By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 9 March 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ketika Pemerintah Gagal Total dalam Mengelola Indonesia
Pemerintah

Ketika Pemerintah Gagal Total dalam Mengelola Indonesia

Diajeng Maharani
Last updated: March 9, 2026 8:08 am
By Diajeng Maharani
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh: Adv. Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan

beritax.id – Di salah satu forum Maiyah, budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun memberikan refleksi yang tajam mengenai kondisi Indonesia. Dalam bahasa yang sederhana namun sarat makna, beliau menegaskan:
“Di antara yang paling mudah, paling indah, dan paling makmur di seluruh bumi ini adalah Indonesia. Pemerintah itu, rakyatnya bisa makan meskipun pemerintahnya tidur. Jadi, jika masih ada orang miskin, berarti yang salah adalah pemerintahnya. Jika ada pertengkaran karena uang atau pangan, itu menunjukkan pemerintah tidak mampu memimpin. Tidak mungkin orang Indonesia miskin atau sengsara dengan rahmat Allah yang berlimpah-limpah.”

Contents
Kekayaan Alam Tidak Menjamin KesejahteraanKemerdekaan yang Belum TuntasKetika Negara Kehilangan KedaulatanJalan Pembebasan Peradaban

Pernyataan ini bukan sekadar ekspresi emosional, melainkan kritik moral terhadap tata kelola negara. Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa tanah subur, laut luas, sumber daya mineral melimpah, serta posisi strategis di peta dunia. Secara logika, rakyat seharusnya hidup cukup, bahkan makmur.

Namun kenyataannya justru berbeda. Kemiskinan masih meluas, ketimpangan sosial semakin lebar, konflik ekonomi muncul di berbagai wilayah, dan sebagian rakyat hidup dalam ketidakpastian. Adapun ketika itu dapat dikatakan bahwa pemerintah gagal total dalam mengelola Indonesia. Hal ini memunculkan pertanyaan mendasar: mengapa negeri yang begitu kaya justru memiliki rakyat yang miskin?

Kekayaan Alam Tidak Menjamin Kesejahteraan

Kekayaan alam tidak akan otomatis menciptakan kesejahteraan jika negara tidak dipimpin dengan tepat. Pengelolaan sumber daya memerlukan sistem kepemimpinan yang adil dan berorientasi pada rakyat. Jika kekayaan melimpah tetapi rakyat tetap miskin, maka kegagalan tersebut adalah cerminan kegagalan kepemimpinan. Kritik Cak Nun menjadi relevan, karena sulit diterima akal sehat bila rakyat masih kesulitan memperoleh pangan atau kehidupan layak di tengah kelimpahan alam.

Kemerdekaan yang Belum Tuntas

Paradoks ini juga terkait dengan kemerdekaan Indonesia yang belum sepenuhnya selesai. Secara formal, Indonesia merdeka dari penjajahan militer dan teritorial. Namun, penjajahan modern tidak selalu hadir lewat tentara atau senjata. Dalam banyak kajian geopolitik, dikenal tiga bentuk penjajahan:

  1. Penjajahan militer dan teritorial, seperti kolonialisme klasik sebelum kemerdekaan.
  2. Penjajahan nilai, budaya, dan ekonomi pasar bebas, di mana penguasaan dilakukan melalui penetrasi nilai dan sistem global.
  3. Penjajahan regulasi, melalui sistem hukum, kebijakan ekonomi, dan struktur kelembagaan yang mengarahkan negara mengikuti kepentingan kekuatan global.

Dengan dinamika global saat ini, kekuatan ekonomi dan politik terpusat semakin menentukan arah kebijakan negara-negara berkembang.

You Might Also Like

Pancasila Bukan Slogan tetapi Pedoman Operasional
Pemerintah Seolah Benar, Sampai Fakta Berbicara
DPR Bentuk Pansus Agraria, Partai X: Tanah Subur, Rakyat Tetap Tergusur!
Demonstrasi Mahasiswa Desak Polisi Bebaskan Aktivis, Partai X: Rakyat Butuh Keadilan Nyata!

Ketika Negara Kehilangan Kedaulatan

Negara yang kehilangan kedaulatan dalam mengatur ekonomi, hukum, dan struktur ketatanegaraan akan kesulitan mengelola kekayaan sendiri. Akibatnya, sumber daya yang seharusnya untuk rakyat justru dinikmati kekuatan ekonomi besar, baik domestik maupun internasional. Rakyat pun sering menjadi penonton dari pengelolaan negaranya sendiri.

Tantangan Global dan Risiko Totalitarianisme

Integrasi ekonomi dan politik dunia yang semakin kuat menimbulkan kekhawatiran akan totalitarianisme baru. Konsentrasi kekuasaan yang ekstrem dapat mengancam martabat dan kebebasan manusia, yang secara prinsip ditolak oleh hampir semua ajaran moral dan agama.

Jalan Pembebasan Peradaban

Untuk menghadapi kondisi ini, diperlukan pembebasan peradaban yang mencakup dimensi politik, spiritual, kultural, dan konstitusional.

  1. Penguatan kesadaran spiritual (tauhid): Fondasi moral bagi bangsa agar tidak kehilangan arah dalam menghadapi tekanan global.
  2. Pemaknaan kembali nilai-nilai Pancasila: Menjadikan Pancasila sebagai pedoman keadilan sosial, kemanusiaan, persatuan, dan kedaulatan rakyat.
  3. Perbaikan struktur ketatanegaraan melalui reformasi konstitusi: Memastikan kedaulatan berada di tangan rakyat dan digunakan untuk kemakmuran mereka.

Tujuan dari tiga tahap ini adalah menjadikan rakyat sebagai pemilik dan penguasa kedaulatan sejati negara.

Kesimpulan

Indonesia adalah negeri kaya yang seharusnya mampu menjamin kesejahteraan warganya. Jika rakyat masih miskin dan sengsara, masalahnya bukan pada kekurangan sumber daya, tetapi pada arah kepemimpinan dan kedaulatan negara. Kritik Cak Nun mengingatkan bahwa kekayaan alam tidak otomatis menjamin kesejahteraan bila negara kehilangan arah dan kepemimpinan. Masa depan bangsa tergantung pada kemampuan menjaga nilai, kedaulatan, dan sistem yang benar-benar berpihak kepada rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Stabilitas Tanpa Keadilan: Mengapa Kesejahteraan Rakyat Terabaikan?
Next Article Penjajahan Modern: Kekuasaan Global dan Pengaruhnya pada Rakyat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

PAN Hormati Putusan MK Soal Jabatan Ketum, Partai X: Hormat Karena Aman, Bukan Karena Demokratis!

May 16, 2025
Kriminal

Menteri HAM: Dokter Pemerkosa Harus Diproses, Partai X: Buktikan Tegaknya Keadilan!

April 24, 2025
Pemerintah

Agenda Isu Global: Memaksakan Solusi pada Masalah yang Tidak Pernah Ada

January 21, 2026
Pemerintah

Pajak Menyengsarakan Rakyat: Sistem Pajak yang Tak Pernah Menyentuh Korporasi!

February 23, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.