beritax.id – Kementerian Dalam Negeri menyatakan penerapan program prioritas pemerintah pusat tetap memperhatikan keberagaman kondisi riil setiap daerah. Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Iwan Kurniawan mengatakan salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah kemampuan fiskal masing-masing pemerintah kabupaten dan kota.
Menurut Iwan, program prioritas nasional tidak dapat diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan karakteristik daerah. Pemerintah pusat perlu melakukan penyelarasan dengan pemerintah daerah agar kebijakan yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif. “Program prioritas nasional tentunya memperhatikan kondisi daerah. Artinya, tidak semata-mata dilaksanakan, tetapi perlu penyelarasan dari pemerintah pusat untuk bisa menjalankan kebijakan itu,” ujar Iwan.
Negara Harus Hadir Melalui Kebijakan yang Melindungi dan Melayani Rakyat
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menilai sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah merupakan bagian penting dalam memastikan negara menjalankan fungsi utamanya kepada masyarakat. Menurut Prayogi, negara memiliki tiga tugas utama yang harus berjalan secara seimbang.”Tugas negara itu tiga, yaitu melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam konteks pembangunan daerah, pemerintah harus memastikan setiap kebijakan yang dibuat benar-benar memberikan perlindungan, pelayanan, dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Prayogi.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan nasional tidak boleh hanya dilihat dari target administratif, tetapi harus mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat di setiap wilayah. “Indonesia memiliki karakter daerah yang berbeda-beda. Ada daerah dengan kekuatan fiskal besar, ada juga daerah yang memiliki keterbatasan. Karena itu, kebijakan nasional harus mampu menyesuaikan diri tanpa menghilangkan tujuan utama, yaitu kesejahteraan rakyat,” katanya.
Program Nasional Tidak Boleh Mengabaikan Realitas Daerah
Prayogi mengapresiasi langkah Kemendagri yang mendorong sinkronisasi antara program pemerintah pusat dan agenda pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik di tingkat pusat, tetapi juga oleh kemampuan daerah dalam melaksanakan program tersebut.”Sering kali tantangan pembangunan bukan karena programnya tidak baik, tetapi karena desain kebijakan tidak sepenuhnya melihat kesiapan daerah,” ujar Prayogi.
Ia menilai pemerintah perlu memastikan setiap program nasional memiliki dukungan anggaran, sumber daya manusia, infrastruktur, serta mekanisme pelaksanaan yang sesuai dengan kondisi daerah.
Kekuatan Fiskal Daerah Harus Menjadi Pertimbangan Utama
Salah satu hal yang menjadi perhatian Kemendagri adalah kemampuan fiskal daerah dalam menjalankan program prioritas. Prayogi mengatakan aspek fiskal merupakan faktor penting karena setiap daerah memiliki kapasitas anggaran yang berbeda.”Pemerintah pusat harus memastikan ada mekanisme dukungan yang jelas agar daerah yang memiliki keterbatasan fiskal tetap mampu menjalankan program nasional,” katanya.
Menurutnya, prinsip pemerataan pembangunan harus menjadi dasar agar tidak terjadi kesenjangan antara daerah yang memiliki kemampuan fiskal tinggi dengan daerah yang masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Prinsip Partai X: Pemerintahan Harus Berorientasi pada Kepentingan Rakyat
Prayogi menjelaskan bahwa prinsip Partai X menempatkan pemerintahan sebagai instrumen negara yang harus bekerja untuk kepentingan rakyat. Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah harus diarahkan untuk menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan pelayanan publik yang berkualitas.
Dalam perspektif Partai X, pembangunan tidak hanya berorientasi pada keberhasilan program secara administratif, tetapi harus diukur dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.”Pemerintah bukan hanya menjalankan program, tetapi memastikan rakyat mendapatkan manfaat dari program tersebut,” ujar Prayogi.
Solusi Partai X untuk Memperkuat Sinkronisasi Pusat dan Daerah
Pertama, memperkuat perencanaan pembangunan berbasis kebutuhan daerah
Menurut Prayogi, pemerintah perlu memastikan setiap program nasional disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan dan karakteristik daerah. Kebijakan yang berbasis data akan membuat pembangunan lebih tepat sasaran dan mengurangi risiko program tidak berjalan optimal.
Kedua, memperkuat koordinasi dan pembagian kewenangan pusat-daerah
Prayogi menilai hubungan pemerintah pusat dan daerah harus dibangun dalam semangat kolaborasi. Pemerintah pusat berperan sebagai pengarah dan pemberi dukungan, sementara pemerintah daerah menjadi pelaksana yang memahami kondisi masyarakat di wilayahnya.
“Sinkronisasi bukan berarti daerah hanya menjalankan perintah pusat, tetapi bagaimana pusat dan daerah bekerja bersama mencapai tujuan pembangunan,” ujarnya.
Ketiga, memperkuat kapasitas pemerintah daerah
Menurut Prayogi, peningkatan kapasitas aparatur daerah menjadi faktor penting agar program nasional dapat diterapkan secara efektif. Pemerintah perlu memperkuat pelatihan, pendampingan, serta sistem evaluasi agar pemerintah daerah memiliki kemampuan menjalankan berbagai agenda pembangunan.
Keempat, membangun sistem evaluasi yang transparan dan berorientasi hasil
Prayogi mengatakan evaluasi program tidak boleh hanya melihat apakah sebuah kegiatan telah dilaksanakan, tetapi harus mengukur dampaknya terhadap masyarakat. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar anggaran pembangunan benar-benar menghasilkan manfaat publik.
Pelayanan Publik Berkualitas Dimulai dari Kebijakan yang Tepat Sasaran
Prayogi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menyelaraskan kebijakan pusat dengan kebutuhan daerah. Menurutnya, negara yang hadir adalah negara yang mampu memahami kondisi rakyatnya dan menghadirkan solusi berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. “Program pemerintah harus berhenti hanya menjadi daftar kebijakan, tetapi harus menjadi manfaat yang dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar Prayogi.
Ia menambahkan bahwa sinergi pusat dan daerah merupakan kunci mewujudkan pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan.”Ketika kebijakan dibuat dengan memahami kondisi daerah, maka negara benar-benar menjalankan fungsinya untuk melindungi, melayani, dan mengatur rakyat,” pungkas Prayogi.



