By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 23 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Pengawasan dalam Sistem Pengadaan Elektronik
Pemerintah

Krisis Pengawasan dalam Sistem Pengadaan Elektronik

Diajeng Maharani
Last updated: January 22, 2026 2:08 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Sistem Pengadaan Elektronik (e-procurement) di Indonesia bertujuan meningkatkan transparansi dan efisiensi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Namun, meskipun sistem ini telah diperkenalkan untuk meminimalisir korupsi, krisis pengawasan tetap menjadi masalah besar. Meskipun banyak data tersedia dalam sistem digital, pengawasan yang kurang ketat membuat manipulasi tender dan penyalahgunaan anggaran tetap terjadi. Tanpa pengawasan yang memadai, sistem ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Kurangnya Pengawasan: Celah Korupsi dalam E-Procurement

Sistem pengadaan elektronik menawarkan banyak kemajuan, tetapi tanpa pengawasan yang efektif, risiko manipulasi tetap tinggi. Laporan keuangan dan tender yang transparan bisa disalahgunakan melalui persekongkolan di luar sistem. Misalnya, meskipun proses tender tercatat dalam e-procurement, beberapa pihak tetap dapat mengatur hasilnya di luar pengawasan sistem, dengan menawarkan harga yang tidak wajar atau bekerja sama dengan pihak terkait.

Contoh terbaru dapat dilihat pada proyek pengadaan barang di sektor kesehatan. Meskipun pengadaan dilakukan secara elektronik, proses tender dikuasai oleh beberapa perusahaan yang memiliki hubungan dekat dengan pejabat pengadaan. Mereka bekerja sama untuk memenangkan tender dengan harga yang sudah disepakati sebelumnya, meskipun harga tersebut jauh dari standar yang seharusnya.

Masalah Utama: Ketergantungan pada Data Digital Tanpa Pengawasan Fisik

Salah satu masalah utama dalam sistem pengadaan elektronik adalah ketergantungan yang berlebihan pada data digital, tanpa verifikasi fisik yang memadai. Meskipun data yang ada dalam sistem e-procurement dapat diakses oleh pengawas dan lembaga terkait, tidak ada jaminan bahwa pengadaan yang tercatat benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan. Proyek yang tidak diawasi secara langsung sering kali menjadi sasaran manipulasi, karena tidak ada mekanisme untuk memastikan kesesuaian antara data dalam sistem dan hasil fisik proyek.

Pengawasan yang lebih mendalam, baik melalui audit investigatif maupun verifikasi fisik, diperlukan untuk memastikan bahwa setiap transaksi yang tercatat dalam e-procurement memang sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Solusi untuk Memperbaiki Pengawasan dalam E-Procurement

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan penguatan pengawasan dalam sistem pengadaan elektronik. Salah satu solusi utama adalah penerapan audit berbasis teknologi yang dapat menganalisis pola-pola transaksi dalam sistem untuk mendeteksi kecurangan. Penggunaan teknologi seperti big data dan kecerdasan buatan (AI) dapat membantu mendeteksi anomali yang mungkin terlewatkan oleh pengawasan manual.

You Might Also Like

Nilai Kemanusiaan Harus Mengalahkan Ambisi Kekuasaan
Pemilu Mahal Katanya, Tapi Kehilangan Hak Pilih Lebih Murah?
Kemenhub Luncurkan Aplikasi Mudik 2025, untuk Rakyat atau Ada Kepentingan Pemerintah?
Dana Daerah Dipangkas Rp 269 Triliun, Pajak Naik, Partai X: Rakyat Semakin Terjepit!

Selain itu, peningkatan kapasitas pengawasan fisik juga perlu dilakukan. Lembaga pengawasan, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harus memperkuat peran mereka dalam memverifikasi hasil fisik proyek dan tidak hanya mengandalkan data yang ada di sistem elektronik. Pengawasan yang melibatkan verifikasi fisik akan memperkecil ruang untuk manipulasi.

Transparansi yang Lebih Besar dan Partisipasi Publik

Penting juga untuk meningkatkan transparansi dan partisipasi publik dalam pengawasan e-procurement. Masyarakat harus diberikan akses yang lebih besar terhadap data pengadaan untuk mendorong pengawasan sosial. Dengan adanya platform yang memungkinkan publik untuk mengakses informasi terkait proses pengadaan dan hasil proyek, penyalahgunaan anggaran dapat diminimalisir.

Kesimpulan: Menjamin Pengadaan yang Akuntabel dan Transparan

Meskipun sistem pengadaan elektronik telah membawa banyak kemajuan, krisis pengawasan yang masih ada harus segera diatasi. Dengan memperkuat pengawasan berbasis teknologi, meningkatkan verifikasi fisik proyek, dan melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan, kita dapat menciptakan pengadaan yang lebih transparan dan akuntabel. Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa e-procurement dapat mencapai tujuannya dalam mengurangi korupsi dan memaksimalkan penggunaan anggaran negara untuk kepentingan rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Inisiator Demonstasi Pati Disorot KPK, Klarifikasi Harus Transparan!
Next Article Putusan Perkara 244 Tahun 2025 Mahkamah Konstitusi, Terbelenggu oleh Kompleksitas Perkara Pajak

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Ekonomi

Oplosan Terus Berulang, Partai X: Kalau yang Diaduk Beras, Lalu Siapa yang Mengaduk Hati Nurani Pemerintah?

July 16, 2025
Pemerintah

Prabowo Tegaskan Komitmen Tegakkan Hukum, Partai X: Jangan Ada Ampun bagi Korupsi!

October 23, 2025
PemerintahSeputar Pajak

Tolak CEO Danantara, Pajak Harus Pro Rakyat, Bukan Pemberian!

December 22, 2025
Pemerintah

Korupsi Kuota Haji 2024, KPK Sebut Kerugian Rp 1 Triliun, Partai X Serukan Tindak Mafia Haji!

August 12, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.