By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 13 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Media Bayaran Indonesia dan Matinya Ruang Kritik yang Dibentuk Narasi
Pemerintah

Media Bayaran Indonesia dan Matinya Ruang Kritik yang Dibentuk Narasi

Diajeng Maharani
Last updated: January 13, 2026 1:27 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Fenomena media bayaran Indonesia kian nyata dalam membentuk arus informasi nasional, namun bersamaan dengan itu ruang kritik publik justru semakin menyempit. Pemberitaan yang seragam, narasi yang dipoles positif, dan minimnya sudut pandang alternatif membuat kritik sosial dan koreksi kebijakan perlahan tersingkir dari ruang publik.

Alih-alih menjadi penyalur suara warga, sebagian media berubah menjadi corong kepentingan, membangun cerita tunggal tentang keberhasilan, stabilitas, dan kemajuan, sambil menyingkirkan suara yang mempertanyakan arah kebijakan.

Dari Kontrol Informasi ke Normalisasi Kepatuhan

Praktik kerja sama pemerintah–media melalui advertorial terselubung, kontrak komunikasi, hingga pengondisian redaksi menjadikan kritik dipersepsikan sebagai gangguan. Isu sensitif seperti ketimpangan ekonomi, konflik agraria, pelanggaran hak buruh, atau kebocoran anggaran sering dipinggirkan atau dibingkai ringan.

Dalam situasi ini, publik perlahan dibiasakan untuk menerima narasi resmi tanpa perlawanan. Kritik tidak lagi diperdebatkan, tetapi diabaikan atau dicurigai.

Demokrasi Tanpa Koreksi

Demokrasi membutuhkan kritik sebagai mekanisme koreksi. Ketika media tidak lagi menyediakan ruang adu argumen yang setara, maka:

  • Kebijakan keliru sulit dikoreksi sejak dini.
  • Kekuasaan cenderung semakin tertutup.
  • Kepercayaan masyarakat pada pers dan institusi publik menurun.

Demokrasi pun berubah menjadi prosedur elektoral semata, tanpa pengawasan substantif dari warga.

You Might Also Like

Menata Relasi Pemerintahan, Partai X: Demokrasi Bermartabat Tak Bisa Hidup di Atas Meja Transaksi!
Diguyur Emas Tapi Masih Miskin, Partai X: Negara Ini Tidak Akan Maju Kalau SDA Diborong Orang!
UU TNI Digugat, Partai X: Hukum Harus Lindungi Rakyat, Bukan Kekuasaan!
Kebijakan “Politik” Indonesia Penuh Janji, Tapi Realitanya Cuma Ganti Kursi

Tanggapan Rinto Setiyawan: Kritik Bukan Ancaman Negara

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menilai matinya ruang kritik akibat praktik media bayaran sebagai gejala berbahaya bagi negara demokratis.

“Tugas negara itu hanya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Kritik adalah bagian dari perlindungan rakyat terhadap kesalahan kekuasaan, bukan musuh negara,” tegas Rinto.

Menurutnya, jika negara atau pejabat justru memelihara media bayaran untuk membungkam kritik, maka fungsi melindungi dan melayani rakyat telah berubah menjadi melindungi kepentingan sempit.

Rinto menilai ada dua sumber utama persoalan:

  1. Ketergantungan finansial media pada dana dan korporasi, yang membuat redaksi enggan memuat kritik tajam.
  2. Budaya kekuasaan yang alergi terhadap koreksi, memandang kritik sebagai ancaman stabilitas, bukan sebagai masukan kebijakan.

Kombinasi ini melahirkan ekosistem informasi yang aman bagi penguasa, tetapi berbahaya bagi kepentingan publik.

Solusi: Menghidupkan Kembali Ruang Kritik

Partai X mendorong langkah-langkah berikut:

  1. Transparansi penuh anggaran komunikasi pemerintah
  2. Kewajiban label jelas pada konten berbayar
  3. Dana publik independen bagi jurnalisme kritis
  4. Perlindungan hukum bagi jurnalis dan media oposisi
  5. Penguatan literasi media masyarakat

Media bayaran Indonesia tidak hanya mengaburkan fakta, tetapi juga perlahan mematikan ruang kritik yang menjadi jantung demokrasi. Jika narasi tunggal terus mendominasi, rakyat akan kehilangan alat untuk mengawasi kekuasaan.

Seperti diingatkan Rinto Setiyawan, negara harus kembali pada mandat dasarnya melindungi rakyat dengan menjamin kebebasan bersuara, melayani dengan menyediakan informasi jujur, dan mengatur dengan adil bukan dengan membungkam kritik melalui narasi pesanan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Narasi Pemulihan Ekonomi dan Beban UMKM
Next Article Media Bayaran Indonesia dan Krisis Independensi Pers

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Tak Ada Pembangunan Proyek Tanpa Harga, Tapi Mengapa Rakyat yang Membayar?

December 15, 2025
Pemerintah memutuskan menghentikan impor gula rafinasi atau gula kristal putih (GKP) mulai pertengahan tahun ini.
Ekonomi

Pemerintah Stop Impor Gula, Partai X: Petani Senyum, Rakyat Jangan Terlupa!

September 12, 2025
Pemerintah

PT PIM Hanya Punya Satu Petugas QC Bersertifikat, Partai X Desak Audit Total Distribusi Pangan, Jangan Korbankan Rakyat demi Kejar Laba!

August 6, 2025
Pemerintah

Iuran JKN Tak Ditanggung Penuh, Partai X: Kesehatan Rakyat Jangan Jadi Korban!

November 22, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.