By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 21 May 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Kehilangan Ruh Permusyawaratan Pancasila: Rakyat Dilibatkan, Tapi Tak Menentukan
Pemerintah

Kehilangan Ruh Permusyawaratan Pancasila: Rakyat Dilibatkan, Tapi Tak Menentukan

Diajeng Maharani
Last updated: May 21, 2026 1:30 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
kehilangan ruh permusyawaratan Pancasila
SHARE

beritax.id – Dalam praktik pemerintahan Indonesia, banyak forum terbuka, tetapi rakyat sering menjadi peserta pasif, menandakan kehilangan ruh permusyawaratan Pancasila. Demokrasi liberal elektoral menekankan jumlah suara mayoritas daripada musyawarah untuk mufakat, sehingga rakyat terdengar tapi keputusan tetap dikendalikan oleh penguasa partai dan oligarki. Sistem ini menciptakan jarak antara warga dan kebijakan, memunculkan kekuasaaan transaksional dan dominasi modal yang mereduksi nilai demokrasi permusyawaratan sejati.

Sistem pemilihan langsung yang diterapkan pasca-amandemen UUD 1945 menempatkan rakyat dalam posisi memilih kandidat yang telah diseleksi penguasa partai. Meski tampak demokratis, mekanisme ini memunculkan praktik uang dan manipulasi identitas. Sebagai akibatnya, keputusan strategis nasional sering tidak mencerminkan kepentingan rakyat, melainkan kepentingan pragmatis penguasa. Fenomena ini memperkuat kehilangan ruh permusyawaratan Pancasila, karena proses musyawarah substantif digantikan prosedur formal.

Patologi Eksekutif Tunggal

Penggabungan peran Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan pada sistem presidensial menciptakan sentralisasi kekuasaan. Presiden menjadi simbol negara sekaligus pengelola miliaran anggaran, sehingga kritik publik sering dipolitisasi. Aparatur negara terkadang loyal pada figur, bukan institusi, sehingga independensi birokrasi tergerus. Hal ini menambah bukti nyata kehilangan ruh permusyawaratan Pancasila, di mana musyawarah dan pertimbangan etis terpinggirkan.

Dominasi penguasa dalam penentuan kandidat dan kebijakan menimbulkan ketimpangan sosial dan pemerintahan. Rakyat terlihat dilibatkan, tetapi perannya terbatas. Keputusan tetap diambil berdasarkan logika elektoral dan kepentingan golongan. Ini mengakibatkan rendahnya kualitas kepemimpinan, ketidakpercayaan publik terhadap institusi, dan berlanjutnya praktik oligarki. Sistem ini memperlihatkan bahwa demokrasi prosedural tanpa filter moral dan etis gagal melaksanakan prinsip Pancasila.

Solusi dan Restrukturisasi

Sekolah Negarawan menawarkan reposisi MPR sebagai episentrum kedaulatan rakyat. MPR bertindak sebagai gatekeeper, menyaring calon pemimpin berdasarkan integritas, visi strategis, dan kompetensi. Rakyat tetap memiliki hak pilih, namun dipandu oleh proses seleksi rasional dan moral. Presiden berperan sebagai pelaksana teknis atau “TKI 1”, bertanggung jawab sepenuhnya kepada MPR, memastikan keputusan operasional sejalan kepentingan rakyat. Pendekatan ini mengembalikan esensi permusyawaratan, meminimalkan dominasi penguasa, dan menyeimbangkan kekuasaan.

Untuk memastikan keterlibatan publik tetap efektif, sistem tata kelola digital diterapkan, termasuk Big Data, AI, dan blockchain untuk transparansi aliran dana dan keputusan administrasi. Dengan teknologi ini, praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan dapat diminimalkan. Revolusi digital ini memperkuat hak rakyat dalam kontrol kedaulatan sekaligus memperkuat prinsip musyawarah berbasis Pancasila.

You Might Also Like

Ketua Bawaslu Dilaporkan ke KPK, Partai X: Penegakan Hukum Harus Jujur dan Terbuka!
Sistem Rujukan BPJS Diperbaiki, Partai X: Harus Berorientasi Pasien!
Jaksa Ungkap Siasat Nadiem Makarim Mundur, Pengelolaan Perusahaan Harus Transparan!
Hak Angket DPRD Pati, Partai X: Klarifikasi Bupati Bukan untuk Menyalahkan Rakyat

Kesimpulan

Kehilangan ruang musyawarah dan pengambilan keputusan yang terpusat pada penguasa membuktikan kehilangan ruh permusyawaratan Pancasila masih terjadi. Restrukturisasi MPR, pemisahan peran eksekutif, dan implementasi digital governance menjadi solusi untuk mengembalikan demokrasi permusyawaratan yang sejati. Rakyat tetap berdaulat, tetapi perlu instrumen institusional yang melindungi hak dan memastikan kebijakan berpihak pada kepentingan umum.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kehilangan Ruh Permusyawaratan Pancasila: Demokrasi Tanpa Kebersamaan
Next Article kehilangan ruh permusyawaratan Pancasila Kehilangan Ruh Permusyawaratan Pancasila: Dari Gotong Royong ke Polarisasi

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

kehilangan ruh permusyawaratan Pancasila
Pemerintah

Kehilangan Ruh Permusyawaratan Pancasila: Dari Gotong Royong ke Polarisasi

May 21, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Pemilu Jadi Kompetisi: Antara Hak Memilih dan Ilusi Pilihan

May 4, 2026
Pemerintah

Menteri Pertanian Andi Amran Dapat Pujian, Kinerja Harus Terus Ditingkatkan!

January 9, 2026
Pemerintah

Fraksi Gerindra Aktifkan Sara, Partai X: Jangan Cuma Aktivasi Nama!

November 22, 2025
Pemerintah

Defisit Akuntabilitas DPR: Saat Demokrasi Kehilangan Mekanisme Rem

December 1, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.