beritax.id – Demokrasi yang seharusnya menjadi wadah bagi suara rakyat kini telah tergerus oleh kekuasaan oligarki yang semakin kendalikan jalannya pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia. Proses yang seharusnya berjalan transparan dan adil kini tercemar oleh manipulasi, pengaruh uang, dan rekayasa hasil pemilu.
Sistem Pemilu yang Terganggu
Menurut data yang berkembang, banyaknya manipulasi data pemilih menjadi persoalan serius. Tidak jarang, daftar pemilih yang tercatat dalam Pemilu dan Pilkada mencatatkan nama-nama yang sudah tidak valid, seperti orang meninggal atau bahkan penggandaan nama di beberapa TPS yang berbeda. Seiring dengan itu, manipulasi survei dan polling yang memengaruhi pandangan publik semakin sering terjadi. Ini menjadi indikasi bahwa pejabat, dengan kekuatan uang dan kekuasaan, telah mengubah arah demokrasi menjadi sarana pengaruh pribadi dan kelompok semata.
Peran Oligarki dalam Mengendalikan Proses Demokrasi
Oligarki yang mengendalikan sebagian besar kekayaan dan kekuasaan di Indonesia memainkan peran besar dalam menekan kebebasan suara rakyat. Dengan uang, mereka membeli pengaruh di berbagai sektor penting, termasuk lembaga survei yang bisa memanipulasi hasil dan opini publik. Dalam beberapa Pemilu terakhir, terutama di 2014 dan 2019. Keberpihakan pada calon tertentu bahkan dilakukan secara terang-terangan oleh sejumlah lembaga survei.
Selain itu, dengan bantuan praktik yang disebut “serangan fajar”, para pejabat ini memanfaatkan sumber daya mereka untuk memenangkan calon yang mereka dukung, menekan rakyat dengan janji dan uang demi kemenangan mereka.
Meskipun rakyat memiliki hak untuk memilih, akses mereka terhadap informasi yang akurat dan bebas dari pengaruh seringkali terbatas. Bahkan, dengan adanya ketimpangan digital di mana sekitar 24% masyarakat Indonesia masih belum memiliki akses internet, manipulasi informasi menjadi lebih mudah. Praktek semacam ini menciptakan ketidakadilan yang merugikan demokrasi itu sendiri.
Solusi: Kembali pada Mandat Konstitusi
Anggota Majelis Tinggi Partai X, Prayogi R Saputra, menekankan pentingnya tugas negara untuk melindungi, melayani, dan mengatur rakyat secara adil. Menurutnya, solusi terhadap masalah ini adalah kembali pada prinsip dasar demokrasi yang dijamin oleh konstitusi. Negara harus memastikan bahwa semua warga negara memiliki hak yang sama dalam pemerintahan tanpa tekanan atau manipulasi. Negara juga harus memperkuat lembaga pengawasan yang independen dan transparan dalam setiap proses pemilu.
Selain itu, partai X berpendapat bahwa untuk mengatasi dominasi oligarki dalam pemerintahan. Hal ini perlu dilakukan pembaruan sistem yang mengutamakan kepentingan rakyat dan menjauhkan kekuasaan dari kelompok-kelompok yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi. Reformasi dalam lembaga survei dan daftar pemilih yang lebih transparan harus menjadi langkah awal untuk mewujudkan demokrasi yang lebih bersih dan adil.
Pentingnya Partisipasi Masyarakat
Prayogi R Saputra menekankan bahwa rakyat harus terlibat aktif dalam memperjuangkan keadilan demokrasi. Masyarakat yang cerdas dan sadar akan haknya dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun demokrasi yang sehat, bebas dari manipulasi oligarki. Oleh karena itu, Partai X berkomitmen untuk terus mendidik masyarakat. Agar lebih kritis terhadap pengaruh oligarki dalam pemerintahan dan meningkatkan partisipasi mereka dalam proses pemerintahan yang jujur dan adil.



