By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 1 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kepatuhan Administratif Rumit dan Dampaknya pada Kualitas Layanan Pajak
Pemerintah

Kepatuhan Administratif Rumit dan Dampaknya pada Kualitas Layanan Pajak

Diajeng Maharani
Last updated: January 29, 2026 1:32 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Kepatuhan administratif rumit menjadi salah satu kendala utama dalam sistem perpajakan Indonesia. Seiring dengan semakin kompleksnya regulasi pajak global, pelaku usaha domestik terpaksa mengikuti aturan yang sulit dipahami dan diterapkan. Prosedur yang rumit ini memperburuk kualitas layanan pajak yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, kepatuhan administratif yang tinggi menyebabkan birokrasi pajak semakin tidak efisien dan sulit diakses oleh sebagian besar wajib pajak.

Sistem perpajakan Indonesia semakin mengharuskan wajib pajak untuk memenuhi berbagai persyaratan yang rumit. Salah satu contoh nyata adalah penerapan prinsip Arm’s Length yang diatur oleh standar internasional seperti OECD. Prinsip ini memerlukan dokumentasi yang sangat mendetail, termasuk Master File, Local File, dan Country-by-Country Reporting (CbCR). Bagi pelaku usaha domestik, terutama UMKM, ini menjadi beban besar karena mereka tidak memiliki akses ke konsultan pajak global seperti yang dimiliki perusahaan besar.

Dampak Kepatuhan Administratif pada UMKM

Beban kepatuhan administratif yang rumit sangat merugikan UMKM di Indonesia. Banyak dari mereka kesulitan memahami dan mengikuti prosedur pajak yang rumit, yang sering kali memerlukan bantuan dari konsultan pajak besar. Hal ini menciptakan ketidaksetaraan dalam sistem perpajakan, di mana korporasi besar lebih mudah mematuhi regulasi karena memiliki sumber daya lebih besar. Akibatnya, UMKM sering terjebak dalam siklus kesulitan administratif, yang menghambat pertumbuhan mereka dan menyebabkan mereka terhindar dari kewajiban pajak.

Pengaruh terhadap Kualitas Layanan Pajak

Kepatuhan administratif yang rumit juga berdampak pada kualitas layanan pajak yang diberikan oleh pemerintah. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sering kali kewalahan dalam menangani jumlah wajib pajak yang terus meningkat. Prosedur yang kompleks dan lambatnya sistem pengajuan membuat banyak wajib pajak frustrasi. Masyarakat kesulitan mendapatkan informasi yang jelas dan cepat mengenai kewajiban pajak mereka, sehingga kualitas layanan pajak yang seharusnya menciptakan kepercayaan publik justru menurun.

Peningkatan Ketergantungan pada Konsultan Pajak

Seiring dengan rumitnya prosedur administrasi, semakin banyak wajib pajak yang bergantung pada jasa konsultan pajak. Meskipun ini mungkin membantu perusahaan besar, ketergantungan ini semakin menyulitkan UMKM yang tidak mampu membayar biaya konsultasi. Ini menciptakan ketidakseimbangan dalam sistem pajak, di mana yang memiliki sumber daya lebih banyak lebih mudah mematuhi kewajiban mereka, sementara yang kurang mampu kesulitan menghadapi prosedur yang rumit dan biaya tambahan.

Solusi untuk Memperbaiki Kepatuhan Administratif

Untuk mengatasi masalah ini, Indonesia perlu menyederhanakan prosedur perpajakan. Pemerintah harus merancang kebijakan yang memudahkan wajib pajak, terutama UMKM, untuk memenuhi kewajiban mereka. Salah satu solusi adalah dengan mengurangi dokumen yang dibutuhkan dan memperkenalkan sistem perpajakan yang lebih mudah dipahami. Teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses administrasi dan meningkatkan transparansi layanan pajak. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan pelatihan dan sosialisasi mengenai kewajiban perpajakan kepada masyarakat dan UMKM, agar mereka lebih mudah mengikuti peraturan yang ada.

You Might Also Like

Sinau Kebangsaan” Surabaya Hadirkan Empat Pilar Negara, dari Sultan Ternate hingga Jenderal (Purn) Fachrul Razi
Membangun Ulang Kepercayaan Publik Melalui Negara yang Transparan
Sengketa Pulau Raja Ampat, Partai X: Jangan Sampai Rakyat Jadi Tumbal!
Isu Pangkalan Rusia Dibantah, Partai X: Kedaulatan Tak Cukup Hanya dengan Klarifikasi

Kepatuhan administratif yang rumit memiliki dampak signifikan pada kualitas layanan pajak di Indonesia. Birokrasi yang kompleks dan kurangnya pemahaman tentang prosedur pajak semakin menyulitkan wajib pajak, terutama UMKM. Oleh karena itu, Indonesia perlu melakukan reformasi untuk menyederhanakan proses perpajakan dan meningkatkan kualitas layanan pajak yang lebih efisien dan inklusif. Dengan demikian, sistem pajak Indonesia akan menjadi lebih adil dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Gratifikasi Dirombak KPK, Batas Maksimal Harus Diperketat!
Next Article Pemerintah Indonesia mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) untuk bergabung secara bertahap menjadi anggota Koperasi Desa Pemerintah Dorong Keluarga Manfaat Jadi Anggota Kopdes, Akses Ekonomi Harus Merata!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah Indonesia mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) untuk bergabung secara bertahap menjadi anggota Koperasi Desa
Pemerintah

Pemerintah Dorong Keluarga Manfaat Jadi Anggota Kopdes, Akses Ekonomi Harus Merata!

January 29, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat, Sabam Sinaga, menyampaikan komitmennya menjadikan budaya sebagai sumber ekonomi
Ekonomi

Demokrat Usung Budaya Jadi Ekonomi, Partai X: Jangan Cuma Festival, Tapi Rakyatnya Tetap Miskin!

July 3, 2025
Pemerintah

Bos Bulog Minta Margin Fee, Kesejahteraan Rakyat Harus Utama!

December 31, 2025
Teknologi

Legitimasi Internet Shutdown dan Masa Depan Kebebasan Digital

December 17, 2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada lagi pemotongan dana transfer ke daerah. Hal ini disampaikan dalam jumpa
Pemerintah

Purbaya Bilang Tak Ada Pemotongan Dana Daerah, Partai X: Rakyat Masih Terhimpit!

September 11, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.