By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Wednesday, 17 June 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Indonesia Mau Merdeka atau Menjadi Perpanjangan Tangan Bangsa Lain?
Pemerintah

Indonesia Mau Merdeka atau Menjadi Perpanjangan Tangan Bangsa Lain?

Diajeng Maharini
Last updated: June 15, 2026 3:53 pm
By Diajeng Maharini
Share
4 Min Read
SHARE

beritax.id – Setiap lima tahun, ruang publik Indonesia selalu dipenuhi oleh satu pertanyaan yang berulang siapa yang akan menjadi presiden berikutnya. Nama berganti, partai berganti, koalisi berganti, namun satu pertanyaan yang lebih mendasar justru jarang disentuh, yakni siapa yang sebenarnya menentukan arah negara ini. Di balik dinamika elektoral, terdapat kegelisahan yang lebih dalam. Apakah pergantian pemimpin benar-benar berarti pergantian arah kebijakan, atau sekadar pergantian wajah dalam sistem yang sama? Dalam banyak kasus, kebijakan strategis negara tetap bergerak dalam pola yang tidak banyak berubah meskipun pemerintahan silih berganti. Pertanyaan yang lebih penting kemudian muncul siapa yang sesungguhnya menjadi “tuan” atas negara ini?

Contents
Pergantian Pemimpin dan Ketetapan Arah KekuasaanNegara, Kepemilikan, dan Arah KebijakanDemokrasi dan Pertanyaan tentang Kendali

Pergantian Pemimpin dan Ketetapan Arah Kekuasaan

Dalam salah satu forum Maiyah, Cak Nun pernah menyampaikan pandangan yang menekankan inti persoalan bukan pada figur, melainkan pada kedaulatan bangsa. “Siapapun pemimpin kita di Indonesia, problemnya sebenarnya cuman satu kita mau menjadi budak bangsa lain ataukah kita mau mandiri?” Pernyataan ini menggeser fokus perdebatan dari siapa yang memimpin menuju bagaimana kedaulatan dijalankan. Dalam perspektif tersebut, presiden hanyalah salah satu aktor dalam sistem, sementara arah kebijakan negara sangat mungkin dipengaruhi oleh kekuatan lain yang lebih besar dan tidak selalu terlihat oleh publik. Dari sini muncul kesadaran bahwa persoalan bangsa tidak cukup disederhanakan menjadi urusan pergantian pemimpin.

Negara, Kepemilikan, dan Arah Kebijakan

Dalam kehidupan sehari-hari, jabatan tertinggi dalam sebuah organisasi tidak selalu identik dengan kepemilikan. Seorang direktur perusahaan dapat diganti kapan saja, tetapi pemilik modal tetap menjadi penentu arah utama. Logika serupa kerap digunakan untuk membaca dinamika negara. Presiden memang memiliki kewenangan besar, tetapi pertanyaan penting tetap sama kepentingan siapa yang sesungguhnya dijalankan oleh kebijakan negara? Kemandirian bangsa dalam konteks ini bukan sekadar slogan politik. Ia mencakup kemampuan menentukan kebijakan sendiri, mengelola sumber daya tanpa tekanan eksternal, serta menyusun arah ekonomi dan pembangunan berdasarkan kebutuhan rakyat, bukan kepentingan luar.

Ketergantungan sebuah bangsa tidak selalu hadir dalam bentuk penjajahan fisik. Dalam konteks modern, ketergantungan dapat muncul melalui berbagai jalur, seperti utang, teknologi, sistem ekonomi global, pangan, energi, hingga cara berpikir.

Sebuah bangsa bisa saja tampak merdeka secara formal, tetapi tetap bergantung dalam pengambilan keputusan strategisnya. Kondisi ini membuat kemerdekaan politik tidak selalu sejalan dengan kemandirian substansial. Dalam pandangan yang disampaikan, Indonesia sejatinya tidak memiliki tradisi imperialisme. Nusantara lebih dikenal dengan nilai “gendong momong”, yaitu merawat dan hidup berdampingan. Namun nilai keterbukaan tersebut tidak boleh berubah menjadi kelemahan yang menempatkan bangsa dalam posisi bergantung.

Demokrasi dan Pertanyaan tentang Kendali

Dalam praktik demokrasi, masyarakat sering kali diarahkan untuk fokus pada proses pemilihan pemimpin. Namun terdapat pertanyaan yang lebih mendasar dari itu: siapa yang menentukan arah kendaraan bernama negara ini?

You Might Also Like

Pajak Penghasilan Pejabat: DTP alias Ditanggung Pajak Rakyat?
Dengan Konstitusi Langit ala Cak Nun, Oligarki Mustahil Tumbuh!
Kapolri Rombak Bareskrim, Partai X: Hukum Harus Tegak untuk Rakyat!
Utang Negara DSR 45 Persen, Partai X: Bikin Jalan Mulus atau Gali Lubang Sendiri?

Jika pengemudi dapat berganti setiap lima tahun, tetapi arah perjalanan ditentukan oleh pihak lain, maka pergantian tersebut tidak serta-merta mengubah tujuan. Karena itu, ukuran keberhasilan bangsa tidak cukup hanya dilihat dari siapa yang menang dalam pemilu. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana bangsa ini mampu menjaga kemandiriannya dalam menentukan arah kebijakan.

Pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak semata ditentukan oleh nama yang muncul dalam surat suara pemilihan presiden. Lebih dari itu, masa depan bangsa ditentukan oleh kemampuan menjaga kedaulatan di tengah berbagai bentuk pengaruh eksternal dan internal. Persoalan utama bukan sekadar siapa yang duduk di kursi kekuasaan, tetapi apakah bangsa ini benar-benar menjadi penentu arah di rumahnya sendiri. Dalam kerangka tersebut, pesan yang mengemuka adalah sederhana namun mendalam: menolak menjajah, dan pada saat yang sama menolak untuk dijajah.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Jaksa Penuntut Umum Usut Transparansi Kebijakan Demi Kepercayaan Publik
Next Article Rumah Rusak Istana Nyaman, Rakyat Menanggung Akibatnya

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Sejarah Versi Penjajah dan Bangsa yang Kehilangan Arah

June 15, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Krisis Bangsa Berawal dari Rusaknya Moral Pemimpin

November 13, 2025
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia memberikan kedaulatan kepada rakyat untuk mengganti pemerintah
Pemerintah

Presiden Prabowo Dorong Proses Impeachment Transparan, Ingatkan Demi Kepentingan Rakyat

April 9, 2026
Pemerintah

Birokrasi Menghambat Kemajuan: Ketika Pemerintah Terlalu Fokus pada Administrasi, Bukan Hasil

April 7, 2026
Seputar Pajak

Penerimaan Pajak Anjlok, IWPI Usul Presiden Prabowo Revisi UU PPN

June 18, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.