By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 10 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Keadilan: Ketika Investasi Lebih Dilindungi daripada Manusia
Pemerintah

Krisis Keadilan: Ketika Investasi Lebih Dilindungi daripada Manusia

Diajeng Maharani
Last updated: December 31, 2025 1:15 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis keadilan semakin nyata dirasakan rakyat ketika kebijakan negara terlihat lebih sigap melindungi investasi dibandingkan melindungi manusia. Atas nama pertumbuhan ekonomi dan iklim usaha, berbagai proyek besar dijalankan dengan mengorbankan hak warga, mulai dari penggusuran, konflik agraria, hingga kerusakan ruang hidup masyarakat lokal. Dalam situasi ini, rakyat justru ditempatkan sebagai hambatan pembangunan, bukan sebagai tujuan utama kebijakan.

Alih-alih menghadirkan kesejahteraan, model pembangunan semacam ini memperdalam ketimpangan dan memunculkan rasa ketidakadilan yang meluas di tengah masyarakat.

Investasi Dijaga, Hak Warga Terpinggirkan

Berbagai kasus menunjukkan bagaimana proyek investasi diberi karpet merah, sementara keluhan warga terdampak berjalan di tempat. Proses perizinan dipercepat, tetapi dialog dengan masyarakat sering diabaikan. Ketika warga menolak atau mempertanyakan dampak sosial dan lingkungan, respons negara kerap bersifat represif, bukan solutif.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: untuk siapa sebenarnya pembangunan dijalankan, dan siapa yang paling dilindungi oleh negara?

Negara Keliru Menentukan Prioritas

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menilai bahwa akar masalah dari krisis ini adalah penyimpangan arah negara dalam menjalankan fungsinya.

“Tugas negara itu jelas dan terbatas pada tiga hal: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika investasi lebih dijaga daripada keselamatan, hak, dan martabat manusia, maka negara sedang salah menempatkan prioritas,” tegas Rinto.

You Might Also Like

Presiden Anti Kritik: Ketika Pemerintah Menganggap Kritik Sebagai Ancaman, Bukan Masukan
Diguyur Emas Tapi Masih Miskin, Partai X: Negara Ini Tidak Akan Maju Kalau SDA Diborong Orang!
Menata Ulang Rumah Negara agar Tak Lagi Berdiri Sendiri-sendiri
Prediksi atau Kenyataan: Iran Diserang Israel dan Amerika dalam Perspektif Cak Nun

Menurutnya, investasi seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan tujuan yang membenarkan pengorbanan manusia.

Dampak Sosial yang Terus Membesar

Ketika manusia dikalahkan oleh kepentingan modal, dampaknya tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial dan psikologis. Rakyat kehilangan tanah, pekerjaan, dan rasa aman, sementara kepercayaan terhadap negara semakin terkikis. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu konflik sosial yang lebih luas dan merusak fondasi kebangsaan.

Pembangunan yang mengabaikan keadilan pada akhirnya justru menciptakan instabilitas yang merugikan semua pihak.

Solusi: Mengembalikan Negara ke Fungsinya

Untuk keluar dari krisis keadilan ini, diperlukan langkah korektif yang tegas dan berpihak pada rakyat, antara lain:

  1. Menempatkan keselamatan dan hak manusia sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan investasi dan pembangunan.
  2. Mewajibkan partisipasi bermakna masyarakat sejak tahap perencanaan proyek, bukan sekadar formalitas.
  3. Meninjau ulang proyek-proyek bermasalah yang terbukti merugikan rakyat dan lingkungan.
  4. Memastikan penegakan hukum yang adil, tanpa kriminalisasi terhadap warga yang memperjuangkan haknya.

Rinto Setiyawan menegaskan penutupannya bahwa negara tidak boleh berubah menjadi penjaga modal semata. Negara harus kembali pada tugas dasarnya: melindungi, melayani, dan mengatur demi kepentingan rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Krisis Keadilan: Pemerintah Menggusur atas Nama Kemajuan
Next Article Bos Bulog Minta Margin Fee, Kesejahteraan Rakyat Harus Utama!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Demokrasi tanpa arah
Pemerintah

Ketika Kebijakan Berubah-ubah, Demokrasi Tanpa Arah Terbaca

May 7, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Anggota Komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro, meminta pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian
Pemerintah

DPR Dorong Perhatian ke Nelayan, Partai X: Nelayan Butuh Aksi, Bukan Janji!

September 18, 2025
Pemerintah

Menempatkan Rakyat sebagai Pusat Keadilan Substantif Negara

April 14, 2026
Pemerintah

Erosi Pilar Keempat dalam Demokrasi yang Disandera Anggaran

January 13, 2026
Dari Praktik Uang ke Korupsi: Hancurkan Demokrasi Secara Perlahan
Pemerintah

Dari Praktik Uang ke Korupsi: Hancurkan Demokrasi Secara Perlahan

February 24, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.