beritax.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan pemberian insentif sebesar Rp 6 juta per hari kepada yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan menyebutkan, insentif ini jauh lebih efisien dibandingkan dengan membangun seluruh fasilitas SPPG dari awal. “Biaya yang diberikan jauh lebih efisien dibandingkan jika BGN membangun semua fasilitas dan infrastrukturnya,” ujar Dadan.
Pemberian insentif ini sempat menjadi sorotan di media sosial, namun Dadan menegaskan bahwa insentif harian tersebut juga merupakan bentuk penghargaan negara kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam percepatan pelaksanaan MBG. Ia menekankan bahwa aspek waktu dan ketersediaan fasilitas SPPG sangat penting dalam mempercepat program MBG, dan insentif ini diberikan untuk mengakselerasi pembangunan.
Efisiensi dalam Pelaksanaan Program MBG
Dadan menambahkan bahwa waktu merupakan hal yang tidak bisa diulang, sehingga percepatan pembangunan SPPG menjadi krusial. “Waktu adalah salah satu hal di dunia ini yang berjalan searah. Jika terlewat, tidak bisa diputar ulang,” ujarnya. Oleh karena itu, dengan memberikan insentif ini, negara memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan untuk mempercepat implementasi MBG.
Dadan juga menggunakan analogi penyewaan tempat tinggal untuk menjelaskan hal ini. Jika seseorang menyewa fasilitas seperti apartemen, pembayaran dilakukan sesuai dengan komitmen, terlepas dari apakah fasilitas tersebut digunakan atau tidak. Dengan cara yang sama, fasilitas SPPG harus dibayar sesuai dengan komitmen yang telah disepakati, tanpa bergantung pada penggunaannya.
Tugas Negara dan Prinsip Efisiensi
Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa tugas negara itu terdiri dari tiga aspek: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam konteks ini, program MBG yang didukung oleh insentif ini adalah langkah positif dari negara untuk melayani rakyat dengan menyediakan makanan bergizi secara gratis. Namun, Prayogi menekankan bahwa efisiensi harus tetap menjadi prinsip utama dalam setiap program negara. Negara harus memastikan bahwa anggaran yang dikeluarkan untuk kepentingan rakyat digunakan secara optimal tanpa pemborosan.
Prinsip Partai X dalam Pengelolaan Anggaran
Partai X menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang efisien, transparan, dan efektif. Setiap dana yang dikeluarkan oleh negara harus digunakan untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Dalam hal ini, insentif untuk SPPG harus dilihat sebagai investasi yang dapat mempercepat pencapaian tujuan program MBG tanpa mengorbankan efisiensi. Penggunaan dana yang tepat guna akan memastikan bahwa rakyat dapat menikmati manfaat dari program ini dengan lebih cepat dan lebih luas.
Solusi dari Partai X untuk Program MBG
Partai X mendorong agar program seperti MBG ini didorong dengan prinsip efisiensi dan transparansi. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap penggunaan anggaran serta hasil yang dicapai dari program ini. Selain itu, Partai X juga menyarankan agar partisipasi masyarakat dan organisasi lain diperkuat dalam mendukung pelaksanaan program. Adapun guna memastikan bahwa manfaat dari MBG dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak, terutama di daerah-daerah yang paling membutuhkan.
Pemberian insentif Rp 6 juta per hari untuk yayasan SPPG yang mengelola dapur MBG merupakan langkah yang efisien dalam percepatan program pemenuhan gizi masyarakat. Namun, efisiensi harus tetap dijaga dalam setiap tahap pelaksanaan. Dengan memastikan bahwa dana yang digunakan memberikan dampak positif yang maksimal bagi rakyat. Partai X mendukung upaya pemerintah untuk melayani rakyat, tetapi juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan, efektif, dan efisien.



