By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 4 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Menteri Pertanian Amran Kasih Warning, Tindakan Cepat Diperlukan, Jangan Menunggu Bencana!
Pemerintah

Menteri Pertanian Amran Kasih Warning, Tindakan Cepat Diperlukan, Jangan Menunggu Bencana!

Diajeng Maharani
Last updated: February 3, 2026 1:13 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
Menteri Pertanian Amran Kasih Warning, Tindakan Cepat Diperlukan, Jangan Menunggu Bencana!
SHARE

beritax.id – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengingatkan semua pihak untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di musim hujan. “Antisipasi sejak dini harus menjadi perhatian utama, terutama di daerah-daerah sentra produksi pangan yang rawan terdampak curah hujan tinggi,” kata Amran dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Amran menegaskan, semua pihak harus waspada demi mengamankan produksi tanaman pangan nasional dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan di Tanah Air. “Kita tidak boleh menunggu bencana datang baru bergerak. Antisipasi harus dilakukan dari sekarang,” tambahnya.

Waspada Terhadap Dampak Bencana Hidrometeorologi

Amran mengingatkan bahwa antisipasi harus dilakukan mulai dari perencanaan tanam hingga kesiapan sarana pendukung di lapangan. Ia mengingatkan agar produksi pangan tidak terganggu, dan seluruh daerah siap dalam hal tanam, alat, dan pengendalian hama serta penyakit tanaman.

Amran mengutip prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan berada pada fase musim hujan dengan intensitas yang relatif merata. Dengan curah hujan kategori menengah mendominasi hingga 76,69% wilayah, serta wilayah dengan curah hujan rendah hanya sekitar 0,65%.

Memasuki Februari 2026, BMKG memprediksi adanya perubahan pola curah hujan. “Mayoritas wilayah masih didominasi curah hujan kategori menengah sebesar 82,21%,” ujar Amran. Namun, wilayah dengan curah hujan rendah meningkat menjadi 16,25%, sementara kategori tinggi dan sangat tinggi menurun signifikan.

“Potensi genangan dan banjir perlu diwaspadai, khususnya di wilayah dengan sistem drainase yang belum optimal,” ungkapnya. Amran menegaskan bahwa perubahan pola hujan ini harus dibaca cermat oleh petani dan pemerintah daerah agar tidak salah langkah dalam pengelolaan lahan.

You Might Also Like

MBG Capai 7 Juta Orang, Partai X: Data Meledak, Tapi Kenapa Dapur Rakyat Masih Banyak yang Kosong?
15 Gugatan KUHP Baru ke MK, Hukum Harus Lebih Humanis!
PAN Usung Figur Muda, Zulhas Bilang Bukan Ikut-ikutan, Partai X Tanya: Lalu Kenapa Mirip Semua?
Aturan WNA Pimpin BUMN, Partai X: Kenapa Bukan Rakyat Sendiri?

Manajemen Air dan Pengaturan Tanam yang Efisien

“Di wilayah dengan curah hujan menengah hingga tinggi, petani perlu memastikan saluran drainase berfungsi baik agar tidak terjadi genangan yang berpotensi merusak tanaman,” ujar Amran. Sementara di wilayah yang mulai mengalami penurunan hujan, pengaturan jadwal tanam dan efisiensi penggunaan air menjadi kunci.

Amran mengingatkan bahwa manajemen air menjadi sangat penting. “Jangan sampai ada lahan yang kelebihan atau kekurangan air di saat tanaman sedang membutuhkan,” katanya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro menekankan pentingnya langkah-langkah konkret menghadapi potensi cuaca ekstrem. Pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi wilayah, seperti padi toleran genangan, adalah langkah penting untuk menekan risiko puso akibat banjir.

Selain itu, Yudi juga mengimbau petani untuk melakukan penyesuaian jadwal tanam berdasarkan prakiraan cuaca dan normalisasi saluran serta penampung air agar luapan tidak masuk ke lahan pertanian.

Prinsip Partai X dalam Menyikapi Krisis Pangan

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam hal ini, negara harus segera mengambil tindakan preventif untuk melindungi sektor pertanian dari dampak perubahan iklim, demi memastikan ketahanan pangan nasional.

Solusi Partai X untuk Menjaga Ketahanan Pangan

Partai X mengusulkan beberapa langkah strategis untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem:

  1. Meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi cuaca ekstrem.
  2. Memperkuat infrastruktur drainase dan manajemen air di wilayah rawan banjir.
  3. Menyediakan varietas tanaman yang tahan terhadap bencana alam, seperti banjir dan kekeringan.
  4. Menyusun kebijakan yang dapat mendukung para petani agar tetap produktif meskipun menghadapi perubahan iklim.

Tindakan cepat dan terkoordinasi sangat diperlukan untuk melindungi sektor pertanian Indonesia dari dampak cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Partai X mendukung penuh upaya Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Serta memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dibalik Indonesia Emas 2026: Apakah Kemajuan Ini Hanya Kebohongan Pejabat?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Kedaulatan Bisa Hilang Tanpa Penjajah

November 24, 2025
Pendidikan

Prabowo Perluas Sekolah Rakyat, Partai X: Rakyat Butuh Pendidikan, Bukan Proyek!

September 12, 2025
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia dapat menjadi negara maju pada 2045.
Pemerintah

RI Disebut Jadi Negara Maju, Partai X: Kenapa Rakyat Masih Bertahan di Kubangan Kemiskinan?

July 25, 2025
Pemerintah

ASN dan Honorer Keluyuran, Disiplin Ditegakkan Tanpa Toleransi

December 17, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.