By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 4 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kemajuan Tanpa Kedaulatan: Indonesia Emas 2026 dan Konsekuensi Kebijakan Eksternal
Pemerintah

Kemajuan Tanpa Kedaulatan: Indonesia Emas 2026 dan Konsekuensi Kebijakan Eksternal

Diajeng Maharani
Last updated: February 3, 2026 1:13 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Kemajuan tanpa kedaulatan adalah kemajuan yang mengabaikan kemandirian negara dalam membuat kebijakan. Indonesia Emas 2026, yang digadang-gadang sebagai visi kemajuan ekonomi dan sosial, akan tetap tidak bermakna jika kebijakan pembangunan terus dikendalikan oleh kekuatan eksternal. Ketergantungan pada kebijakan luar negeri dan investasi asing mengancam kedaulatan ekonomi dan pemerintahan Indonesia. Kebijakan eksternal sering kali menciptakan ketidakadilan sosial yang merugikan rakyat, sementara hanya menguntungkan pihak luar.

Dampak Kebijakan Eksternal terhadap Kedaulatan Negara

Kebijakan eksternal yang dipaksakan sering kali menyulitkan Indonesia untuk merumuskan kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat. Dalam banyak hal, Indonesia terpaksa menerima kebijakan perdagangan, keuangan, atau lingkungan yang ditentukan oleh negara atau lembaga internasional yang lebih kuat. Ketergantungan ini membatasi kemampuan Indonesia untuk mengembangkan sektor-sektor penting, seperti pertanian, manufaktur, dan industri digital yang dapat memperkuat kemandirian negara. Penciptaan ketimpangan sosial yang lebih dalam juga sering menjadi akibat dari kebijakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan domestik.

Pemerintah seringkali mempromosikan Indonesia Emas 2026 sebagai cita-cita untuk mewujudkan kemajuan. Namun, jika kemajuan tersebut tidak didorong oleh kedaulatan dalam pengambilan kebijakan, maka yang tercipta hanyalah ilusi kemajuan. Dalam kenyataannya, proyek-proyek pembangunan yang dicanangkan tidak menyentuh akar permasalahan rakyat, seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial. Bahkan, banyak kebijakan yang lebih menguntungkan sektor luar negeri daripada sektor domestik, sehingga rakyat tidak merasakan manfaat yang seharusnya mereka terima.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Tugas Negara untuk Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat

Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, menegaskan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus memiliki kedaulatan dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan sosial untuk memastikan bahwa kemajuan yang dicapai akan dirasakan oleh seluruh rakyat, bukan hanya oleh pejabat atau pihak luar. Kemajuan yang sesungguhnya harus berpihak pada kesejahteraan rakyat dan mengurangi ketimpangan sosial yang ada.

Solusi untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berdaulat dan Berkeadilan

  1. Meningkatkan Kemandirian Ekonomi
    Indonesia harus berfokus pada pemberdayaan sektor-sektor domestik, seperti UMKM, manufaktur, dan pertanian. Kebijakan yang mengurangi ketergantungan pada impor dan utang luar negeri akan memperkuat kedaulatan ekonomi.
  2. Reformasi Kebijakan Perdagangan Internasional
    Pemerintah harus merundingkan kebijakan perdagangan yang lebih adil dan mengutamakan kepentingan domestik. Indonesia harus mengurangi ketergantungan pada kebijakan perdagangan yang menguntungkan negara maju atau perusahaan asing.
  3. Peningkatan Partisipasi Rakyat dalam Pengambilan Keputusan
    Setiap kebijakan pembangunan harus melibatkan rakyat sebagai subjek utama. Proses pengambilan keputusan harus transparan, inklusif, dan memperhatikan suara serta kebutuhan masyarakat.
  4. Mengurangi Ketergantungan pada Pinjaman Luar Negeri
    Negara harus memperbaiki pengelolaan keuangan dan sumber daya domestik untuk mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri yang membebani anggaran negara dan generasi mendatang.
  5. Pemberdayaan Teknologi Domestik dan Riset
    Negara harus meningkatkan investasi dalam riset dan pengembangan teknologi domestik. Meningkatkan kemandirian dalam teknologi akan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan menciptakan lapangan kerja baru.

Penutup: Mewujudkan Kemajuan yang Berpihak pada Rakyat

Kemajuan tanpa kedaulatan hanya akan menciptakan ketidakadilan dan ketergantungan pada kebijakan eksternal. Rinto Setiyawan menekankan bahwa negara harus melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Indonesia Emas 2026 hanya akan terwujud jika rakyat benar-benar merasakan manfaat dari setiap kebijakan yang diambil, dan negara tidak terikat oleh kepentingan luar yang merugikan rakyatnya. Dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan berdaulat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kemendikdasmen Usulkan TPG untuk 1,2 Juta Guru, Kesejahteraan Guru Harus Ditingkatkan!
Next Article Apakah Kemajuan Ini Hanya untuk Pemerintah, Bukan Kedaulatan Rakyat?

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

BGN Bentuk Tim Akreditasi SPPG, Kualitas Harus Prioritas Utama!

February 4, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pendidikan

PCO Klaim 16 Juta Terima CKG Sekolah, Partai X: Angka Naik Tapi Gizi dan Akses Pendidikan Masih Tidak Merata?

August 5, 2025
Ekonomi

Anggaran BGN Naik, Partai X: Pengawasan Harus Diperketat!

November 14, 2025
Pemerintah

Pancasila Bukan Deklarasi Masa Lalu Tapi Peta Jalan Masa Depan

November 10, 2025
Pemerintah

Di Tengah Bencana, Prabowo Didorong Jadi Presiden Seumur Hidup, Rakyat Jadi Penonton

December 23, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.