By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 5 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Mengurai “Wicked Problem” di Balik Kegagalan Sistem Negara
Pemerintah

Mengurai “Wicked Problem” di Balik Kegagalan Sistem Negara

Diajeng Maharani
Last updated: February 4, 2026 1:59 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Istilah wicked problem kini semakin sering digunakan untuk menggambarkan berbagai masalah besar yang dihadapi bangsa, seperti korupsi, kemiskinan, ketimpangan sosial, birokrasi yang kaku, dan ketidakadilan di sektor pendidikan dan hukum. Masalah-masalah ini sering dianggap sebagai persoalan yang terlalu rumit dan hampir mustahil diselesaikan. Namun, apakah kita benar-benar menghadapi masalah yang tak terpecahkan? Atau sebenarnya, kita hanya mengabaikan kerusakan struktural yang terjadi dalam desain negara itu sendiri?

Wicked Problem: Kegagalan yang Disamarkan

Istilah wicked problem pertama kali digunakan dalam konteks kebijakan untuk menggambarkan masalah yang kompleks dan sulit diselesaikan dengan solusi sederhana. Namun, dalam praktiknya, istilah ini sering digunakan untuk menutup mata terhadap ketidakmampuan negara dalam mengatasi masalah-masalah mendasar. Dengan menjadikan masalah sebagai “terlalu rumit untuk dipecahkan,” kita mengabaikan fakta bahwa kegagalan sistemik ini lebih disebabkan oleh desain negara yang salah.

Masalah yang disebut wicked sering kali bukan karena mereka terlalu rumit, tetapi karena struktur kekuasaan yang tidak adil dan tidak efisien. Negara yang didesain dengan filosofi yang salah, di mana lembaga negara bercampur dengan pemerintah, tanpa akuntabilitas yang jelas, akan selalu memproduksi masalah yang tampaknya tak terpecahkan.

Kerusakan Struktur Negara: Desain yang Salah dari Awal

Menurut prinsip Sekolah Negarawan, untuk memahami akar masalah dalam negara, kita harus terlebih dahulu melihat desain negara itu sendiri yaitu filosofi dasar negara, struktur ketatanegaraan, dan pembagian kewenangan. Negara yang dibangun tanpa mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas akan terus terjebak dalam kebuntuan. Masalah besar, seperti ketidakadilan dalam kebijakan pajak, ketidakefektifan birokrasi, dan hukum yang tumpul ke atas. Bukanlah wicked problem itu adalah akibat dari desain kekuasaan yang tidak tepat.

Solusi: Melakukan Koreksi Sistemik

Jika kita benar-benar ingin mengatasi masalah besar yang disebut wicked problems, kita harus berani mengoreksi desain dasar negara. Negara yang sehat dan berfungsi dengan baik harus memiliki sistem yang jelas, transparan, dan akuntabel, yang mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok tertentu. Reformasi struktur ketatanegaraan dan pemisahan tegas antara negara dan pemerintah menjadi langkah pertama yang harus diambil. Negara harus berani menata ulang relasi antara pemerintah, lembaga negara, dan rakyat.

Kesimpulan

Menyebut segala persoalan sebagai wicked problem hanya akan mengalihkan perhatian dari masalah utama: kerusakan dalam desain negara. Jika negara terus-menerus memproduksi masalah yang tak kunjung terselesaikan, bukan karena masalahnya terlalu kompleks. Melainkan karena desain negara yang gagal memenuhi prinsip dasar keadilan dan kesejahteraan rakyat. Negara yang berani melakukan koreksi terhadap sistem ketatanegaraannya akan mampu mengatasi berbagai tantangan dan menyediakan solusi nyata bagi rakyat. Sebaliknya, negara yang terus mencari alasan untuk tidak berubah akan terus terjebak dalam lingkaran kegagalan.

You Might Also Like

Mutasi Kejaksaan Jaksel Disorot, Partai X: Penegakan Hukum Jangan Ditukar Jabatan!
Prabowo Naikkan Pangkat Kepolisian Korban Demo, Partai X: Rakyat Korban Siapa Peduli?
KSAD Jalin Hubungan Luar Negeri, Partai X: Hubungan Diplomatik Lancar, Tapi Konflik Rakyat Tak Pernah Tuntas!
Empat Bupati Aceh Menyerah, Ada Pesan Terselubung?
TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kemajuan Tanpa Kedaulatan: Proyek Pembangunan Tanpa Memperhatikan Kedaulatan
Next Article Wicked Problem atau Krisis yang Diabaikan?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah membuka ruang keberatan bagi 28 perusahaan yang izinnya dicabut terkait pelanggaran lingkungan, dengan menekankan kehati-hatian
Pemerintah

Pemerintah Buka Ruang Keberatan, Izin Usaha Harus Diperjelas!

February 4, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Bila Pejabat Tak Menghargai Rakyat, Negara Akan Terpuruk Tanpa Henti

November 20, 2025
Pemerintah

Bupati Umrah Saat Banjir, Partai X Desak Evaluasi Tegas

December 9, 2025
Pemerintah

Puan Dorong Kadin Bangun Ekonomi, Partai X Tekankan Keadilan untuk Rakyat

December 3, 2025
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, masyarakat Indonesia tidak menyukai pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan pribadinya
Pemerintah

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah, Pemimpin Harus Fokus pada Rakyat!

February 3, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.