By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Friday, 2 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Keadilan: Fakta di Lapangan Bertabrakan dengan Kata-Kata Kekuasaan
Pemerintah

Krisis Keadilan: Fakta di Lapangan Bertabrakan dengan Kata-Kata Kekuasaan

Diajeng Maharani
Last updated: December 31, 2025 1:14 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
Krisis Keadilan: Fakta di Lapangan Bertabrakan dengan Kata-Kata Kekuasaan
SHARE

beritax.id – Krisis keadilan semakin nyata ketika pernyataan-pernyataan kekuasaan terdengar menenangkan, namun fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang berlawanan. Pemerintah kerap menyampaikan klaim stabilitas, kemajuan, dan keberpihakan pada rakyat, sementara warga menghadapi penggusuran, beban ekonomi yang meningkat, serta keterbatasan akses atas hak dasar.

Benturan antara realitas dan narasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: untuk siapa kebijakan benar-benar dibuat?

Narasi Aman, Realitas Penuh Tekanan

Di banyak wilayah, warga menyaksikan langsung bagaimana narasi “aman dan terkendali” tidak sejalan dengan kondisi sehari-hari. Ketika harga kebutuhan pokok naik, ruang hidup menyempit, dan layanan publik melemah, pernyataan optimistis dari pusat kekuasaan justru terasa jauh dari kenyataan.

Kesenjangan ini menumbuhkan rasa tidak dipercaya dan memperlebar jarak antara negara dan rakyat.

Data di Atas Kertas vs Kehidupan Nyata

Kekuasaan sering kali menjawab kritik dengan statistik dan angka makro. Namun bagi rakyat, keadilan diukur dari apakah mereka bisa hidup layak, mempertahankan tanahnya, dan merasa aman di negaranya sendiri. Ketika data digunakan untuk menutupi penderitaan, maka angka-angka kehilangan maknanya.

Fakta lapangan tidak bisa disangkal hanya dengan pidato.

You Might Also Like

Pemerintah Harus Tunduk pada Amanat Rakyat, Bukan pada Ambisi Kekuasaan
KKP Perluas Perlindungan Laut! Partai X: Jangan Sampai Laut Dilindungi, Nelayan Dilupakan!
QRIS Bikin Jengah, Partai X: Kartu Kredit Tak Cukup, Rakyat Terjepit!
BPHTB Dihapus, Partai X: Rumah Bukan Hanya Hak, Tapi Kebutuhan

Negara yang Terlihat, Tapi Tak Terasa

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menilai persoalan utama bukan sekadar komunikasi, melainkan arah keberpihakan negara.

“Tugas negara itu jelas: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika rakyat justru merasa tertekan, tidak didengar, dan dikorbankan, maka negara hadir secara formal, tapi absen secara substansial,” tegas Rinto.

Menurutnya, kekuasaan tidak boleh sibuk menjaga citra, tetapi harus bertanggung jawab pada kenyataan yang dialami rakyat.

Dampak Sosial dari Benturan Narasi

Benturan antara fakta dan kata-kata kekuasaan melahirkan kekecewaan publik, apatisme, dan melemahnya kepercayaan terhadap institusi negara. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu konflik sosial karena rakyat merasa suaranya tidak lagi memiliki arti. Negara yang terus menyangkal realitas sedang menunda krisis yang lebih besar.

Solusi: Mengakui Fakta, Memperbaiki Arah

Untuk mengakhiri krisis keadilan yang bersumber dari benturan narasi dan realitas, langkah konkret perlu dilakukan:

  1. Mengakui kondisi nyata di lapangan sebagai dasar kebijakan, bukan sekadar data selektif.
  2. Mengembalikan kebijakan pada kebutuhan rakyat, bukan kepentingan citra atau kekuasaan.
  3. Memperkuat mekanisme perlindungan warga, terutama kelompok rentan.
  4. Membuka ruang dialog yang jujur dan setara antara negara dan rakyat.
  5. Menjalankan fungsi negara secara utuh: melindungi, melayani, dan mengatur demi keadilan sosial.

Rinto Setiyawan menegaskan, keadilan tidak lahir dari kata-kata yang rapi, tapi dari keberanian negara menghadapi fakta dan berpihak pada rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Menteri Purbaya ke BNPB, Penanganan Bencana Harus Prioritas!
Next Article Indonesia Krisis: Dari PSN ke Petaka Nasional

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Prabowo Janji Berantas Korupsi, Partai X: Jangan Tebang Pilih, Rakyat Tunggu Bukti!

October 21, 2025
Pemerintah

Kesalahan Sistem Negara: Kaum Budaya Adat Istiadat Jadi Stempel Hilangnya Kedaulatan Rakyat

May 21, 2025
Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan sebanyak 8.018 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Ekonomi

8.018 Dapur MBG Beroperasi, Partai X: Anggaran Jalan, Perut Rakyat Masih Kosong!

September 17, 2025
Pemerintah

PDIP Belum Masuk Kabinet, Partai X: Jangan Bagi-Bagi Kursi, Lupakan Mandat Rakyat!

June 5, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.