beritax.id – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai penguatan sumber daya manusia (SDM), tata kelola, dan sistem pengawasan menjadi faktor kunci dalam pelaksanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes). Menurutnya, kualitas SDM dan profesionalisme manajer koperasi akan menentukan keberhasilan program ini dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Esther menyatakan bahwa pengelolaan koperasi yang baik sangat bergantung pada kemampuan manajerial. Risiko ketidakmampuan manajer dalam mengelola koperasi secara profesional dapat berdampak negatif pada kinerja usaha koperasi. Oleh karena itu, pemilihan dan pengawasan manajer koperasi harus dilakukan secara hati-hati dan profesional. “Penting untuk memastikan manajer yang terpilih dapat mengelola koperasi dengan baik agar tidak menimbulkan risiko kredit macet,” ujar Esther.
Pemerintah telah membuka rekrutmen sekitar 30.000 manajer koperasi untuk memperkuat kelembagaan dan operasional Kopdes Merah Putih. Seleksi terbuka untuk lulusan D3, D4, dan S1 ini diharapkan dapat melahirkan manajer yang kompeten dalam menjalankan koperasi.
Manajemen Risiko dalam Pengelolaan Koperasi
Esther mengingatkan bahwa pengelolaan koperasi harus diiringi dengan pemahaman tentang manajemen risiko. Tanpa penerapan prinsip manajemen risiko yang baik, koperasi dapat menghadapi masalah serius, seperti kredit macet. Oleh karena itu, pelatihan bagi pengurus koperasi harus dilakukan secara terstruktur dan mendalam. INDEF juga merekomendasikan penggunaan sistem pengawasan dan evaluasi berbasis digital untuk meningkatkan efektivitas operasional koperasi.
Esther juga menyoroti pentingnya pengelolaan yang hati-hati mengingat setiap koperasi akan menerima pendanaan antara Rp3 miliar hingga Rp5 miliar. Secara total, kebutuhan pendanaan untuk program Kopdes diperkirakan mencapai antara Rp240 triliun hingga Rp400 triliun. Hal ini menuntut adanya sistem pengawasan yang kuat dan transparansi untuk menjaga keberlanjutan program.
Prinsip Partai X dalam Pengelolaan Kopdes Merah Putih
Anggota Majelis Tinggi Partai X, Prayogi R Saputra, mengingatkan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. “Pemerintah harus memastikan bahwa program seperti Kopdes Merah Putih dilaksanakan dengan adil, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Prayogi.
Solusi Partai X untuk Kopdes Merah Putih
- Peningkatan Kualitas SDM: Pelatihan berkelanjutan bagi manajer koperasi dan pengurus untuk memastikan mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan.
- Pengawasan yang Ketat: Sistem pengawasan berbasis teknologi untuk memantau kinerja koperasi secara transparan dan akuntabel.
- Transparansi dalam Pendanaan: Pengelolaan dana harus jelas dan terperinci, dengan laporan yang mudah diakses oleh publik untuk memastikan tidak ada penyimpangan.
- Pemberdayaan Masyarakat: Koperasi harus sesuai dengan kebutuhan lokal dan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan untuk memastikan program ini dapat berjalan sesuai dengan potensi daerah.
Kesimpulan
Program Kopdes Merah Putih memiliki potensi besar untuk memberdayakan ekonomi desa, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas SDM dan pengelolaan yang profesional. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa program ini dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas,



