By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 17 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Indonesia Krisis: Penguasa Bangun Proyek, Rakyat Menanggung Bencana
Pemerintah

Indonesia Krisis: Penguasa Bangun Proyek, Rakyat Menanggung Bencana

Diajeng Maharani
Last updated: December 31, 2025 1:15 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Indonesia krisis ketika pembangunan terus digenjot, tetapi keselamatan rakyat justru terabaikan. Proyek infrastruktur, kawasan industri, dan eksploitasi sumber daya alam dipromosikan sebagai simbol kemajuan dan pertumbuhan ekonomi. Namun di banyak daerah, yang datang bersamaan dengan proyek-proyek itu justru banjir, longsor, lumpur, dan kerusakan lingkungan yang merenggut ruang hidup masyarakat. Pembangunan berjalan cepat, sementara risiko dibiarkan menumpuk di bawahnya.

Proyek Jalan, Tambang, dan Kawasan Industri sebagai Titik Rawan

Dalam berbagai peristiwa bencana terakhir, publik melihat pola yang berulang. Wilayah yang mengalami banjir bandang, longsor, atau sedimentasi parah sering berdekatan dengan proyek jalan besar, pembukaan tambang, atau alih fungsi hutan dan lahan. Drainase rusak, daerah resapan hilang, dan kontur tanah diubah tanpa perhitungan matang. Ketika hujan datang, bencana pun menyusul. Yang dipersembahkan sebagai pembangunan justru menciptakan kerentanan baru.

Bencana Disebut Alam, Kebijakan Luput dari Evaluasi

Setiap kali bencana terjadi, penjelasan resmi hampir selalu mengarah pada cuaca ekstrem atau faktor alam. Padahal, kerusakan lingkungan akibat kebijakan pembangunan jarang disentuh secara serius. Perizinan tetap berjalan, proyek tidak dihentikan, dan evaluasi kebijakan sering berakhir sebatas wacana. Negara memilih menyalahkan alam, bukan mengoreksi keputusan manusia.

Rakyat Menjadi Penyangga Risiko Kekuasaan

Masyarakat yang tinggal di sekitar proyek menjadi pihak paling terdampak. Rumah terendam, sawah rusak, mata pencaharian hilang, dan rasa aman lenyap. Ironisnya, mereka jarang dilibatkan sejak awal dalam perencanaan proyek, tetapi dipaksa menanggung akibatnya. Ketika bencana datang, bantuan sering terlambat dan tidak sebanding dengan kerugian yang dialami. Rakyat membayar harga mahal dari proyek yang tidak mereka nikmati.

Pola Berulang yang Menjadi Normal Baru

Frekuensi bencana yang meningkat menunjukkan bahwa ini bukan kejadian insidental, melainkan akibat dari pola pembangunan yang salah arah. Selama keselamatan rakyat dan keberlanjutan lingkungan ditempatkan di urutan kedua setelah target proyek dan investasi, bencana akan terus menjadi bagian dari keseharian Indonesia. Indonesia tidak hanya menghadapi krisis alam, tetapi krisis kebijakan.

Solusi: Menghentikan Pembangunan yang Mengorbankan Rakyat

Pemerintah harus segera mengubah paradigma pembangunan dengan menempatkan keselamatan rakyat sebagai ukuran utama keberhasilan proyek. Evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek yang berdampak ekologis perlu dilakukan secara transparan dan berani, termasuk pencabutan izin yang terbukti merusak lingkungan. Kajian lingkungan harus dijalankan secara serius, bukan formalitas administratif. Selain itu, masyarakat lokal wajib dilibatkan sejak tahap perencanaan, bukan sekadar menjadi korban di akhir. Penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan juga harus konsisten tanpa pandang kepentingan.

You Might Also Like

9.000 Ton Gula Tak Laku, Partai X: Petani Tercekik, Negara Diam!
Harga BBM Indonesia vs Malaysia: Partai X Soroti Pentingnya Transparansi dan Keadilan Sosial
Reformasi Tata Negara ala Cak Nun: Jihad Sejati Membela Kaum Lemah
Hikmat Kebijaksanaan Sebagai Jiwa Permusyawaratan Bangsa

Indonesia tidak akan keluar dari krisis jika pembangunan terus dijalankan dengan menutup mata pada dampaknya. Proyek boleh dibangun, tetapi tidak dengan mengorbankan keselamatan dan masa depan rakyat.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Keadilan Hilang: Negara Menggusur atas Nama Kemajuan
Next Article Indonesia Versi Pemerintah dan Indonesia Versi Rakyat: Dua Cerita Berbeda

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Seputar Pajak

Pajak Mencekik Rakyat: Ketika Setiap Keputusan Kebijakan Menambah Beban dan Mengurangi Kesejahteraan

February 16, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar jajaran Kepolisian Republik Indonesia menjadi polisi yang dicintai rakyat.
Pemerintah

Prabowo Ajak Polisi Dicintai Rakyat, Partai X: Jangan Cuma Dicintai Saat HUT, Tapi Ditakuti Sepanjang Tahun!

July 2, 2025
Ekonomi

Bonus Demografi Jadi Dividen? Partai X: Kalau Anak Muda Nganggur, Dividennya Buat Siapa?

July 14, 2025
Pemerintah

Notaris Ungkap Transaksi Rp 809 M ke Gojek, Penegakan Hukum Harus Tegas

January 14, 2026
Pemerintah

Menkeu Akui Coretax Belum Optimal, IWPI Nilai Masalah Ada pada Kekeliruan Urutan Pengadaan IT

January 30, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.