By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 11 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Klaim Stabilitas dan Harga Kebutuhan yang Terus Naik
Ekonomi

Klaim Stabilitas dan Harga Kebutuhan yang Terus Naik

Diajeng Maharani
Last updated: January 8, 2026 12:19 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id — Harga kebutuhan naik menjadi kenyataan yang dirasakan luas oleh masyarakat, meski pemerintah terus mengklaim stabilitas ekonomi terjaga. Inflasi disebut terkendali dan pasokan dinyatakan aman, namun di tingkat rumah tangga, beban pengeluaran justru kian berat. Kenaikan harga pangan, biaya pendidikan, kesehatan, perumahan, dan transportasi membuat klaim stabilitas terasa jauh dari kehidupan sehari-hari rakyat.

Dalam beberapa bulan terakhir, publik dihadapkan pada ironi berulang. Di satu sisi, rilis resmi menyebut tekanan harga relatif rendah. Di sisi lain, masyarakat menghadapi lonjakan harga beras, fluktuasi harga pangan pokok, biaya sekolah yang meningkat, serta ongkos hidup perkotaan yang makin mahal. Deflasi dan inflasi rendah yang sempat muncul justru lebih mencerminkan melemahnya daya beli, bukan membaiknya keterjangkauan harga.

Stabil di Data, Mahal di Pasar

Klaim stabilitas makro tidak serta-merta berarti harga kebutuhan terjangkau. Banyak komponen pengeluaran rumah tangga berada di luar kendali langsung kebijakan inflasi, seperti biaya pendidikan, kesehatan, dan perumahan. Sementara pendapatan riil masyarakat cenderung stagnan, kenaikan harga di sektor-sektor esensial ini langsung menggerus daya beli.

Akibatnya, rumah tangga dipaksa berhemat, menurunkan kualitas konsumsi, bahkan mengorbankan tabungan demi memenuhi kebutuhan dasar.

Pangan dan Biaya Hidup sebagai Sumber Tekanan

Kenaikan dan volatilitas harga pangan menjadi sumber tekanan utama. Ketergantungan pada impor, persoalan distribusi, serta cuaca ekstrem memperburuk stabilitas harga di tingkat konsumen. Di saat yang sama, biaya transportasi dan energi turut memengaruhi harga barang dan jasa lain, menciptakan efek berantai yang dirasakan langsung oleh rakyat.

Situasi ini memperlihatkan bahwa stabilitas makro tidak otomatis menjamin stabilitas biaya hidup.

You Might Also Like

Layanan Kesehatan Gratis dari Polri, Partai X: Jangan Sekali Seminggu, Tapi Sepanjang Tahun!
UMKM Peruri Dipamerkan di Bangkok, Partai X: Kenapa di Luar Negeri Diperkuat, di Dalam Negeri Dibiarkan?
KSAU Bahas AI untuk Pertahanan, Partai X: Jangan Sampai Rakyat Diawasi, Tapi Negara Tak Terlindungi!
Uang Negara Nganggur, Partai X: Bentuk Satgas Tak Cukup, Dana Harus Segera Turun ke Rakyat!

Kesenjangan antara Klaim dan Realitas

Ketika klaim stabilitas tidak diikuti oleh keterjangkauan harga kebutuhan, jarak antara kebijakan dan realitas rakyat semakin melebar. Stabilitas yang dirasakan oleh pasar dan indikator makro tidak sama dengan stabilitas yang dirasakan oleh rumah tangga. Jika kondisi ini berlanjut, ketahanan sosial dan konsumsi domestik—penopang utama ekonomi nasional—akan terus melemah.

Solusi: Menurunkan Beban Hidup Rakyat

Untuk menjembatani klaim stabilitas dengan realitas harga kebutuhan, diperlukan langkah kebijakan yang lebih berpihak dan konkret, antara lain:

  1. Memprioritaskan stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama pangan, melalui penguatan produksi dalam negeri dan distribusi yang efisien.
  2. Mengendalikan biaya layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan, agar tetap terjangkau.
  3. Memperkuat perlindungan daya beli, khususnya bagi kelompok rentan dan kelas menengah yang tertekan.
  4. Menyelaraskan kebijakan fiskal dan harga, agar tidak menambah beban konsumsi rumah tangga.
  5. Menjadikan keterjangkauan biaya hidup sebagai indikator utama stabilitas ekonomi, bukan sekadar inflasi agregat.

Stabilitas ekonomi seharusnya tercermin di pasar dan dapur rakyat, bukan hanya di laporan statistik. Selama harga kebutuhan terus naik dan membebani kehidupan sehari-hari, klaim stabilitas akan tetap terdengar hampa bagi mayoritas masyarakat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pemerintah Pamer Capaian, Rakyat Menanggung Beban
Next Article Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kehutanan, Transparansi dalam Pengelolaan Sumber Daya

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Purbaya Sentil Bahlil, Partai X: Rakyat Butuh Subsidi, Bukan Sendirian!

October 1, 2025
Pendidikan

Sekolah Tidak Boleh Menjadi Korban Kebijakan Pemerintah yang Tidak Efektif

December 4, 2025
Pemerintah memutuskan menghentikan impor gula rafinasi atau gula kristal putih (GKP) mulai pertengahan tahun ini.
Ekonomi

Pemerintah Stop Impor Gula, Partai X: Petani Senyum, Rakyat Jangan Terlupa!

September 12, 2025
Pemerintah

Rakyat Bertanya: Kebijakan Pemerintah Mau ke Mana, Sebenarnya?

December 10, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.