By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 10 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pendidikan > Pejabat Bicara Reformasi, Tapi Sekolah Masih Berjuang Sendiri
Pendidikan

Pejabat Bicara Reformasi, Tapi Sekolah Masih Berjuang Sendiri

Diajeng Maharani
Last updated: December 8, 2025 12:26 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Reformasi pendidikan selalu menjadi tema favorit dalam pidato pejabat. Setiap tahun, masyarakat disuguhi janji perubahan kurikulum, program digitalisasi, transformasi sekolah, hingga peningkatan kualitas guru. Namun janji itu berhenti di panggung, tidak turun ke ruang kelas. Sementara pejabat berbicara tentang inovasi, sekolah-sekolah justru terus berjuang sendiri dengan keterbatasan fasilitas, tenaga, dan dukungan. Reformasi yang hanya hidup dalam wacana tidak akan mengubah apa pun.

Banyak sekolah, terutama di wilayah tertinggal, berjuang mengajar dalam kondisi yang tidak ideal. Ruang kelas rusak, toilet tidak layak, buku terbatas, dan perangkat digital sulit diakses. Di sisi lain, pejabat bangga menunjukkan program reformasi yang tampak modern.

Kontraksi antara realitas dan retorika ini menunjukkan bahwa reformasi tidak dijalankan berdasarkan kebutuhan rakyat.

Guru Menjadi Korban Janji yang Tidak Pernah Terealisasi

Guru sering disebut sebagai ujung tombak reformasi. Namun kenyataannya, mereka justru menjadi pihak yang paling tersakiti. Alih-alih mendapat pelatihan memadai, guru dibebani administrasi berlapis yang menyita waktu. Alih-alih didukung fasilitas, mereka diminta menyesuaikan diri dengan kebijakan mendadak. Mereka bekerja dalam tekanan besar, sementara pejabat hanya sibuk mempromosikan keberhasilan yang belum terjadi. Guru tidak bisa menjalankan reformasi jika mereka tidak diberdayakan.

Birokrasi Pendidikan Terlalu Kaku untuk Mengikuti Realitas Lapangan

Reformasi membutuhkan kelincahan, tetapi birokrasi pendidikan bekerja secara lambat dan kaku. Proses administrasi menghambat penggunaan anggaran, bantuan datang terlambat, dan regulasi tidak sinkron antar level pemerintahan. Sekolah akhirnya harus mencari cara bertahan sendiri sambil menunggu kebijakan yang tidak kunjung jelas.

Tidak ada reformasi yang berhasil jika birokrasi tidak ikut berubah.

You Might Also Like

Sritex Bangkit Lagi! Partai X: Kerja Jalan, Kesejahteraan Jangan Tertinggal
Krisis Keadilan: Pemerintah Menggusur atas Nama Kemajuan
IMF Usul Naikkan Pajak Penghasilan, Defisit Harus Dikelola dengan Hati-hati!
Transformasi Bangsa Dimulai dari Transformasi Diri

Salah satu masalah terbesar adalah ketika reformasi dijadikan proyek pencitraan. Sekolah sering dijadikan lokasi peresmian, tempat kunjungan pejabat, atau laboratorium program percontohan yang tidak pernah dilanjutkan. Program terlihat baik di kamera, tetapi tidak memberi dampak jangka panjang bagi siswa dan guru. Reformasi palsu hanya menambah kerumitan, bukan memperbaiki sistem.

Solusi: Reformasi Nyata Hanya Bisa Terjadi Jika Sekolah Didukung, Bukan Dituntut

Untuk mewujudkan reformasi pendidikan yang sesungguhnya, negara harus memulai dengan memperkuat sekolah sebagai pusat ekosistem pendidikan. Pertama, fasilitas dasar di sekolah rakyat harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum program digitalisasi atau inovasi lain diterapkan. Kedua, guru harus diberikan pelatihan berkualitas, perlindungan kerja, dan pengurangan beban administratif agar dapat fokus mengajar. 

Ketiga, birokrasi pendidikan harus dipangkas dan disederhanakan agar anggaran dan program sampai tepat waktu dan tepat sasaran. Keempat, kebijakan harus dirancang melalui dialog terbuka dengan sekolah, guru, orang tua, dan ahli pendidikan sehingga reformasi sesuai kebutuhan nyata lapangan. Kelima, reformasi harus dilaksanakan dengan pengawasan publik, sehingga tidak lagi menjadi proyek pencitraan pejabat.Sekolah tidak membutuhkan slogan; mereka membutuhkan dukungan nyata.

Selama reformasi hanya ada dalam pidato, dan selama sekolah harus bertahan sendirian, pendidikan tidak akan pernah berubah. Reformasi sejati bukan soal retorika pejabat, tetapi soal bagaimana negara memastikan setiap sekolah punya akses, fasilitas, dan perlindungan yang layak. Jika negara benar-benar ingin melakukan reformasi, mulailah dari sekolah tempat masa depan bangsa benar-benar dibentuk.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Negara Tidak Transparan, Pendidikan Jadi Korban Pertama
Next Article Rakyat Makin Susah, Pemerintah Makin Sibuk Membela Diri

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Pemerintah

Membongkar Kebijakan yang Gagal: Ketika Pemerintah Gagal Total dalam Menjaga Negara

March 10, 2026
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Kasus SPBU Digital, Partai X: Korupsi Teknologi Sama Berbahayanya dengan Manual!

October 14, 2025
Presiden Seumur Hidup: Ketika Kekuasaan Tak Mau Pensiun
Pemerintah

Presiden Seumur Hidup: Ketika Kekuasaan Tak Mau Pensiun

December 23, 2025
Pemerintah

Menhan dan Menkeu ke Papua, Partai X: Jangan Cuma Kunjungan, Tapi Bawa Keadilan untuk Rakyat!

June 11, 2025
Pemerintah

Pemerintahan Merugikan Rakyat: Dampak Kebijakan Ekonomi yang Tak Pro-Rakyat

February 25, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.