By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 5 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Kesejahteraan: Ruang Hidup Dipersempit Demi Pertumbuhan
Pemerintah

Krisis Kesejahteraan: Ruang Hidup Dipersempit Demi Pertumbuhan

Diajeng Maharani
Last updated: January 2, 2026 10:20 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis kesejahteraan semakin terasa ketika ruang hidup rakyat kian menyempit atas nama pertumbuhan ekonomi. Di banyak wilayah Indonesia, pembangunan dipercepat melalui proyek infrastruktur, kawasan industri, tambang, dan ekspansi perkebunan skala besar. Namun, di balik narasi pertumbuhan, masyarakat justru kehilangan tanah, air bersih, hutan, dan lingkungan aman yang selama ini menjadi fondasi kehidupan mereka.

Pertumbuhan dicatat sebagai keberhasilan negara, sementara kesejahteraan rakyat perlahan terkikis.

Pembangunan yang Datang Bersamaan dengan Penggusuran

Dalam beberapa waktu terakhir, publik menyaksikan berbagai konflik agraria, penggusuran permukiman, serta protes warga di sekitar proyek strategis dan kawasan industri. Dari pesisir yang terdampak reklamasi, desa yang terdesak tambang, hingga wilayah hulu yang hutannya dialihfungsikan, pola yang muncul relatif seragam: ruang hidup rakyat dikalahkan oleh kepentingan investasi.

Ketika lahan produktif berubah menjadi kawasan eksklusif, masyarakat dipaksa menyesuaikan diri dengan realitas baru yang lebih sempit dan rentan.

Pertumbuhan Ekonomi yang Tidak Netral

Pertumbuhan sering dipresentasikan sebagai tujuan bersama, seolah semua pihak menikmati manfaat yang sama. Padahal, dalam praktiknya, pertumbuhan tidak pernah netral. Keuntungan terkonsentrasi pada pemilik modal dan pelaku proyek, sementara risiko sosial dan ekologis dialihkan kepada masyarakat sekitar. Banjir, longsor, krisis air, dan hilangnya mata pencaharian menjadi konsekuensi yang harus ditanggung rakyat, tanpa jaminan perlindungan yang memadai.

Di titik ini, pertumbuhan berubah menjadi beban bagi mereka yang paling sedikit menikmati hasilnya.

You Might Also Like

Kepahlawanan Abad 21: Melindungi Rakyat dan Menegakkan Keadilan
KPK Panggil Wasekjen PDIP, Partai X: Hukum Tajam ke Rakyat, Tumpul ke Pejabat?
Energi Hijau Berujung Duka: Ironi PLTA Batang Toru
Analogi Bus Negara dan Arah Tujuan Bangsa

Negara Hadir sebagai Regulator, Absen sebagai Pelindung

Negara terlihat sigap dalam menerbitkan izin, mempercepat proyek, dan menjamin kepastian investasi. Namun, kehadiran negara sering melemah ketika rakyat menghadapi dampak langsung pembangunan. Mekanisme pengaduan lamban, penegakan hukum lingkungan tumpul, dan proses pemulihan berjalan setengah hati. Rakyat diminta memahami “kepentingan nasional”, sementara kepentingan hidup mereka sendiri tak mendapat perlindungan setara.

Krisis kesejahteraan ini memperlihatkan jurang antara fungsi mengatur dan kewajiban melindungi.

Ruang Hidup sebagai Hak, Bukan Hambatan

Ruang hidup bukan sekadar aset ekonomi, melainkan hak dasar warga negara. Tanah, air, udara bersih, dan lingkungan aman adalah prasyarat kesejahteraan yang tidak bisa digantikan oleh angka pertumbuhan semata. Ketika ruang hidup dipersempit, yang hilang bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga martabat, kemandirian, dan masa depan komunitas.

Pembangunan yang mengabaikan hak ini pada dasarnya sedang merusak fondasi negara itu sendiri.

Solusi: Mengembalikan Kesejahteraan sebagai Tujuan Utama

Untuk keluar dari krisis kesejahteraan, negara harus mengubah orientasi pembangunan dari sekadar mengejar pertumbuhan menuju perlindungan dan pemulihan ruang hidup rakyat. Evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek yang berdampak sosial dan ekologis perlu dilakukan secara transparan. Penegakan hukum lingkungan harus diperkuat tanpa kompromi, konflik agraria diselesaikan dengan mengutamakan keadilan bagi warga terdampak, dan partisipasi masyarakat wajib menjadi syarat utama dalam setiap perencanaan pembangunan. Pertumbuhan ekonomi hanya layak disebut keberhasilan jika berjalan seiring dengan terjaminnya ruang hidup, rasa aman, dan kesejahteraan nyata bagi rakyat.

Tanpa perubahan arah tersebut, pertumbuhan akan terus diproduksi di atas penyempitan ruang hidup dan krisis kesejahteraan akan menjadi warisan yang terus berulang.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Krisis Kesejahteraan: Bencana Datang dari Kebijakan yang Salah Arah
Next Article Dalam kondisi struktur ketatanegaraan yang sehat, rakyat idealnya berada dalam satu posisi: subjek yang sadar, kritis, dan aktif 5 Kategori Rakyat dalam Struktur Ketatanegaraan yang Rusak

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

Legalitas Surat Tugas Dipertanyakan! Kuasa Hukum Direktur Jenderal Pajak Diduga Tanpa Kewenangan Sah di Persidangan!

August 6, 2025
Ekonomi

Prabowo Buka Konvensi Migas, Partai X: Energi Nasional Dikuasai Asing, Rakyat Cuma Nonton di Spanduk!

May 22, 2025
Pemerintah

BNPT Sebut Kearifan Lokal Benteng Radikal, Partai X: Fokus Perlindungan Rakyat, Bukan Simbolis!

August 13, 2025
Sosial

Puan Cari Win-Win untuk Ojol, Partai X: Rakyat Jalan Kaki, Aplikator Terus Ngegas Untung!

May 22, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.