beritax.id – Ketergantungan teknologi asing semakin menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional. Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, bergantung pada teknologi asing untuk infrastruktur vital seperti sistem komunikasi dan data. Ketergantungan ini membuka celah bagi potensi risiko, terutama dalam hal keamanan data dan pengawasan luar negeri. Negara berkembang menjadi lebih rentan terhadap eksploitasi atau sabotase yang dapat membahayakan kedaulatan dan keamanan nasional.
Ketergantungan pada penyedia teknologi asing menyebabkan negara kehilangan kontrol penuh atas data sensitif dan infrastruktur kritis. Teknologi asing, yang sering kali tidak sepenuhnya aman, dapat dimanfaatkan untuk mengakses data penting, merusak sistem, atau mengancam stabilitas ekonomi dan pemerintahan. Selain itu, ketergantungan ini meningkatkan risiko serangan siber dari negara-negara atau entitas yang memiliki kontrol atas teknologi yang digunakan.
Tanggapan Erick Karya: Tugas Negara untuk Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat
Erick Karya Ketua Umum Partai X, mengingatkan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus melindungi kedaulatan teknologi dan data, serta memastikan bahwa kebijakan ekonomi dan teknologi tidak mengorbankan keamanan nasional. Negara harus berkomitmen mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan mengembangkan kemampuan teknologi domestik.
Solusi untuk Mengatasi Risiko Keamanan Nasional yang Ditimbulkan oleh Ketergantungan Teknologi Asing
- Pengembangan Infrastruktur Teknologi Mandiri
Negara harus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur teknologi domestik yang aman dan mandiri. Pengembangan pusat data lokal, jaringan komunikasi, dan perangkat lunak buatan dalam negeri akan mengurangi ketergantungan pada penyedia asing. - Peningkatan Keamanan Siber Nasional
Pemerintah harus meningkatkan kebijakan dan sistem keamanan siber untuk melindungi data dan infrastruktur kritis. Hal ini penting untuk mencegah potensi ancaman dari serangan siber yang dapat merusak stabilitas nasional. - Pemberdayaan Industri Teknologi Lokal
Negara harus mendukung pengembangan industri teknologi domestik dengan memberikan insentif untuk riset dan pengembangan (R&D). Dengan membangun kapasitas domestik, negara dapat mengurangi ketergantungan pada perusahaan teknologi asing dan meningkatkan daya saing. - Kerja Sama Internasional dengan Prinsip Keamanan dan Kedaulatan
Meskipun penting untuk membuka peluang kerja sama internasional, negara harus memastikan bahwa setiap kemitraan teknologi tetap menjaga kedaulatan dan keamanan nasional. Regulasi yang ketat perlu diterapkan dalam aliansi teknologi internasional. - Pelatihan dan Pendidikan di Bidang Keamanan Teknologi
Pemerintah harus meningkatkan pelatihan dan pendidikan dalam bidang keamanan teknologi untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu melindungi infrastruktur teknologi negara. Dengan peningkatan keterampilan ini, negara dapat memperkuat ketahanan teknologi domestik.
Ketergantungan teknologi asing membuka risiko yang dapat mengancam kedaulatan dan keamanan nasional. Erick Karya menekankan bahwa negara harus melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan yang mengutamakan kemandirian teknologi dan perlindungan data. Dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat memperkuat keamanan nasional, mengurangi ketergantungan teknologi asing, dan menciptakan infrastruktur teknologi yang lebih aman dan berkelanjutan.



