By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 12 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kepentingan Publik atau Kemauan Pemerintah?
Pemerintah

Kepentingan Publik atau Kemauan Pemerintah?

Diajeng Maharani
Last updated: January 12, 2026 10:21 am
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Sering kali kita memahami pepatah “untuk melawan kekuatan besar, kita harus punya kekuatan yang lebih besar” secara sempit. Banyak orang percaya bahwa untuk menghadapi pemerintah, seseorang harus memiliki jabatan tinggi, uang melimpah, atau pengaruh pejabat yang kuat.

Contents
Membangun Kekuatan yang Tidak Mereka PerhitungkanPerubahan yang Gagal?Kesimpulan

Cara berpikir seperti ini membuat masyarakat merasa kecil dan tidak berdaya.

Padahal, jika kita mengikuti aturan main yang dibuat para pejabat, maka kita bisa terjebak.

Kita seperti bermain dalam pertandingan yang wasit, lapangan, dan aturannya sudah diatur untuk menguntungkan mereka.

Membangun Kekuatan yang Tidak Mereka Perhitungkan

Kekuatan tidak selalu datang dari jabatan. Suara publik, solidaritas komunitas, kemampuan menyebarkan ide, dan keberanian untuk mengorganisir diri adalah sumber kekuatan yang tidak pernah benar-benar dihitung oleh penguasa. Banyak perubahan besar lahir justru dari ruang-ruang ini, dari gerakan yang tumbuh dari bawah.

Revolusi People Power di Filipina pada tahun 1986, menjadi contoh kuat bagaimana masyarakat dapat menciptakan kekuatan baru yang tidak dihitung oleh pemerintah.

You Might Also Like

Motor Brebet Massal Karema Pertalite, Partai X: Pertamina Harus Bertanggung Jawab, Bukan Sembunyi!
Keadilan Sosial Tidak Terjadi Sendiri, Harus Diperjuangkan Rakyat
Kembalikan Kedaulatan Rakyat, Wahai Presiden tercinta
Penerima MBG Mau Dinaikkan Jadi 50 Juta, Partai X Tuntut Audit: Jangan Sampai Makan Gratis Jadi Alat Kampanye Penguasa!

Saat itu, Presiden Ferdinand Marcos telah berkuasa lebih dari dua dekade dengan kontrol ketat terhadap pemerintah dan militer.

Namun, rakyat biasa, mulai dari gereja Katolik, mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga, hingga kelompok profesional bersatu melakukan aksi damai di jalan-jalan Manila.

Mereka tidak memiliki jabatan tinggi atau kekayaan besar, tetapi memiliki solidaritas moral yang kuat.

Liputan media dan keberanian masyarakat untuk tetap damai. Meski menghadapi tekanan membuat gerakan ini tumbuh menjadi kekuatan sosial yang tidak dapat dipadamkan.

Tekanan itu akhirnya membuat Marcos kehilangan legitimasi dan meninggalkan Filipina.

Perubahan yang Gagal?

Namun membangun kekuatan baru tidak cukup hanya dengan semangat. Perubahan harus berdiri di atas fondasi nilai yang jelas seperti keadilan, transparansi, dan partisipasi publik.

Reformasi 1998 adalah contoh nyata bagaimana sebuah perubahan besar bisa kehilangan arah ketika tidak dibangun dengan pondasi yang kokoh.

Saat itu, rakyat berhasil meruntuhkan kekuasaan yang dianggap mengekang, namun sistem baru yang lahir belum punya perlindungan yang cukup kuat terhadap oligarki, korupsi, serta konsentrasi kekuasaan.

Akibatnya, struktur yang dibongkar memang berbeda, tetapi pola-pola lama tetap hidup yaitu kekuasaan masih berputar di lingkaran sempit. Keputusan pemerintahan sering tidak berpihak pada rakyat, dan ruang demokrasi perlahan kembali menyempit.

Perubahan besar tanpa pondasi kuat ibarat meruntuhkan rumah tua. Namun membangunnya kembali dengan desain yang sama, hanya catnya saja yang berbeda.

Karena itu, menciptakan kekuatan baru tidak cukup hanya dengan menggoyang kekuasaan.
Kekuatan itu harus lahir dari nilai-nilai yang lebih mendasar keadilan, transparansi, partisipasi publik yang nyata, dan sistem yang tidak memberi ruang bagi satu kelompok menguasai semuanya.

Selain itu, perlu mekanisme kontrol yang tidak bergantung pada satu tokoh atau satu masa saja, di mana kontrol harus hidup dalam masyarakat, lembaga, pendidikan, dan budaya.

Tanpa itu, kekuatan baru akan mudah disusupi, dibelokkan, atau akhirnya berubah menjadi kekuatan lama dengan wajah yang berbeda.

Kesimpulan

Perubahan sejati bukan mengganti siapa yang berkuasa, tetapi bagaimana kekuasaan bekerja. Kekuatan baru harus lahir dari nilai yang benar, dijaga oleh mekanisme yang kokoh, dan dipelihara oleh kesadaran kolektif yang tidak mudah dibelokkan.

Jika fondasi itu kuat, masyarakat tidak hanya mampu menciptakan kekuatan baru, tetapi juga mempertahankannya agar tidak berubah menjadi kekuasaan lama dalam bentuk lain.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ketika Pemerintah Digaji Rakyat Justru Mengabdi pada Penguasa
Next Article Demokrasi Terancam Saat Pemerintah Bayaran Lupa Mandat

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Seputar Pajak

IWPI dan P5I Kritik Menkeu: Sri Mulyani Melawan Konstitusi dan Mengacaukan Tata Pemerintahan

September 2, 2025
Pemerintah

Prabowo Usul Badan Khusus Pembangunan Perumahan, Pengelolaan Harus Efektif!

December 31, 2025
Sosial

Stabilitas Makro di Atas, Kerentanan Sosial Indonesia di Bawah

January 7, 2026
Pemerintah

Prabowo Perintahkan Seskab, Partai X: Pemda Harus Fokus, Bukan Formalitas!

November 21, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.