By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 11 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Negeri Dalam Ekstraksi, Ketika Kekayaan Tak Kembali
Pemerintah

Negeri Dalam Ekstraksi, Ketika Kekayaan Tak Kembali

Diajeng Maharini
Last updated: June 10, 2026 1:50 pm
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Indonesia sering menampilkan dirinya sebagai negara modern. Gedung tinggi, jalan tol, dan teknologi digital menjadi simbol kemajuan. Pemerintah menekankan transformasi digital, hilirisasi industri, kecerdasan buatan, dan visi Indonesia Emas. Dari kejauhan, negeri dalam ekstraksi terlihat maju, rasional, efisien, dan beradab. Namun modernitas sejati tidak cukup diukur dari gedung atau teknologi canggih. Modernitas diukur dari keadilan yang dirasakan rakyat sehari-hari. Bangsa menjadi modern ketika sistem adil, kekayaan alam dikelola untuk kemakmuran rakyat, dan kekuasaan bekerja melayani masyarakat. Negeri dalam ekstraksi menghadapi ujian apakah pembangunan benar-benar menyejahterakan rakyat dekat sumber daya.

Contents
Ketimpangan Manfaat di Negeri Dalam EkstraksiLogika Kekuasaan dan Dampaknya bagi RakyatModernitas Substantif dan KosmetikSolusi untuk Negeri Dalam EkstraksiKesimpulan: Rakyat Sebagai Pemilik Hasil Bumi

Ketimpangan Manfaat di Negeri Dalam Ekstraksi

Cak Nun menyoroti ketimpangan distribusi sumber daya di negeri dalam ekstraksi. Kabupaten dengan tambang uranium, minyak, atau batu bara hanya menerima bagian kecil. Sebagian besar hasil dikuasai pengusaha dan pemerintah pusat. Mekanisme pembagian diatur sebelum hasil bumi dihasilkan. Masyarakat setempat seharusnya menjadi penerima manfaat utama. Infrastruktur, pendidikan, fasilitas kesehatan, dan peluang ekonomi seharusnya meningkat. Kenyataannya, masyarakat sering hanya menjadi penonton. Kekayaan besar keluar dari daerah, sementara manfaat kembali sangat terbatas. Perasaan daerah sebagai lokasi eksploitasi muncul, bukan sebagai pusat kemakmuran. Sistem ini mirip upeti klasik, tetapi terjadi sebelum hasil diperoleh.

Logika Kekuasaan dan Dampaknya bagi Rakyat

Di masa lalu, daerah taklukan menyerahkan hasil bumi kepada pusat sebagai imbalan perlindungan. Kritik Cak Nun menunjukkan praktik modern melampaui pola klasik. Di negeri dalam ekstraksi, distribusi dilakukan sebelum sumber daya dihasilkan. Indonesia menyebut diri demokratis, kedaulatan rakyat, dan kekayaan untuk kemakmuran rakyat. Namun rakyat dekat sumber daya memperoleh bagian paling kecil. Ketimpangan distribusi merusak prinsip gotong royong nasional. Kekuasaan sehat menempatkan rakyat sebagai tujuan. Kekuasaan tidak sehat melihat rakyat sebagai objek pengumpulan sumber daya. Perbedaan logika kekuasaan menentukan arah pembangunan bangsa.

Modernitas Substantif dan Kosmetik

Negara modern harus dibangun atas prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan penghormatan hak rakyat. Modernitas kosmetik terlihat dari gedung, teknologi, dan jargon pembangunan. Modernitas substantif tercermin dari keadilan dan kesejahteraan rakyat. Kekuasaan harus mengelola sumber daya untuk rakyat, bukan hanya menambah kas pusat. Kritik Cak Nun menekankan perlunya evaluasi desain sistem, bukan hanya pelaksana kebijakan. Jika rakyat terus berkorban sementara pihak jauh dari sumber daya menikmati manfaat, sistem harus diperbaiki. Modernitas berarti memperbaiki logika kekuasaan agar selaras kepentingan rakyat. Rakyat harus menjadi penerima utama manfaat bumi mereka sendiri.

Solusi untuk Negeri Dalam Ekstraksi

Pertama, mekanisme distribusi hasil sumber daya harus adil dan transparan. Daerah penghasil memperoleh proporsi manfaat sesuai kontribusinya. Kedua, pengawasan ketat diperlukan agar hasil bumi tidak hanya mengalir ke pusat atau swasta. Ketiga, regulasi harus menempatkan kemaslahatan rakyat sebagai prioritas utama. Keempat, kontrak pertambangan dan pengelolaan sumber daya strategis wajib transparan. Kelima, pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik harus seimbang di seluruh wilayah penghasil. Keenam, pendidikan dan peluang ekonomi masyarakat setempat harus diperkuat. Ketujuh, kebijakan fiskal dan redistribusi harus menyeimbangkan kepentingan daerah dan nasional. Kedelapan, masyarakat perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan pengelolaan sumber daya.

Kesimpulan: Rakyat Sebagai Pemilik Hasil Bumi

Negeri dalam ekstraksi harus memastikan rakyat merasakan manfaat bumi secara nyata. Modernitas bukan hanya soal gedung dan teknologi. Sistem adil memastikan daerah penghasil memperoleh prioritas. Kekuasaan bekerja untuk rakyat, bukan sebaliknya. Distribusi seimbang memperkuat solidaritas nasional dan kepercayaan publik. Modernitas substantif tercermin dari kesejahteraan masyarakat dekat sumber daya. Kritik Cak Nun menjadi pengingat penting untuk evaluasi sistem. Rakyat bukan penonton, melainkan pemilik sah hasil bumi mereka. Negara modern sejati menempatkan rakyat sebagai tujuan pembangunan utama. Dengan prinsip ini, negeri dalam ekstraksi dapat berkembang adil, berkelanjutan, dan beradab.

You Might Also Like

Kenaikan PBB Cuma Efisiensi 5 Persen? Partai X: Rakyat yang Bayar, Pejabat yang Pesta
Ketum IWPI Sebut Pernyataan Sri Mulyani Keliru, Partai X: Zakat Itu Mengalir ke yang Membutuhkan, Pajak Justru Membebani Rakyat
Dana MBG Tak Masuk Kemensos, Tegaskan Untuk Program Kesejahteraan Rakyat
Bersih-Bersih Ditjen Pajak, Partai X: Purbaya Harus Tindak Korupsi Nyata!
TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Keadilan Sesuai Posisi, Norma Tak Lagi Berdaulat
Next Article Keadilan Sesuai Posisi, Jalan Menuju Negara Kekuasaan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Keadilan Sesuai Posisi, Jalan Menuju Negara Kekuasaan

June 10, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Batas Kekuasaan Kabur: Ketika Penguasa Tidak Lagi Terbatas dalam Melaksanakan Kewenangan

March 13, 2026
Pemerintah

Rakyat Jadi Statistika: Ketika Demokrasi Hanya Menjadi Perhitungan Angka Semata

March 11, 2026
Pemerintah

Kekuasaan Melampaui Batas: Ketidakadilan yang Dibiarkan Berkembang dalam Pemerintahan

March 5, 2026
Pemerintah

Sinergitas Pusat-Daerah, Partai X: Jangan Hanya di Spanduk, Tapi Nyata di Pelayanan Publik!

October 20, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.