beritax.id – Korporasi global menguasai pasar di negara maju dan berkembang, menciptakan ketimpangan ekonomi yang semakin tajam. Perusahaan besar dengan modal tak terbatas memiliki pengaruh besar dalam pengambilan kebijakan ekonomi, perpajakan, dan perdagangan internasional. Dengan kontrol mereka atas sumber daya dan kebijakan negara, korporasi ini mengurangi peluang ekonomi bagi sektor lokal dan UMKM, terutama di negara berkembang. Ketimpangan ekonomi semakin lebar, di mana perusahaan besar mendapatkan keuntungan besar sementara rakyat biasa terjebak dalam ketidaksetaraan.
Pengaruh Korporasi Global pada Negara Maju dan Berkembang
Korporasi global menggunakan kekuatan finansial dan lobi pemerintahan untuk mempengaruhi kebijakan negara, baik di negara maju maupun negara berkembang. Mereka mendapatkan insentif pajak, menghindari regulasi, dan memaksimalkan keuntungan melalui monopoli pasar. Negara-negara berkembang sering kali terpaksa menerima kondisi yang merugikan mereka, sedangkan negara maju semakin dipengaruhi oleh kepentingan korporasi besar, memperburuk ketimpangan yang ada di kedua belah pihak.
Tanggapan Prayogi R Saputra: Tugas Negara untuk Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat
Prayogi R Saputra, Anggota Majelis Tinggi Partai X, menegaskan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus berani mengambil langkah tegas untuk melawan dominasi korporasi global yang merugikan perekonomian lokal. Pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan ekonomi berpihak pada rakyat dan bukan hanya pada kepentingan korporasi besar.
Solusi untuk Mengatasi Ketimpangan yang Diciptakan oleh Korporasi Global
- Reformasi Pajak yang Lebih Adil
Negara harus memperkenalkan kebijakan pajak yang lebih progresif untuk korporasi besar. Pajak yang adil akan membantu mengurangi ketimpangan dan memastikan kontribusi yang lebih besar dari perusahaan besar untuk negara. - Penguatan Regulasi Perdagangan Internasional
Negara harus mendorong perjanjian perdagangan internasional yang lebih adil, yang tidak hanya menguntungkan korporasi besar. Regulasi yang ketat dapat membantu mengurangi dominasi pasar oleh perusahaan besar. - Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Lokal
Negara harus lebih fokus pada pemberdayaan ekonomi lokal dan UMKM. Memberikan akses pasar yang lebih luas dan insentif pajak dapat membantu mereka bersaing dengan korporasi global. - Meningkatkan Transparansi dalam Proses Kebijakan
Negara harus memastikan transparansi dalam proses pembuatan kebijakan ekonomi dan fiskal. Setiap kebijakan yang diambil harus melibatkan masyarakat dan memperhatikan kesejahteraan umum, bukan hanya kepentingan perusahaan besar. - Pengawasan yang Lebih Ketat terhadap Korporasi Global
Pemerintah harus meningkatkan pengawasan terhadap korporasi besar untuk mencegah penghindaran pajak dan pelanggaran lainnya. Sanksi yang lebih tegas bagi perusahaan yang melanggar hukum akan menciptakan sistem yang lebih adil.
Penutup: Mewujudkan Ekonomi yang Lebih Adil dan Berkelanjutan
Korporasi global yang menguasai perekonomian negara maju dan berkembang semakin memperburuk ketimpangan ekonomi. Prayogi R Saputra menekankan bahwa negara harus melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan yang mendukung keadilan sosial dan ekonomi. Dengan langkah-langkah reformasi yang tepat, Indonesia dapat menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan, di mana sektor lokal dan UMKM dapat berkembang tanpa terbelenggu oleh dominasi korporasi global.



