By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 6 July 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Ketika Ambisi Memelihara Praktik Kekuasaan Tak Tahu Malu
Pemerintah

Ketika Ambisi Memelihara Praktik Kekuasaan Tak Tahu Malu

Diajeng Maharini
Last updated: July 6, 2026 2:00 pm
By Diajeng Maharini
Share
6 Min Read
SHARE

beritax.id — Praktik kekuasaan tak tahu malu kembali menjadi sorotan dalam membaca dinamika sosial-pemerintahan Indonesia yang digambarkan berada dalam situasi krisis multidimensi. Di tengah narasi pembangunan dan stabilitas, muncul pertanyaan serius mengenai bagaimana ambisi pemerintahan dan kekuasaan justru memelihara praktik kekuasaan tak tahu malu yang menjauhkan negara dari mandat utamanya sebagai pelayan publik. Dalam berbagai analisis kritis, praktik kekuasaan tidak tahu malu tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dalam ekosistem pemerintahan yang memberi ruang besar bagi kepentingan kelompok. Ambisi mempertahankan dan memperluas kekuasaan sering kali menutupi urgensi pembenahan struktural yang seharusnya menjadi prioritas utama negara.

Contents
Krisis yang Meluas dan Menurunnya Sensitivitas KekuasaanRetorika Stabilitas vs Realitas SosialBudaya Konsumsi dan Distraksi sebagai Penopang SistemJalan Keluar: Mengembalikan Arah Kekuasaan pada Kepentingan Publik

Krisis yang Meluas dan Menurunnya Sensitivitas Kekuasaan

Praktik kekuasaan tak tahu malu tampak semakin menguat ketika krisis di berbagai sektor tidak lagi diperlakukan sebagai keadaan darurat. Kenaikan biaya hidup, ketimpangan ekonomi, hingga melemahnya daya beli masyarakat sering kali tidak direspons dengan kebijakan yang setara dengan skala persoalan. Ambisi pemerintahan yang berorientasi jangka pendek membuat banyak kebijakan lebih diarahkan untuk mempertahankan citra ketimbang menyelesaikan akar masalah. Dalam situasi ini, praktik kekuasaan tidak tahu malu muncul dalam bentuk kebijakan yang tampak responsif secara komunikasi, namun minim dampak struktural bagi masyarakat.

Retorika Stabilitas vs Realitas Sosial

Salah satu ciri utama dari praktik kekuasaan tak tahu malu adalah jarak antara retorika stabilitas dan kondisi riil masyarakat. Narasi keberhasilan sering kali dikedepankan, sementara realitas sosial menunjukkan tekanan ekonomi dan sosial yang terus meningkat. Dalam banyak kasus, ambisi untuk menjaga legitimasi pemerintahan membuat informasi publik dikelola secara selektif. Hal ini menciptakan persepsi seolah-olah keadaan terkendali, padahal di lapangan masyarakat menghadapi kesulitan yang kompleks dan berlapis. Praktik kekuasaan tidak tahu malu dalam konteks ini tidak hanya berupa tindakan langsung, tetapi juga melalui pengelolaan persepsi publik yang mengaburkan urgensi perubahan.

Dampak lain dari situasi ini adalah melemahnya solidaritas sosial. Penderitaan masyarakat tidak membentuk kesadaran kolektif yang kuat, melainkan terpecah menjadi pengalaman individual yang tersebar. Praktik kekuasaan tidak tahu malu memperkuat fragmentasi ini dengan tidak membuka ruang dialog yang inklusif antara negara dan masyarakat. Kritik sering kali dipersepsikan sebagai gangguan terhadap stabilitas, bukan sebagai bagian dari mekanisme koreksi kebijakan. Akibatnya, masyarakat kehilangan kanal efektif untuk menyuarakan kepentingan bersama secara terorganisir.

Budaya Konsumsi dan Distraksi sebagai Penopang Sistem

Di tengah berbagai persoalan struktural, budaya konsumsi dan hiburan berkembang pesat. Pusat perbelanjaan, media hiburan, dan industri digital menjadi ruang distraksi yang kuat dari realitas sosial yang sedang berlangsung. Dalam konteks ini, praktik kekuasaan tak tahu malu tidak selalu hadir secara frontal, tetapi bekerja melalui normalisasi keadaan. Ketika krisis tidak lagi diperlakukan sebagai sesuatu yang membutuhkan respons luar biasa, maka masyarakat pun terdorong untuk beradaptasi tanpa dorongan perubahan yang mendasar.

Ambisi kekuasaan yang berkelanjutan turut memperkuat situasi ini, karena stabilitas citra lebih diutamakan dibanding stabilitas kesejahteraan. Praktik kekuasaan tak tahu malu bertahan bukan hanya karena faktor individu, tetapi karena struktur yang menopangnya. Beberapa faktor utama antara lain:

You Might Also Like

Di Balik Krisis Bangsa Ada Karakter Kepemimpinan Culas
Negara yang Sakit dan Rakyat yang Terbiasa
Kedaulatan Berpindah Tangan: Rakyat Pemilik, Penguasa Bertindak Pemilik
Rakyat Tanpa Negara di Tengah Janji Kesejahteraan
  1. Orientasi ambisi pemerintahan jangka pendek yang mengutamakan kemenangan elektoral
  2. Lemahnya kontrol publik dan institusional terhadap kebijakan strategis
  3. Minimnya transparansi dalam pengambilan keputusan
  4. Kuatnya jejaring kepentingan antar-pejabat dalam birokrasi dan pemerintahan

Kombinasi faktor ini menciptakan ruang yang memungkinkan praktik kekuasaan tak tahu malu terus berulang tanpa koreksi yang signifikan.

Jalan Keluar: Mengembalikan Arah Kekuasaan pada Kepentingan Publik

Untuk mengatasi praktik kekuasaan tak tahu malu yang dipelihara oleh ambisi pemerintahan, diperlukan reformasi yang bersifat struktural dan berkelanjutan.

1. Transparansi Kebijakan yang Mengikat

Setiap kebijakan publik harus disertai mekanisme transparansi yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Informasi tidak boleh dimonopoli oleh pejabat pemerintahan.

2. Pembatasan Berbasis Kepentingan Kelompok

Diperlukan regulasi yang mempersempit ruang konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan publik, termasuk dalam penempatan jabatan strategis.

3. Penguatan Lembaga Pengawasan Independen

Lembaga pengawas harus memiliki kewenangan nyata untuk mengoreksi kebijakan yang menyimpang dari kepentingan publik.

4. Reformasi Etika Kekuasaan

Dibutuhkan standar etika pemerintahan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang tegas bagi pelanggaran.

5. Peningkatan Partisipasi Publik

Masyarakat perlu diberi ruang lebih luas untuk terlibat dalam proses perumusan kebijakan, bukan hanya sebagai objek, tetapi sebagai subjek pengawasan.

Praktik kekuasaan tak tahu malu menunjukkan bahwa persoalan utama bukan hanya pada kebijakan, tetapi pada arah ambisi kekuasaan itu sendiri. Ketika ambisi tidak lagi dibingkai oleh kepentingan publik, maka kekuasaan cenderung kehilangan fungsi korektifnya. Perubahan hanya mungkin terjadi jika ambisi pemerintahan diarahkan ulang menjadi alat untuk memperkuat pelayanan publik, bukan sekadar mempertahankan posisi dan pengaruh. Tanpa koreksi tersebut, jarak antara negara dan masyarakat akan terus melebar, sementara krisis hanya akan menjadi latar permanen dari kehidupan berbangsa.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Praktik kekuasaan tak tahu malu Praktik Kekuasaan Tak Tahu Malu dan Krisis Moral Kepemimpinan
Next Article subyektivisme kelompok penguasa Di Atas Kepentingan Publik Berdiri Subyektivisme Kelompok Penguasa

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Berantas Korupsi Fokus ke Kerugian Negara, Partai X: Pelaku Tetap Kaya, Publik Tetap Kecewa!!

June 17, 2025
Pemerintah

Negara dalam Genggaman Pemerintah, Rakyat Kehilangan Kendali

June 25, 2026
Pemerintah

Pemangkasan Anggaran Bikin Bakamla Batal Beli Speedboat, Partai X: Bagaimana Jaga Laut?

March 7, 2025
Pemerintah

Prabowo Siapkan Satgas Taman Nasional, Lindungi Alam dan Keanekaragaman Hayati!

March 13, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.