By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 16 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Indonesia Perlu Gerakan Kolorisasi Nusantara, Untuk Menjaga Martabat Bangsa
Pemerintah

Indonesia Perlu Gerakan Kolorisasi Nusantara, Untuk Menjaga Martabat Bangsa

Diajeng Maharani
Last updated: February 16, 2026 4:07 pm
By Diajeng Maharani
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Rinto Setiyawan, A.Md., S.H., CTP
Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia
Anggota Majelis Tinggi Partai X
Wakil Direktur Sekolah Negarawan

Jangan Biarkan Bangsa Ini Kenyang Tetapi Kehilangan Martabat

Contents
Kita Menguatkan Tubuh, Tetapi Belum Menguatkan KehormatanKolorisasi Nusantara: Gerakan MartabatJangan Bangun Bangsa Tanpa Fondasi MartabatTiga Pilar Harus Seimbang

beritax.id – Indonesia hari ini sedang bergerak cepat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan untuk memastikan anak-anak tidak lapar. Program gentengisasi nasional diluncurkan dalam Gerakan Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki kualitas hunian rakyat.

Pangan disentuh, papan dibenahi, namun dalam kesibukan itu, satu dimensi mendasar belum disentuh secara utuh yaitu sandang bangsa.

Dalam falsafah Jawa dikenal ungkapan sandhang luwih dhisik tinimbang pangan. Sandang lebih dahulu daripada pangan. Bukan karena makan tidak penting, melainkan karena sandang adalah simbol martabat. Tanpa sandang, manusia kehilangan kehormatannya, meskipun perutnya kenyang.

Sandang dalam makna paling dasar bahkan dimulai dari sesuatu yang tidak terlihat yakni kolor atau celana dalam. Ia bukan simbol kemewahan. Ia adalah simbol batas paling minimal dari rasa malu dan harga diri.

Di situlah makna filosofisnya menjadi penting. Bangsa yang kenyang tetapi tidak menjaga sandangnya, adalah bangsa yang berisiko kehilangan martabatnya.

You Might Also Like

Hasto Bebas Berkat Prabowo, Partai X: Apakah Rakyat Juga Bisa Bebas dari Beban Hidup Berkat Pemerintah?
Prabowo Minta Respons Bencana Cepat, Partai X Dorong Sinergi Pemerintah
DPR Temui Kapolda Sumbar, Partai X: Penyelewengan BBM, Rakyat yang Terhimpit!
Menata Relasi Pemerintahan, Partai X: Demokrasi Bermartabat Tak Bisa Hidup di Atas Meja Transaksi!

Kita Menguatkan Tubuh, Tetapi Belum Menguatkan Kehormatan

MBG adalah kebijakan pangan. Gentengisasi adalah kebijakan papan. Keduanya penting dan tidak perlu dipertentangkan. Negara memang wajib memastikan rakyatnya tidak lapar dan tidak tinggal di rumah yang membahayakan.

Namun bangsa tidak dibangun hanya dengan tubuh yang sehat dan atap yang kokoh. Bangsa dibangun dengan harga diri, identitas, dan kemandirian.

Sandang dalam makna kebangsaan adalah:

  • Pendidikan yang membentuk kesadaran kritis
  • Industri nasional yang mandiri
  • Kebanggaan terhadap produk sendiri
  • Rasa percaya diri kolektif sebagai bangsa

Jika pendidikan dilemahkan untuk membiayai program jangka pendek, kita sedang mengorbankan sandang bangsa. Jika industri tekstil dan sandang nasional kalah di negeri sendiri, kita sedang membiarkan martabat ekonomi kita tergerus.

Kolor dalam metafora ini adalah simbol paling minimal dari kemandirian dan harga diri.

Tanpa itu, kita mungkin tampak kuat dari luar, tetapi rapuh di dalam.

Kolorisasi Nusantara: Gerakan Martabat

Karena itu Indonesia memerlukan satu gerakan yang sejajar dengan MBG dan gentengisasi yaitu Gerakan Kolorisasi Nusantara.

Kolorisasi Nusantara bukan sekadar urusan pakaian. Ia adalah gerakan menjaga martabat.

Ia berarti:

  • Menguatkan industri sandang nasional dari hulu ke hilir
  • Memberi ruang lebih besar bagi UMKM tekstil dan fashion lokal
  • Menjadikan sekolah sebagai ruang kebanggaan terhadap wastra nusantara
  • Menyusun kebijakan afirmatif untuk produk dalam negeri
  • Menumbuhkan kesadaran bahwa sandang adalah simbol identitas

Indonesia memiliki ribuan motif batik, tenun, songket, dan kain adat. Itu bukan sekadar warisan budaya, tetapi modal peradaban. Jika itu tidak dikelola dan dibanggakan, kita sedang menanggalkan sandang kebangsaan kita sendiri.

Jangan Bangun Bangsa Tanpa Fondasi Martabat

Emha Ainun Nadjib sering mengingatkan bahwa sandang bukan soal kain, tetapi soal kehormatan. Manusia yang makan beres tetapi tidak berpakaian adalah manusia yang kehilangan kelayakan sosialnya.

Demikian pula bangsa. Bangsa yang hanya mengejar angka distribusi pangan dan proyek fisik, tetapi tidak menjaga identitas dan pendidikan generasinya, sedang membangun tubuh tanpa fondasi kehormatan.

Kenyang itu penting. Beratap genteng itu penting. Tetapi martabat jauh lebih penting.

Tiga Pilar Harus Seimbang

Bangsa ini membutuhkan keseimbangan:

  • Sandang untuk martabat dan identitas.
  • Pangan untuk kekuatan fisik generasi
  • Papan untuk kelayakan hidup.

Jika sandang diabaikan, kita mungkin terlihat makmur secara statistik, tetapi kehilangan arah sebagai bangsa. Kolorisasi Nusantara adalah simbol bahwa Indonesia tidak hanya ingin memberi makan dan membangun rumah, tetapi juga ingin berdiri tegak dengan harga diri.

Karena bangsa yang kehilangan sandangnya, betapapun kenyangnya, tidak akan pernah benar-benar berdaulat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kemenkop Dorong Iuran Pokok Gratis, Harus Diberikan Kepada Penerima Manfaat!
Next Article Penguasa Semakin Kaya, Rakyat Terus Tertindas: Pajak Mencekik Ekonomi di Tanah Air

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pendidikan

Gaji Guru Honorer Madrasah, Kesejahteraan Guru Harus Ditingkatkan!

February 16, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Sosial

Bangun Huntara Korban Sumatera, Partai X Dukung Akselerasi

December 9, 2025
Seputar Pajak

Oknum Pajak Bikin Kacau, Partai X: Jangan Rakyat yang Jadi Sasaran!

October 28, 2025
Pemerintah

Sistem Negara dalam Analogi Organ Tubuh Manusia

December 31, 2025
Pemerintah

Puan Bertemu Sekjen Partai Komunis Vietnam! Partai X: Jangan Sampai Rakyat Cuma Dengar Janji!

March 13, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.