By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 3 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Pejabat Bea Cukai Gunakan Uang Korupsi, Hukum Harus Tegas!
Pemerintah

Pejabat Bea Cukai Gunakan Uang Korupsi, Hukum Harus Tegas!

Diajeng Maharani
Last updated: March 2, 2026 12:06 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa uang hasil dugaan suap dan gratifikasi importasi barang KW di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeui) digunakan untuk membeli mobil operasional. “Uang yang dikumpulkan ini, juga digunakan untuk membeli mobil operasional. Nah, BPKB-nya yang ada gitu. Jadi kelompok ini, para oknum ini membuat mobil operasional,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (27/2).

Mobil tersebut, kata Asep, digunakan untuk menyimpan uang hasil korupsi tersebut. Asep juga mengungkap adanya operasional yang diatur dari mobil-mobil tersebut, untuk menghindari petugas KPK. “Bahwa ada uang yang disimpan di mobil operasionalnya itu. Dan itu berganti-ganti terus,” jelas Asep.

Tanggapan Partai X

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, menyampaikan bahwa tindakan pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini adalah bukti nyata kegagalan dalam menjalankan tugas negara. Negara memiliki tiga tugas utama yang harus dilaksanakan dengan baik, yaitu melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam hal ini, aparat negara yang seharusnya melayani masyarakat malah terlibat dalam tindakan korupsi yang merugikan rakyat.

Partai X mengingatkan bahwa korupsi yang melibatkan pejabat pemerintah tidak hanya merugikan negara, tetapi juga memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap integritas institusi publik. Kasus ini menunjukkan bagaimana kelompok tertentu, yang seharusnya mengatur dan melindungi kepentingan rakyat, malah mengorbankan kepercayaan publik demi keuntungan pribadi. Ini menjadi indikasi bahwa pengawasan internal dan eksternal terhadap instansi pemerintah perlu diperkuat.

Solusi dari Partai X

1. Pemisahan Negara dan Pemerintah dengan Tegas

Partai X menekankan pentingnya pemisahan yang jelas antara negara dan pemerintah. Negara harus diatur oleh sistem yang transparan, akuntabel, dan efisien. Sementara itu, pemerintah bertugas menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi.

You Might Also Like

IHSG Diharapkan Naik! Partai X Desak Pemerintah Jaga Stabilitas Nyata
Negara Salah Denah: Mengapa Indonesia Gagal Melindungi Rakyatnya
Negara Bisa Kuat Jika Rakyat Bersatu dalam Kesadaran Kedaulatan
Krisis Kesejahteraan: Ruang Hidup Dipersempit Demi Pertumbuhan

2. Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas

Solusi jangka panjang yang diusulkan Partai X adalah penguatan sistem pengawasan dan akuntabilitas di setiap level pemerintahan. 

3. Reformasi Sistem Hukum dan Penegakan Hukum yang Tegas

Dalam konteks penegakan hukum, Partai X mengusulkan reformasi sistem hukum untuk mempercepat proses hukum terhadap kasus-kasus korupsi, terutama yang melibatkan pejabat publik. 

4. Peningkatan Pendidikan dan Kesadaran di Masyarakat

Partai X juga menekankan perlunya pendidikan moral dan berbasis Pancasila yang lebih kuat, untuk membentuk karakter masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Kesimpulan

Kasus korupsi yang melibatkan pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini adalah pengingat keras akan pentingnya pengawasan terhadap tindakan aparatur negara. Tugas negara untuk melindungi, melayani, dan mengatur rakyat harus diemban dengan penuh tanggung jawab, tanpa ada ruang untuk praktik korupsi. Partai X menegaskan bahwa untuk menciptakan negara yang adil, transparan, dan bebas dari korupsi, perlu ada perubahan dalam sistem pemerintahan, pengawasan yang lebih ketat, serta penegakan hukum yang lebih tegas. Pemerintah harus mendengar suara rakyat dan bertindak untuk memastikan keadilan bagi semua.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Indonesia dalam Krisis: Ketika Ekonomi Berjalan Mundur
Next Article Ketika Indonesia dalam Krisis: Harapan Rakyat untuk Pembangunan yang Berkeadilan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

IHSG ‘To The Moon’, Partai X: Ekonomi Naik di Bursa, Perut Rakyat Masih Turun!

October 10, 2025
Ekonomi

Dolar Nyaris Tembus Rp17 Ribu, Partai X Desak Negara Jangan Cuma Nonton!

April 28, 2025
Ekonomi

AS Umumkan Siap Perang dengan China! Partai X: Apakah Ekonomi dan Keamanan Indonesia Akan Terpengaruh?

March 10, 2025
Kurikulum sering lahir dari meja birokrat, bukan dari suara lapangan. Ia disusun dengan bahasa ideal, tetapi tidak menjawab kebutuhan
Pemerintah

Ketika Kurikulum Tidak Sinkron dengan Kenyataan, Bangsa Tersesat

December 4, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.