beritax.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok bahan pokok strategis secara nasional dalam kondisi aman dan surplus menjelang Lebaran 1447 Hijriah. Dengan produksi dan cadangan yang memadai, pasokan dan harga pangan dipastikan stabil.
“Ketersediaan dan stabilitas bahan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H dalam kondisi aman dan terkendali, baik secara nasional maupun di tingkat daerah,” kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Stok Pangan Nasional dalam Kondisi Surplus
Amran menyebutkan, berdasarkan data Neraca Pangan dan Proyeksi Produksi hingga April 2026, mayoritas komoditas strategis berada dalam posisi surplus. Saat ini, stok beras nasional tercatat sekitar 3,5 juta ton dan diproyeksikan terus meningkat seiring dengan panen raya serta tren produksi yang naik sekitar 15 persen hingga bulan Maret ini.
“Kalau tren ini bertahan sampai akhir bulan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka. Kalau konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus diperkirakan bisa mencapai sekitar 9 juta ton,” ujar Amran.
Selain itu, komoditas lain seperti jagung juga menunjukkan kinerja positif, dengan ketersediaan 10,751 juta ton, sedangkan kebutuhan 5,899 juta ton, menghasilkan surplus 4,852 juta ton. Gula konsumsi tercatat surplus 595 ribu ton, cabai besar surplus 74 ribu ton, dan cabai rawit surplus 105 ribu ton.
“Insya Allah, menjelang Lebaran 2026 kebutuhan pokok aman. Beras, jagung, gula konsumsi cukup, masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Komoditas Ekspor dan Keberhasilan Produksi Dalam Negeri
Amran juga menyoroti beberapa komoditas yang telah masuk kategori ekspor. Minyak goreng mencatat surplus 3,556 juta ton, daging ayam surplus 728 ribu ton, telur ayam surplus 349 ribu ton, serta bawang merah surplus 57 ribu ton.
“Minyak goreng kita surplus besar, ayam dan telur juga lebih dari cukup. Ini bukti bahwa produksi dalam negeri kuat dan mampu menopang kebutuhan nasional, bahkan untuk ekspor,” ujarnya.
Pemerintah terus melakukan pengawalan produksi, distribusi, serta penguatan stok di seluruh wilayah, terutama menjelang momentum peningkatan konsumsi saat Ramadhan dan Idul Fitri.
Tanggapan Partai X
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa tugas negara terdiri dari tiga aspek utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam hal ini, meskipun pemerintah telah memastikan ketersediaan pangan menjelang Lebaran, perhatian utama harus tetap pada pemerataan distribusi dan akses pangan yang merata untuk seluruh lapisan masyarakat.
Prayogi menegaskan bahwa meskipun surplus pangan menunjukkan capaian yang positif, distribusi yang efisien dan merata ke seluruh daerah, terutama daerah-daerah yang terisolasi atau sulit dijangkau, sangat penting untuk memastikan seluruh rakyat bisa menikmati stabilitas pasokan pangan yang dijanjikan.
Solusi dari Partai X
1. Penguatan Infrastruktur Distribusi Pangan
Partai X mendukung upaya pemerintah dalam memastikan pasokan pangan yang cukup. Namun menekankan bahwa penguatan infrastruktur distribusi sangat diperlukan untuk memastikan pangan sampai ke daerah-daerah terpencil.
2. Pengawasan Ketat Terhadap Harga Pangan
Untuk menghindari lonjakan harga yang tidak terkendali, terutama menjelang Lebaran, Partai X mengusulkan agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap distribusi dan harga pangan.
3. Pendampingan dan Dukungan untuk Petani Lokal
Partai X juga menekankan pentingnya memberikan dukungan yang lebih besar kepada petani lokal untuk meningkatkan produktivitas mereka. Pemerintah perlu meningkatkan akses terhadap teknologi pertanian, penyuluhan, dan bantuan peralatan yang lebih efisien.
4. Meningkatkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Partai X mendorong pemerintah untuk mengembangkan program-program ketahanan pangan yang berkelanjutan dengan mengintegrasikan konsep pertanian organik dan ramah lingkungan.
5. Program Edukasi Gizi bagi Masyarakat
Selain memastikan ketersediaan pangan yang cukup, Partai X juga mengusulkan pentingnya program edukasi gizi kepada masyarakat. Mengedukasi masyarakat tentang pola makan sehat dan bergizi akan membantu mengoptimalkan manfaat dari program-program pangan yang ada, termasuk program makan bergizi gratis (MBG).
Kesimpulan
Pemerintah telah menunjukkan langkah positif dengan memastikan surplus pangan menjelang Lebaran 2026. Namun Partai X menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat harus dijaga dengan pemerataan distribusi pangan yang efisien dan terjangkau untuk semua lapisan masyarakat. Ketersediaan pangan yang cukup adalah satu hal, tetapi pemerataan dan keadilan dalam akses pangan yang berkualitas harus menjadi prioritas utama. Negara harus terus melaksanakan tugasnya untuk melindungi, melayani, dan mengatur rakyat. Adapun dengan menyediakan pangan yang tidak hanya cukup, tetapi juga sehat dan bergizi.



