By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 15 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ketika Kritik Dibungkam oleh Media Bayaran Pemerintah
Pemerintah

Ketika Kritik Dibungkam oleh Media Bayaran Pemerintah

Diajeng Maharani
Last updated: January 15, 2026 12:36 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Praktik media bayaran pemerintah semakin nyata membentuk arah pemberitaan nasional, bukan untuk memperkaya informasi publik, melainkan untuk menyingkirkan suara-suara kritis yang dianggap mengganggu citra kekuasaan. Dalam situasi ini, kritik tidak lagi diperdebatkan secara sehat, tetapi dipinggirkan melalui seleksi berita, framing sepihak, dan pengulangan narasi resmi negara.

Di banyak platform media arus utama, isu-isu sensitif seperti kegagalan kebijakan, konflik agraria, pelanggaran hak buruh, hingga korupsi kelas atas kerap:

  • Diredam intensitasnya
  • Diberitakan singkat tanpa pendalaman
  • Dihilangkan dari halaman utama
  • Atau diganti dengan berita pencitraan pejabat

Kondisi ini tidak muncul secara kebetulan, melainkan tumbuh seiring meningkatnya ketergantungan media pada kontrak komunikasi pemerintah, advertorial pemerintah, dan dana publikasi institusional.

Dari Ruang Publik ke Ruang Pesanan

Ketika ruang redaksi dikondisikan oleh kepentingan finansial negara, media perlahan bergeser:

  • Dari pengawas kekuasaan → menjadi pengaman kekuasaan
  • Dari penyaji fakta → menjadi pengelola citra
  • Dari penyalur kritik → menjadi penyaring kritik

Akibatnya, ruang publik kehilangan fungsinya sebagai tempat adu gagasan dan kontrol sosial. Demokrasi tetap berjalan secara prosedural, tetapi miskin perdebatan substantif.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Tidak Boleh Membungkam dengan Anggaran

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menilai fenomena ini sebagai penyimpangan serius dari mandat dasar negara.

You Might Also Like

Purbaya Rancang Strategi, Partai X: Utang Negara Harus Dituntaskan, Bukan Diatur!
Shutdown AS Rugikan Rp248 T, Partai X: Jangan Sampai Rakyat Kita Ikut Sengsara!
Saat Rakyat Butuh, Prabowo Dikelilingi Pujian Kekuasaan
Kemnaker Masih Kaji Satgas PHK, Partai X: Buruh Sudah Menjerit, Pemerintah Masih Sibuk Diskusi!

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika kritik dibungkam lewat media yang dibayar, maka negara sedang gagal menjalankan ketiganya sekaligus,” tegas Rinto.

Ia menjelaskan:

“Melindungi rakyat berarti melindungi hak mereka untuk tahu kebenaran. Melayani rakyat berarti membuka ruang kritik, bukan menutupnya. Mengatur rakyat tidak boleh dilakukan dengan memanipulasi informasi.”

Menurutnya, negara yang alergi kritik dan menggunakan media sebagai tameng propaganda sedang membangun stabilitas palsu yang rapuh dari dalam.

Dampak Sistemik bagi Demokrasi

Dominasi media bayaran pemerintah menimbulkan dampak berlapis:

  • Turunnya kepercayaan publik terhadap pers
  • Matinya jurnalisme investigatif
  • Normalisasi kebijakan bermasalah
  • Kriminalisasi atau delegitimasi suara kritis
  • Penguatan kekuasaan tanpa pengawasan efektif

Dalam jangka panjang, masyarakat kehilangan kemampuan membedakan mana kepentingan negara dan mana kepentingan penguasa.

Solusi: Mengembalikan Media pada Fungsinya

Rinto Setiyawan mendorong langkah-langkah konkret untuk menghentikan praktik pembungkaman terselubung ini:

1. Transparansi penuh anggaran komunikasi pemerintah

Setiap kontrak media wajib dibuka ke publik.

2. Pemisahan tegas antara iklan negara dan produk jurnalistik

Konten berbayar harus diberi label jelas.

3. Perlindungan hukum bagi media independen dan jurnalis kritis

Negara wajib menjamin keselamatan dan kebebasan kerja pers.

4. Penguatan Dewan Pers dan penegakan kode etik

Media yang menyamarkan propaganda sebagai berita harus diberi sanksi.

5. Literasi media untuk masyarakat

Agar publik mampu mengenali manipulasi informasi dan framing kekuasaan.

Ketika kritik dibungkam bukan dengan larangan, tetapi dengan uang negara, demokrasi kehilangan denyut utamanya. Media tidak lagi menjadi cermin kekuasaan, melainkan tirai yang menutupinya.

Seperti diingatkan Rinto Setiyawan, negara yang kuat bukan negara yang membungkam suara berbeda, tetapi negara yang cukup dewasa untuk dikoreksi oleh rakyatnya sendiri.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pers Diawasi Kekuasaan, Krisis Kebebasan Pers Nyata Pers Diawasi Kekuasaan, Krisis Kebebasan Pers Nyata
Next Article Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui penyelundupan pangan masih marak di berbagai daerah. Komoditas yang diselundupkan Kasus Penyelundupan Pangan Masih Marak, Penegakan Hukum Harus Kuat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

Fenomena Prematuritas Jabatan dan Penyimpangan Prosedural dalam Pencalonan Hakim Agung Pajak: Sebuah Sorotan Kritis

August 18, 2025
Pemerintah

45 Ton Pasir Timah Digagalkan, Partai X: Bagus, Tapi Kapan Tangkap Pemodalnya

June 16, 2025
Gugatan ini meminta agar Mahkamah menghapus threshold pilkada, seperti yang sudah diputuskan dalam gugatan presidential threshold sebelumnya
Pemerintah

Mahasiswa Gugat Threshold, Partai X: Demokrasi Tak Butuh Batasan Palsu!

June 5, 2025
EkonomiSosial

Gerindra Dorong Evaluasi Nikel, Partai X: Jaga Raja Ampat Jangan Hanya Jadi Slogan!

June 9, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.