya sendiri. Kalau rakyat takut sama pemerintah, berarti bukan rakyatnya yang salah, tapi cara pemerintah memahami negara yang udah korslet ini.

Ingat, Tuan nggak pernah takut sama pelayannya. Pelayanlah yang harus tahu diri melayani Tuannya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketergantungan teknologi asing semakin mengancam kedaulatan ekonomi dan infrastruktur teknologi negara berkembang. Banyak negara berkembang, Ketergantungan Teknologi Asing: Ketika Negara Berkembang Kehilangan Kendali atas Infrastruktur Teknologi
Next Article Analisis Kebijakan Global dan Ketidakadilan Sosial yang Ditimbulkannya

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Berita TerkiniPemerintah

Masa Depan Indonesia: Akankah Kita Tetap Bersatu?

August 11, 2025
Pendidikan

Krisis Pendidikan Akibat Kesalahan Struktur Ketatanegaraan

July 7, 2025
Pemerintah

TNI Masuk Kampus? Partai X: Akademisi Butuh Ruang Bebas, Bukan Barak Berpikir!

April 9, 2025
Pemerintah

Indonesia Krisis: Bencana Datang dari Kebijakan, Bukan Sekadar Alam

December 31, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.